Hamil, Dari Masalah Seks Sampai Sepatu Hak Tinggi
Hamil merupakan sebuah pengalaman yang sangat mengesankan bagi setiap wanita. 
Apalagi kehamilan pertama. Mereka akan merasakan aneka perubahan yang terjadi 
dalam dirinya.
Nah, pertanyaan apa saja yang biasa mereka lontarkan saat bertemu bidan atau 
dokter? Berikut penjelasan dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG. :
Apakah kehamilan saya sehat?
Pertanyaan semacam ini biasanya muncul dari calon ibu yang menikah di atas usia
40 tahun yang dikenal rawan untuk hamil. Pertanyaan tadi baru terjawab setelah 
hamil. Dilakukan pemeriksaan kehamilan, menyangkut janinnya, misalnya down 
sindrom atau kelainan genetik lainnya.
Pertanyaan senada juga sering diungkapkan oleh pasangan yang berasal dari 
keluarga dengan penyakit-penyakit seperti thalasemia, infeksi TORCH 
(toksoplamosis, rubella, chlamidia, dan herpes, Red.), dan diabetes mellitus.
Melalui konseling pranikah atau prahamil, akan dilihat apakah pasangan mengidap 
atau membawa sifat dari penyakit tersebut. Jika ada, sebaiknya penyakit diatasi 
dulu. Setidaknya dikontrol agar tidak mengganggu kehamilan dan persalinan. 
Misalnya, kadar gula. Normalnya 10 ­ 12 gram persen. Jika lebih, bisa 
menyebabkan giant baby dan bila kurang akan menimbulkan anemia. Di sinilah 
perlunya konsultasi secara teratur.
Penyakit yang sama seriusnya adalah thalasemia. Untuk mengetahui apakah 
pasangan itu carrier (pembawa sifat) atau bukan, perlu dilakukan tes thalasemia 
kepada pasangan. Gangguan lain yang cukup populer adalah infeksi TORCH. Meski 
yang dijaring adalah TORCH yang baru dialami (akut), namun infeksi lampau 
(kronis) tetap diperhitungkan.
Jika terdapat infeksi lampau, dokter biasanya akan mempersiapkan imunomodulator 
untuk memperkuat sistim kekebalan tubuh, supaya tidak terjadi reaktivasi. 
Infeksi lampau bisa saja muncul, terutama toksoplasma yang menyebabkan 
toksoplasmosis yang memang tidak bisa hilang sama sekali. Parasit ini sulit 
dibasmi dan di dalam tubuh biasanya tinggal di organ hati. Bila suatu ketika 
daya tahan tubuh menurun, kuman bisa aktif kembali. Repotnya, jika kuman aktif 
saat hamil, bisa menyerang janin dan menimbulkan kecacatan.
 
Apakah anak saya bakal jadi anak cerdas?
Pertanyaan ini sulit. Paling-paling dokter hanya bisa menganjurkan agar tetap 
hamil lalu menyarankan agar calon ibu menghindari hal-hal yang dapat menganggu 
perkembangan otak janin. Misalnya, saat hamil menghindari obat-obatan, 
antibiotika, penurun panas, jamu-jamuan. Kemudian lakukan perangsangan 
perkembangan janin dengan musik, diajak berbincang-bincang, diberi DHA 
(Docosahexaenoic Acid).
Selanjutnya pada proses persalinan pun calon ibu harus dihindarkan dari trauma.
 
