Mbak, saya punya info, barangkali bisa membantu, sbb:
Dyslexia, ada 2 penyebab, yaitu di bagian syaraf otaknya, atau di syaraf 
periperi (disekitar mulut dan lidah).
 
Bila masalah pada kedua, dapat juga dibantu dengan pijat syaraf, digabung 
dg terapi wicara dan "program pikiran bawah sadar" (hypnotherapy).
 
Silahkan kunjungi klinik hipnoterapi yang "dedicated" untuk masalah bicara 
ini,  http://hipno-bicara.blogspot.com , barangkali cocok dengan kebutuhan.
 
Salam,
Adhi
===============


--- On Wed, 9/17/08, Eva Julia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Eva Julia <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Bls: [parentsguide] Re: DIslecksia
To: [email protected]
Date: Wednesday, September 17, 2008, 11:55 PM










Mba makasih ya artikelnya , sudah aku forward ke kakakku supaya ada pencerahan.

--- Pada Kam, 18/9/08, ada_2317 <[EMAIL PROTECTED] co.id> menulis:

Dari: ada_2317 <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Topik: [parentsguide] Re: DIslecksia
Kepada: parentsguide@ yahoogroups. com
Tanggal: Kamis, 18 September, 2008, 9:39 AM




Dear Mba Eva Julia...

Mba, ini aku kutipin artikel dari milis tetangga tentang disleksia
Moga membantu ya...

Disleksia (Dyslexia)


Selama ini, kemampuan membaca dan menulis kerap menjadi acuan para
orangtua dalam mengontrol kepandaian anaknya yang sudah memasuki usia
sekolah. Bahkan terkadang anak yang sudah bersekolah dan belum bisa
lancar membaca dianggap bodoh atau tertinggal. Padahal siapa tahu
ternyata anak tersebut menderita disleksia, yakni gangguan membaca dan
menulis akibat kelainan pada otak.



Perlu diketahui bahwa secara normal, kemampuan membaca sudah muncul
sejak si kecil menginjak usia enam atau tujuh tahun. namun hal ini
tidak terjadi pada anak penderita disleksia. Sampai usia 12 tahun,
anak tersebut masih belum lancar membaca dan menulis. Bahkan sampai
usia dewasa sekalipun mereka masih mengalami gangguan keduanya.

Sayangnya, hingga saat ini masih banyak orangtua yang tidak menyadari
gejala ini sehingga pencegahan dini tidak bisa dilakukan.

Disleksia (dyslexia)


Merupakan sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang
disebabkan oleh kesulitan pada anak tersebut dalam melakukan aktifitas
membaca dan menulis. Gangguan ini bukan bentuk dari ketidakmampuan
fisik, seperti karena ada masalah dengan penglihatan, tapi mengarah
pada bagaimana otak mengolah dan memproses informasi yang sedang
dibaca anak tersebut. Kesulitan ini biasanya baru terdeteksi setelah
anak memasuki dunia sekolah untuk beberapa waktu.

Kenali ciri-cirinya:

