saya ambil sus di sana 2x juga. yang pertama, waktu sy mau ke dokter jam 6 pagi ehhhh dia malah mingkem di kamar selain bau mulut ampun2an... jijik
yang kedua, seenak jidat duduk di ranjang saya depan saya... berarti kalau gak ada saya jangan2 dia rebahan di ranjang saya...tidurrrrrrrr selama di mobil... enak sampe rasanya pengen saya tendang keluar dari mobil... akhirnya, saya tuker ama pembantu... namanya ami.. maling... maling maling... saya bisa buktikan ada surat pernyataan dia dll bahwa dia benar mencuri di rumah saya. better stay away dari citra kartini... --- In [email protected], caishie sabrina <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > dear momsz, > > maaph ni..bukannya merendahkan atau gmn....tp...aku rada gak percaya sama yang namanya GAKIN menurut saya GAK BERGUNA SAMA SEKALI DI RUMAH SAKIT PUN PASIEN GAKIN SEPERTI DI MASA BODOHKAN....TIDAK DIPERHATIKAN KASIHAN SEKALI ORANG2 TIDAK MAMPU,secara baru2 ini kebetulan saudara dari pihak suami ada yg menggunakan kartu itu{tidak semua saudara beruntung},kebetulan juga dia dari keluarga kurang mampu...dan dari daerah pula.cerita nya dia mau berobat langsung ke rscm karena rs didaerah sudah tidak sanggup dan diberi rujukan ke rscm....,wah....kasiannn...bgt momsz....di rscm dia di bikin pontang-panting tanpa kepastian...sampe sekarang dia mau operasi....blm juga bisa....padahal...setelah...kejadian pontang-panting selama 1 minggu lebih..akhirnya dia berusaha cari dana {mungkin pinjem sana-sini}dan berobat dengan biaya sendiri....tp...tetap saja kalau berobat di rscm susah sekali.... > > maaf kalau info ini tidak membantu..ini berdasarkan pengalaman saudara saya saja... > > caishiesuryana > > > > ----- Original Message ---- > From: Yetty Woro Pristiwi <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Friday, September 5, 2008 3:30:25 AM > Subject: Re: [parentsguide] Pengalaman buruk dengan YAYASAN CITRA KARTINI, Bintaro... > > > Sekedar saran nih...kalo ngak keberatan lebih baik buat kartu Askeskin or kartu Gakin /keluarga miskin untuk Asih.... Bisa gratis lho mams biaya pengobatannya. .. > allow...buat yang tau cara pembuatan kartu Gakin ..or kerja di Dinkes tolong kasih tahu Cara buatnya..setahuku buat keterangan tidak mampu RT/RW trus ke kelurahan,kecamatan cari tahu dikantor kelurahan or kecamatan mungkin bisa bantu mams > > --- On Thu, 9/4/08, Irarosa Ardhi <irarosa_ardhi@ yahoo.com> wrote: > > From: Irarosa Ardhi <irarosa_ardhi@ yahoo.com> > Subject: [parentsguide] Pengalaman buruk dengan YAYASAN CITRA KARTINI, Bintaro... > To: [EMAIL PROTECTED] com, ayah-bunda-anak@ yahoogroups. com, ayahbunda-indonesia @yahoogroups. com, balita-anda@ yahoogroups. com, Konsultasi-Anak@ yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] s.com, [EMAIL PROTECTED] ups.com, baby-psychology@ yahoogroups. com, balita-anda@ yahoogroups. com, balita-kita@ yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] com, berbadan-dua@ yahoogroups. com, hypno-birthing@ yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] .com, pelangi-jakarta@ yahoogroups. com, parentsguide@ yahoogroups. com, sentralaktasi@ yahoogroups. com > Date: Thursday, September 4, 2008, 3:10 PM > > > Dear mods, > > Jika diizinkan mohon email ini di release Email ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan pihak tertentu, saya sharing pengalaman pribadi saya hanya untuk mengingatkan teman2 untuk lebih berhati-hati dalam memilih yayasan dan menetiti pasal-pasal perjanjiannya. > > Saya mengambil suster infal pada Yayasan Citra Kartini pada tanggal 30 Agustus 2008, dengan membayar admin Rp. 750.000 dan Gaji suster 1 bualn dibayar dimuka Rp. 1.100.000. Singkat cerita pada tanggal 3 September 2008 suster tersebut (Asih) jatuh sakit sehingga harus saya larikan ke RS Pertamina karena sakit perut sampai menangis dan teriak2 dan pingsan. Saya tiba di UGD sekitar pukul 15.30, setelah keadaan tenang saya menghubungi