Satu lagi..Kisah yg kita jg akan menghadapinya
Cerita dibawah pas banget nih, sama lagunya UNGU.
buat renungan sebelum pulang...
Andai Ku Tahu....( UNGU )
Andai ku tahu
Kapan tiba ajalku
Ku akan memohon
Tuhan tolong panjangkan umurku
Andai ku tahu
Kapan tiba masaku
Ku akan memohon
Tuhan jangan Kau ambil nyawaku
Aku takut akan semua dosa-dosaku
Aku takut dosa yang terus membayangimu
Andai ku tahu
MalaikatMu 'kan menjemputku
Izinkan aku mengucap kata taubat padaMu
Reff I I: Aku takut akan semua dosa-dosaku
Aku takut dosa yang terus membayangimu
Ampuni aku dari segala dosa-dosaku
Ampuni aku menangisku bertaubat padaMu
Aku manusia yang takut neraka
Namun aku juga tak pantas di surga
Andai ku tahu
Kapan tiba ajalku
Izinkan aku mengucap kata taubat padaMu
"KISAH YANG MUNGKIN NYATA"
Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk
bersantai sambil melepas penat. Sepertinya
saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung shalat.
Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam
kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin
dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka saya.
Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan
tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri
di depanku.
Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum sempat
bertanya.....siapa dia...tiba2 saya merasa
dada saya sesak... sulit untuk bernafas....
namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.
Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari
dadaku......terus berjalan.....
kekerongkonganku....sakittttttttt........sakit...... rasanya. Keluar
airmataku menahan rasa sakitnya,.... Oh Tuhan !
ada apa dengan diriku.....
Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk
keluar dari tubuhku...
kkhh.........khhhh..... kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat
sakit
Seolah tak mampu aku menahan benda tadi... Badanku gemetar... peluh keringat
mengucur deras.... mataku
terbelalak.....air mataku seolah tak berhenti.
Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku
melihat benda tadi dibawa oleh orang
misterius itu...pergi...berlalu begitu saja....hilang dari p anda ngan.
Namun setelah itu.........aku merasa aku jauh lebih Ringan, sehat, segar,
cerah... tidak seperti biasanya.
Aku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah,
tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ
aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang
kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya
membiru. siapa dia???????... Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil
menangis... mereka menjerit...histeris
...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi...
Siapa dia.............????????
Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan....
dia........dia.......dia mirip dengan aku....ada apa ini
Tuhan...????????
Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba merangkul
anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba
jelaskan kalau itu bukan aku.
Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak.....tapi
mereka seolah tak mendengarkan aku seolah
mereka tak melihatku...
Dan mereka terus-menerus menangis....aku sadar..aku sadar bahwa orang
misterius tadi telah membawa rohku Aku telah
mati...aku telah mati.
Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis....berteriak......
Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama
hidupku belum banyak yang kulakukan untuk
membahagiakan mereka. Belum banyak yang bisa kulakukan ! untuk membimbing
mereka.
Tapi waktuku telah habis.......masaku telah terlewati.... aku sudah tutup
usia pada saat aku
terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.
Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus
bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.
Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum
ibadah.
Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca
E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia.
Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa &
berbuat kebaikan sehingga bila maut
menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih siap.
====================================================
Sebarkan e-mail ini ke 5 orang terdekat Anda, dan mintalah mereka untuk
melakukan hal yang sama. Cukup lima saja!
Ini bukan surat ancaman berantai. Yang jelas jika Anda tidak meneruskan
e-mail ini, maka Anda telah menyia2 kan
kesempatan untuk saling menasihati Jika Anda lakukan dengan ikhlas maka Anda
akan menuai kebaikan.
Mari berlomba dalam kebaikan.
====================================================
Cheers,
Shinta