Bisakah memilih jenis kelamin?
Sperma yang membawa bibit lelaki berenang lebih cepat dibanding sperma yang 
membawa bibit perempuan. Jadi, bisa dilakukan dengan cara menghitung masa subur 
calon ibu. Kalau hubungan intim dilakukan berdekatan dengan masa subur, 
kemungkinan besar akan mendapat anak lelaki. Sebaliknya, bila ditunda lebih 
jauh dari masa subur, mungkin beberapa hari sebelum atau sesudah masa subur, 
diharapkan bisa mendapat anak perempuan meski perhitungan ini seringkali 
meleset.
Cara lain yang bisa ditempuh adalah melalui upaya inseminasi. Mula-mula 
dilakukan separasi sperma, yaitu memisahkan antara sperma yang membawa bibit 
lelaki dan bibit perempuan. Kebetulan berat molekul kedua jenis sperma ini 
berbeda sehingga dengan mudah dipisahkan dengan cara sentrifugasi Nah, kalau 
ingin bayi lelaki, sperma yang membawa bibit lelaki disuntikkan ke dalam rahim 
calon ibu. Begitu pula sebaliknya.
Berkaitan dengan jenis kelamin, kalau ingin mengetahui jenis kelamin janin, 
dapat diketahui melalui penampilan kulit calon ibu saat hamil. Tentu saja ini 
tidak ada dalam buku teks kedokteran. Kalau kulit calon ibu terlihat bersih 
selama hamil, pigmennya tidak terlalu menonjol, maka janinnya perempuan. 
Sebaliknya, kalau hamil janin lelaki, biasanya kulit ibunya lebih gelap, 
pigmennya relatif lebih banyak, dan kulit leher lebih gelap.
 
Apa saja yang harus dipantang?
Begitu dinyatakan hamil, biasanya dokter akan mengingatkan agar berhati-hati 
mengonsumsi obat-obatan. Setidaknya, konsultasikan dulu ke dokter atau bidan.
Selama hamil ada beberapa gangguan yang sering muncul, misalnya batuk, flu, dan 
demam. Dokter akan menjelaskan perlu-tidaknya menggunakan obat dan antibiotika. 
Soalnya, tubuh pun sebenarnya sudah memiliki sistem pengaman alamiah dan mampu 
mengatasi infeksi sampai batas tertentu.
Sementara untuk makanan, terutama yang mengandung soda, makanan pedas, 
sebaiknya dihindarkan. Makanan pedas bisa menyebabkan diare, sehingga tubuh 
bisa kekurangan cairan dan elektrolit yang berakibat buruk pada kehamilan. 
Jadi, makanan pedas bisa berdampak buruk terhadap kehamilan. Demikian pula 
minuman yang mengandung soda, tidak menguntungkan lambung. Tapi kalau dikaitkan 
dengan unsur-unsur di dalamnya, minuman ringan tersebut tidak baik untuk janin. 
Lagipula, kadar gula di dalam minuman yang mengandung soda tidak bisa kita 
kontrol.
 
Masih bolehkah berhubungan intim?
Usia kehamilan dibagi menjadi tiga periode yang disebut trimester. Pada 
trimester pertama, saat kehamilan masih lemah, kalau ada riwayat perdarahan 
berupa bercak sebelum atau setelah melakukan hubungan intim malah terjadi 
kontraksi yang hebat, lebih baik jangan dulu melakukan hubungan intim selama 
trimester pertama. Sebaliknya, menjadi tidak masalah kalau riwayat perdarahan 
tidak ada.
Ini berkaitan dengan sperma yang mengandung hormon prostaglandin. Hormon ini 
sering menyebabkan kontraksi pada rahim. Kalau hamil, rahim akan lebih mudah 
kontraksi. Akibatnya, tempat melekatnya ari-ari bergeser dan bisa menyebabkan 
perdarahan. Karena itu jangan lagi ditambah dengan prostaglandin dari sperma 
agar tidak terjadi kontraksi.
Begitu juga kalau ada infeksi di saluran vagina, infeksinya harus diatasi dulu. 
Sebab, hubungan intim membuat infeksi bisa terdorong masuk ke dalam rahim yang 
bisa membahayakan janin.
Hubungan intim akan lebih aman bila sudah memasuki trimester kedua, di mana 
janin sudah mulai besar, sudah keluar dari rongga panggul, dan ari-ari sudah 
melekat pada dinding rahim, sehingga umumnya tidak mengganggu saat hubungan 
intim. Jadi, boleh saja melakukan hubungan intim.
Memasuki trimester ketiga, janin sudah semakin besar dan bobot janin semakin 
berat, membuat tidak nyaman untuk melakukan hubungan intim. Di sini diperlukan 
pengertian suami untuk memahami keengganan istri berintim-intim. Banyak, lho, 
suami yang tidak mau tahu kesulitan sang istri. Jadi, suami pun perlu diberikan 
penjelasan tentang kondisi istrinya. Kalau pasangan itu bisa mengatur, pasti 
tidak akan ada masalah. Hubungan intim tetap bisa dilakukan tetapi dengan 
posisi tertentu dan lebih hati-hati.
 