1.Lambat bicara jika dibandingkan kebanyakan anak seusianya dan
tidak dapat mengucapkan kata-kata secara benar.
2.Lambat mengenali alfabet, angka, hari, minggu, bulan, warna,
bentuk dan informasi mendasar lainnya. Serta sulit dalam mengurutkan
huruf-huruf dalam kata.
3.Sulit menyuarakan fonem (satuan bunyi) dan memadukannya menjadi
sebuah kata.
4.Sulit mengeja secara benar. Bahkan mungkin anak akan mengeja satu
kata dengan bermacam ucapan.
5.Sulit mengeja kata atau suku kata dengan benar. Anak bingung
menghadapi huruf yang mempunyai kemiripan bentuk seperti b – d, u – n,
m – n.
6.Membaca satu kata dengan benar di satu halaman, tapi salah di
halaman lainnya.
7.Kesulitan dalam memahami apa yang dibaca.
8.Sering terbalik dalam menuliskan atau mengucapkan kata. Misalnya
kata "gajah" ducapkan menjadi "gagah", "pelajaran" dibaca "perjalanan" .
9.Rancu dengan kata-kata yang singkat, misalnya ke, dari, dan, jadi.
10.Bingung menentukan tangan mana yang dipakai untuk menulis.
11.Lupa mencantunkan huruf besar, serta lupa meletakkan tanda-tanda
baca lainnya, seperti titik atau koma.
12.Menulis huruf dan angka dengan hasil yang kurang baik/ tulisannya
jelek sekali.
13.Terdapat jarak pada huruf-huruf dalam rangkaian kata. Tulisannya
tidak stabil, kadang naik, kadang turun.
14.Punya kebiasaan membaca terlalu cepat hingga salah mengucapkan
kata atau bahkan terlalu lambat dan terputus-putus.
15.Rancu dalam memahami konsep kiri­kanan, atas-bawah,
utara-selatan, timur-barat.
16.Memegang alat tulis terlalu kuat/keras
17.Rancu atau bingung dengan simbol-simbol matematis. Misalnya tanda
+, -, x, :, dan sebagainya.
18.Sulit mengikuti lebih dari sebuah instruksi dalam satu waktu yang
sama.

Penyebab

1.Genetik/ keturunan. Disleksia cenderung terdapat pada keluarga
yang mempunyai anggota kidal. Namun, orang tua yang disleksia tidak
secara otomatis menurunkan gangguan ini pada anak-anaknya, atau anak
kidal pasti disleksia.
2.Memiliki masalah pendengaran sejak usia dini. Jika kesulitan 
tidak terdeteksi sejak dini, maka otak yang sedang berkembang akan
sulit menghubungkan bunyi atau suara yang didengarnya dengan huruf
atau kata yang dilihatnya.
3.Faktor kombinasi. Merupakan kombinasi dari dua hal diatas. Faktor
kombinasi ini menyebabkan anak yang disleksia menjadi kian serius atau
parah, hingga perlu penanganan menyeluruh dan kontinyu.

Pengobatan

1.Educational approachdan phonic lessons. Apabila orangtua dan guru
mulai mencurigai bahwa anak mengidap disleksia, hendaknya segera
berkonsultasi dengan psikolog atau klinik/ sekolah pengajaran khusus
(special education) untuk mendapatkan informasi mengenai cara penangan
yang sebaiknya dilakukan untuk membantu anak dalam meningkatkan
perkembangan membacanya. Anak disleksia tidak selamanya tidak mampu
membaca dan menulis. Apabila mendapat penanganan yang tepat dan
intensif,anak disleksia akan dapat membaca sama seperti anak normal
lainnya. Bahkan bisa ber-IQ lebih tinggi dari anak mormal.
2.Metode multi-sensory. Dengan metode yang terintegrasi, anak akan
diajarkan mengeja tidak hanya berdasarkan apa yang didengarnya lalu
diucapkan kembali, tapi juga memanfaatkan kemampuan memori visual
(penglihatan) serta taktil (sentuhan). Cara ini dilakukan untuk
memungkinkan terjadinya asosiasi antara pendengaran, penglihatan dan
sentuhan sehingga mempermudah otak bekerja mengingat kembali huruf-huruf.
3.Membangun rasa percaya diri. Jangan pernah menganggap anak bodoh
dan lamban dalam melakukan apapun. Bantulah anak menemukan keunggulan
diri, agar bisa merasa bangga dan tidak pesimis terhadap hambatan yang
saat ini sedang diatasi. Kalau perlu, jelaskan pada mereka figur-figur
orang terkenal yang mampu mengatasi problem disleksianya dan melakukan
sesuatu yang berguna untuk masyarakat. 




Dapatkan nama yang Anda sukai! 
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
 














      

Kirim email ke