Hallo,
Anak saya pernah memukul sepupu dan temannya. Hal itu berawal dari respon 
karena dia melihat dan dipukul oleh salah seorang temannya di sekolah. Temannya 
tersebut sering memukul teman-teman lainnya. Para ortu dan guru-guru akhirnya 
malah menganjurkan anak-anak yang dipukul untuk membalas. Katanya, daripada 
bonyok. Kebijakan sekolah akhirnya mengeluarkan anak tersebut. 
Tetapi, perilaku ini sudah ada dalam pikiran anak-anak kita. Jadi, di kemudian 
hari bisa saja berulang. Artinya, anak akan memukul kalau ia dipukul temannya. 
Meski pun orang tua sudah wanti-wanti menjelaskan kalau perilaku itu tidak baik.
(PS: Anak saya pada awalnya malah hanya berani memukul kami orangtuanya 
(pukulan ringan saja) setelah dia pernah dipukul di sekolah (saat itu dia 
berusia 3,5 tahun). Itu pernah dia lakukan disaat ada keinginannya yang tidak 
langsung dituruti. Kemudian, setelah agak besar, sudah berani memukul sepupunya 
yang memukulnya lebih dulu. Akhirnya, ia juga pernah memukul salah satu teman 
di lingkungan rumah kami yang merusak dan membanting mainannya.)  

Saya juga melihat banyak tontonan di media elektronik maupun buku-buku komik 
yang "memberikan ide" pada anak untuk memukul teman-teman tertentu yang mungkin 
saja berbuat nakal padanya sebagai bentuk penyelesaian masalah.

Mudah-mudahan ada orang tua lain yang bisa memberikan tips dan trik mengatasi 
masalah tersebut.

Salam,

Maghfira Damayanti


----- Original Message ----
From: Theresia Linda <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, September 9, 2008 1:13:34 PM
Subject: [parentsguide] Anak suka mukul



Pernah ngalamin anak memukul temannya? bagaimana mengatasinya? Anak saya 2,2 
tahun en baru 1 minggu ini suka mukul teman-teman tertentu. Di rumah kami tidak 
punya kebiasaan memukul jika menegur anak. So, saya jadi bingung. Apakah anak 
usia 2,2 tahun ini punya kebiasaan seperti ini? 
Tq untuk tanggapannya.

Linda 
 


      

Kirim email ke