Kenapa sering buang air kecil?
Keluhan ini biasanya muncul saat memasuki trimester ketiga. Saat itu kepala 
janin sudah mulai menekan pinggul dan mendesak kandung kemih. Dalam satu malam, 
ibu hamil bisa 3 - 4 kali ke kamar mandi. Keluhan ini normal, sehingga tidak 
ada yang bisa dilakukan untuk mengatasi selain lebih sering ke kamar mandi.
 
Kaki, kok, sering kram?
Mengingat bobot tubuh selama kehamilan meningkat pesat, tungkai bawah sering 
kram karena relaksasinya kurang. Ini lazim terjadi, terutama memasuki trimester 
ketiga. Selama melakukan aktivitas, tungkai bawah menopang bobot tubuh yang 
lebih berat. Di sinilah peran suami untuk membantu meregangkan otot tersebut 
dengan memijit untuk mengurangi kram tadi. Tidak apa-apa dipijit, selama yang 
dipijit adalah otot-otot di punggung, bahu, tumit, dan kepala. Dengan dipijit, 
membuat otot-otot tadi menjadi relaks.
 
Kenapa muncul garis-garis di kulit perut?
Garis-garis tadi timbul akibat meningkatnya hormon kehamilan yang membuat kulit 
perut menjadi tidak elastis. Dokter biasanya menganjurkan agar menggunakan krim 
prenatal yang gunanya melembabkan kulit sehingga menjadi elastis. Krim ini 
seyogianya sudah dipersiapkan sejak awal kehamilan. Selain krim, bisa juga 
oleskan minyak zaitun sehingga kulit lebih lembab dan lebih elastis.
 
Kenapa jadi sering berkeringat?
Ini akibat metabolisme tubuh yang meningkat dan dikeluarkan berupa keringat, 
ditambah dengan cuaca panas membuat calon ibu berkeringat di malam hari. Tak 
ada yang bisa dilakukan selain lebih banyak istirahat dan lebih sering mandi. 
Karena meningkatnya jumlah cairan yang hilang melalui keringat, dianjurkan 
menambah pemasukan cairan, dengan banyak minum.
 
Masih bolehkah menggunakan sepatu hak tinggi?
Pada akhir trimester kedua dan awal trimester ketiga, kehamilan mulai besar dan 
mulai timbul keluhan sakit pinggang. Yang repot, calon ibu sering ingin 
terlihat cantik lalu pakai sepatu hak tinggi.
Dokter biasanya akan memberitahu, tindakan itu tidak menguntungkan. Soalnya, 
kalau perut membesar, tubuh akan terdorong ke depan. Untuk menghindari dorongan 
ke depan, sebagai kompensasi dia akan menekuk punggung ke belakang untuk 
menahan dorongan ke depan. Sementara kalau masih mengenakan sepatu hak tinggi, 
akan menambah dorongan untuk condong ke depan. Alhasil, kompensasi untuk 
menekuk punggung ke belakang semakin kuat pula. Ini jelas akan membuat calon 
ibu lekas capek. Jadi, sebaiknya hindari sepatu hak tinggi selama hamil. 
(www.hypno-birthing. web.id)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke