bener kok mbak...

ada beritanya di detik.com.

ngeri banget ya..., harus semakin hati-hati nih pilih-pilih makanan buat
anak hiks..

rgds,
eva



2008/9/24 Shinta_Angie <[EMAIL PROTECTED]>

>
> utk para ortu....
> ini bener ndak yach...
>
> Cheers,
> Shinta
>
>
>
>
>
>
>    *28 Produk Makanan Ditarik*
>
> Badan POM RI menindaklanjuti pengamanan produk susu yang berasal dari China
> dengan menyurati Asosiasi Peritel Indonesia tertanggal 23 September 2008,
> meminta agar melakukan pengamanan terhadap produk-produk susu serta
> produk-produk yang mengandung susu dari China . Dilakukan dengan cara
> menariknya dari peredaran, menyegel dan melaporkan hasilnya kepada Badan POM
> RI.
>
> Produk-produk yang diminta ditarik dari peredaran meliputi 28 item yaitu:
>
>    1. Jinwel Yougoo susu fermentasi rasa jeruk
>
>
>    1. Jinwel Yougoo aneka buah
>
>
>    1. Jinwel Yougoo tanpa rasa
>
>
>    1. Guozhen susu bubuk fullcream
>
>
>    1. Meiji Indoeskrim Gold Monas rasa coklat
>
>
>    1. Meiji Indoeskrim Gold Monas rasa vanilla
>
>
>    1. Oreo Stick Wafer
>
>
>    1. Oreo Stick Wafer (disebut dua kali, karena ukuran berbeda)
>
>
>    1. Oreo Coklat Sandwich Cookies
>
>
>    1. M&M's kembang gula coklat susu
>
>
>    1. M&M's coklat susu
>
>
>    1. Snicker's (Biskuit-Nougat lapis coklat)
>
>
>    1. Dove Choc kembang gula coklat
>
>
>    1. Dove Choc
>
>
>    1. Dove Choc
>
>
>    1. Natural Choice yogurt Flavoured Ice Bar
>
>
>    1. Yili Bean Club matcha Red Bean ice bar
>
>
>    1. Yili Bean Club red bean ice bar
>
>
>    1. Yili Prestige Chocliz
>
>
>    1. Yili Chestnut Ice Bar
>
>
>    1. Nestle Dairy Farm UHT pure milk
>
>
>    1. Yili High Calcium low fat Milk Beverage
>
>
>    1. Yili High Calcium Milk Beverage
>
>
>    1. Yili pure milk 205 ml
>
>
>    1. Yili Pure Milk 1 L
>
>
>    1. Dutch Lady Strawberry Flavoured milk
>
>
>    1. White Rabbit creamy candy
>
>
>    1. Yili Choice Dairy Frozen yoghurt bar (kembang gula).
>
>
> Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI . Untuk
> informasi lebih lanjut dapat menghubungi telp./fax. 52921669 atau email 
> puskom.publik@
> yahoo.co. id <[EMAIL PROTECTED]>.
>
> http://depkes. go.id/index. php?option= news&task=viewarticle&sid=3194
> *APAKAH MELAMIN ITU*
> Melamin <http://en.wikipedia.org/wiki/Melamin> adalah basa organik dengan
> rumus kimia C3H6N6. Zat ini merupakan trimer dari cyanida. Bersama dengan
> formaldehyde melamin digunakan untuk memproduksi resin melamin, plastik yang
> sangat tahan panas, dan busa melamin, produk polimer pembersih. Melamin
> merupakan metabolit dari cyromazine, salah satu senyawa pestisida.
> <http://2.bp.blogspot.com/_8EPkIAYovLw/SNiHa1So93I/AAAAAAAAAXM/ujOmW9Z1fKI/s1600-h/melamin.JPG>
> Melamin ditambahkan ke dalam susu untuk membuat 'seolah-olah' kadar protein
> dalam susu tinggi.
> Hal ini biasa dilakukan pada hewan ruminant (sapi, kerbau, dan lainnya)
> untuk meningkatkan asupan nitrogen. Berbeda dengan hewan lainnya, hewan
> ruminant seperti sapi memperoleh asupan nitrogen dari proses fermentasi
> makanan bukan protein (makanan utama sapi adalah rumput-rumputan) oleh
> bakteri yang terdapat dalam sistem pencernaan. Nitrogen hasil fermentasi ini
> disebut sebagai non-protein nitrogen (NPN). Nah melamin ini dianggap bisa
> menjadi sumber non-protein nitrogen (NPN). Meskipun hal ini masih menjadi
> kotroversi.
> Sayangnya, demi mendapat keuntungan lebih, hal ini juga dilakukan pada
> susu. Melamin ditambahkan sebagai aditive sumber NPN. Padahal jelas-jelas
> manusia berbeda dengan sapi dan ruminant lainnya. Sistem pencernaan manusia
> tidak memiliki bakteri yang dapat melakukan fermentasi seperti pada sapi.
> Alih-alih dapat meningkatkan asupan nitrogen, melamin malah menyebabkan
> keracunan seperti yang terjadi di China baru-baru ini.
> Selain itu juga penambahan melamin di 'atas kertas' memang betul-betul
> dapat menaikkan kandungan protein. Analisa protein biasanya dilakukan dengan
> metode kjeldahl, <http://en.wikipedia.org/wiki/Kjeldahl_method> mengukur
> jumlah nitrogen yang kemudian dikonversi menjadi jumlah protein dengan suatu
> tetapan standar. Saat dilakukan uji analisa kandungan protein, hasil
> menunjukkan kandungan nitrogen yang besar. Padahal sebenarnya angka tesebut
> diperoleh bukan hanya dari protein, namun juga melamin. Karena melamin ini
> memiliki gugus nitrogen, maka jumlah nitrogen yang terukur akan semakin
> bertambah dan otomatis akan membuat kandungan protein seolah-olah tinggi.
> Kandungan protein yang tinggi memang biasa dijadikan parameter untuk
> menentukan kualitas susu. Sehingga bila di atas kertas suatu produk susu
> mempunyai jumlah protein yang besar, dapat dikatakan ia mempunyai kualitas
> yang baik. Maka produsen-pun berusaha agar produknya memiliki kandungan
> protein yang tinggi.
> Lantas dimana bahaya zat melamin ini?
> Melamin mempunyai LD50 >3000 mg/kg berdasar data percobaan terhadap tikus.
> Melamin dapat membuat iritasi bila terhisap dan bila kontak dengan mata atau
> kulit. Melamin juga dapat mengakibatkan kerusakan pada reproduksi, kandung
> kemih, dan batu ginjal. Juga dapat menyebabkan kanker.
> Ini adalah bukti nyata bahwa yang namanya sintetis buatan manusia pasti
> suatu saat ada kesalahannya. ASI jauh lebih baik dari susu formula. Ini yang
> harus di ingat oleh para ibu. Jadi apabila tidak dalam kondisi darurat
> (misal: ASI tidak keluar) sebaiknya ASI menjadi pilihan utama bagi bayi.
> Selain itu juga, hati-hatilah pada alat makan yang terbuat dari melamin.
> karena seperti halnya plastik, alat makan dari melamin juga dapat berbahaya
> dan menjadi tempat bermigrasinya zat-zat berbahaya ke dalam makanan. Baca
> tentang bahaya alat makan dari melamin di http://www.depkes. go.id/index.
> php?option= articles&task=viewarticle&artid=286&Itemid=3
>  http://wahyuriyadi. blogspot. com/2008/ 09/melamin- additive- pada-susu.
> html<http://wahyuriyadi.blogspot.com/2008/09/melamin-additive-pada-susu.html>
>
>
>


-- 
-Commonwealth Life-
Memberi Kepastian di saat yang tidak pasti
Telp. (021) 99294272

<<ATT04538.gif>>

Kirim email ke