pihak Yayasan, untuk meminta pihak Yayasan datang untuk melihat kondisi Asih. Pihak yayasan tidak menanggapi dan hanya dijawab dengan "Jika susternya sudah tidak bisa bekerja dikembalikan saja ke yayasan bu". > Karena Asih harus di infus dan hasil darah baru bisa keluar satu stengah jam. Saya minta bantuan tenaga dari yayasan untuk menunggui Asih karena saya masih mempunyai bayi berusia 3 minggu yang harus saya susui. Telp kedua ini diangkat oleh bapak Joko, dia menjawab sedang dibicarakan dengan atasan. > Kira2 1 jam saya baru dihubungi kembali oleh pihak Yayasan dan mereka akan mengirimkan baby sitter untuk menunggui Asih, saya merasa keberatan karena saya ingin pihak yayasan yang datang. Mereka menolak. Saya minta berbicara dengan pemilik yayasan Bapak Eddy. Setelah saya jelaskan masalahnya Bapak Eddy malah bilang "Kami akan megirimkan orang untuk menunggu Asih (sesama BS) tetapi ibu harus mengganti Rp. 50.000 perhari untuk membayar org yang menunggui tsb". Saya merasa keberatan masa saya harus membayar lagi untuk org yang menunggu.. Dengan dalih ada pasal "BERKEWAJIBAN MEMBERIKAN PENGOBATAN PENUH APABILA TENAGA KERJA SAKIT, TERKECUALI TINDAKAN OPERASI DITANGGUNG OLEH KELUARGA" Yayasan merasa tidak perlu bertanggung jawab dalam bentuk apapun dalam hal ini. > Yang saya minta bukanlah bantuan materi, melainkan bantuan untuk duduk sama2 dan membicarakan bagaimana penyelesaiannya mengingat kondisi Asih cukup memprihatinkan. > Setelah hasil lab keluar dokter mengatakan Asih menderita Pangkreatitis akut yang dapat menyebabkan pangkreasnya dapat pecah sewaktu-waktu, dan kemungkinan harus dirawat di ICU. Karena sudah terlanjur kesal dengan Yayasan saya hanya memberi kabar lewat sms dan minta no telp keluarga Asih yang bisa dihubungi. Sms ini hanya dijawab "keluarga sedang dihubungi". > Sampai Asih dipindah keruang perawatan pihak yayasan belum memberi kabar. Saya menghubungi sendiri pihak keluarga Asih, dan pada saat saya menghubungi mereka belum menerima kabar dari yayasan. > > Hal ini membuat saya banyak bertanya-tanya? Apakah begini pelayanan di Yayasan sebesar Citra Kartini yang sanggup memasang iklan hampir disetiap edisi majalah Ayahbunda? Dimana pertanggungan jawabnya terhadap saya sebagai konsumen? Dimana pertanggungan jawabnya terhadap Asih sebagai salah satu anggotanya? Dimana tanggung jawabnya kepada keluarga Asih? Selama percakapan saya di telp tidak ada satu patah katapun dari pihak yayasan yang menanyakan bagaimana keadaan Asih, yang mereka ributkan hanyalah masalah administrasi. Seakan-akan mereka takut harus membayar biaya pengobatan Asih dan mereka mau lepas tangan. Dimana hati nuraninya? Nyawa manusia dipertaruhkan, bagaimana saya bisa mengembalikan ke yayasan dalam keadaan seperti ini? Apakah saya kembalikan dengan ambulance? Yayasan ini menganggap enteng semuanya, manusia disamakan dengan barang. > > Saya tidak minta yayasan untuk membiayai pengobatan Asih, saya hanya minta pihak yayasan untuk duduk bersama, melihat kondisi Asih, dan mencari penyelesaiannya. > > Sampai hari ini baru tadi pagi pihak yayasan menghubungi saya menanyakan kondisi Asih yang sepertinya juga basa-basi, karena tidak ada respon apapun setelah saya menyatakan kondisi Asih yang cukup memprihatinkan, makan & minum melalui selang dihidung, diinfus, menggunakan kateter dan salah satu obatnya harganya 1,3jt perhari, hanya untuk satu obat, belum termasuk biaya RS, dokter, dll > > Saya hanya ingin mengingatkan kepada teman2 untuk lebih berhati-hati dalam memilih yayasan, dan mereview setiap perjanjian yang akan ditanda tangan, dengan pasal diatas pihak yayasan merasa bisa lepas tangan, padahal saya memperjakan Asih hanya sebagai infal dan dia baru bekerja dirumah saya selama 4 hari > > Mudah2an apa yang terjadi pada saya tidak menimpa orang lain. Saat ini Asih masih dirawat di RS. Saya mohon doanya agar Asih cepat sembuh. Thx. > > > Irarosa Ardhi Boediono >

