Artikel bgs nich buat para mommy

Cheers, 
Shinta 


   

                        Anak anda sering marah dengan emosi
tinggi seperti  

                        memukul atau berteriak-teriak ? Jika
YA, anda perlu  

                        melakukan hal-hal berikut... 

   

                       Oleh: Taufan Surana  

   

   

                  Apakah anda pernah mengalami kejadian
berikut ?  

   

                  Anda dan si kecil anda berjalan-jalan ke
mall atau makan di  

                  restaurant. Karena suatu hal yang sepele
si kecil anda  

                  ngambek, marah dan berteriak-teriak minta
pulang. Ketika anda  

                  anda berusaha membujuknya, si kecil anda
justru semakin  

                  meledak emosinya, memukul atau melempar
apa saja yang ada di  

                  sekitarnya.  

   

                  Mungkin anda tidak pernah mengalami
kejadian seperti di atas,  

                  tapi kemungkinan besar anda mengalami hal
yang hampir sama.  

                  Mengapa hal ini terjadi ?  

   

                  Menurut banyak ahli perkembangan dan
psikolog anak, hal ini  

                  sering terjadi karena anak mengalami
frustasi dengan  

                  keadaannya sedangkan dia tidak mampu
mengungkapkan perasaannya  

                  dengan kata-kata atau ekspresi yang
diinginkannya. Hal ini  

                  sering dialami oleh anak usia 2-3 tahun.  

   

                  Mengapa ? Anak usia tersebut biasanya
sudah mulai mengerti  

                  banyak hal dari yang didengar, dilihat
maupun dialaminya,  

                  tetapi kemampuan bahasa atau berbicaranya
masih sangat  

                  terbatas.  

   

                  Apa yang bisa anda lakukan ?  

   

                  1. JANGAN ikutan marah !  

   

                  Saat anak anda sedang mengalami ledakan
emosi, baik dengan  

                  teriakan maupun tindakan fisik lainnya,
dia tidak akan bisa  

                  menerima alasan atau bujukan, tetapi
justru terhadap apapun  

                  yang anda lakukan anak akan merespons
secara negatif.  

                  Kemudian, jika anda tidak bisa menahan
emosi, anda akan ikutan  

                  marah, dan mungkin anda akan meninggalkan
anak anda sendirian.  

   

   

                  Jangan lakukan itu ! Anak anda akan merasa
bahwa anda telah  

                  mengabaikannya, dan semakin membuat anak
merasa ketakutan  

                  dengan apa yag terjadi.  

                  Anak akan merasa lebih tenang jika anda
tetap berada di  

                  dekatnya. Jika memungkinkan, gendong atau
peluk anak anda  

                  sehingga dia akan lebih cepat menenangkan
diri.  

   

                  2. Anda yang tetap memegang kendali  

   

                  Jangan mengikuti permintaan anak yang
tidak realistik atau  

                  tidak bisa anda terima hanya untuk
menghindari ledakan emosi  

                  anak. Hal ini sering terjadi di
tempat-tempat umum seperti  

                  mall, yang mana pada saat anak minta
sesuatu anda tidak  

                  mengijinkannya, tetapi begitu anak mulai
meledak emosinya anda  

                  akan mengabulkannya karena malu dengan
lingkungan.  

   

                  Jadi, jika memang anak meminta sesuatu
yang diluar toleransi,  

                  kita harus tegas mengatakan ''TIDAK''.
Jika anak menjadi marah  

                  besar dan mulai memukul ataupun tindakan
lain yang  

                  membahayakan, bawalah dia ke tempat yang
lebih aman hingga  

                  anak menjadi tenang. Katakan bahwa dia
dibawa ke tempat  

                  tersebut karena tindakannya yang
membahayakan. Selama anak  

                  belum tenang, jangan memberikan nasehat
atas tindakannya,  

                  tetapi fokuskan hanya untuk menenangkan
dirinya. Tentunya anda  

                  mengatakannya tanpa emosi ataupun bernada
memarahinya.  

   

                  Memang, pada saat membaca tulisan ini kita
bisa mengerti, tapi  

                  begitu mengalaminya langsung kemungkinan
besar kita lupa  

                  dengan apa yang seharusnya kita lakukan.  

   

                  Jadi bagaimana ?  

   

                  Ketika anak anda mulai meledak emosinya,
katakan pada diri  

                  anda sendiri, ''Ini kejadian yang wajar.
Saya tahu cara  

                  menghadapinya !''. Kemudian ingatlah
tulisan ini.. :)  

   

                  Selain hal di atas, masih ada beberapa hal
PENTING lagi yang  

                  HARUS anda lakukan supaya anak anda
mengerti dan memahami apa  

                  yang sudah terjadi. Juga, tindakan anda
untuk mencegah  

                  terjadinya ledakan kemarahan yang terlalu
sering. 















 




      

Kirim email ke