Dear all,
Fyr,..mengenai puyer dari milis sebelah .sudah pernah juga ditayangkan di TV.tetapi lupa stasiun mana dan kapan. Smoga mendapat pencerahan. Rgds, Niken :: _____ Subject: [sehat] : Re: Say NO to Puyer! copy dari makalah Ida Hafiz, Dra, Apt.,Msi di seminar "Puyer Quo Vadis " Alasan praktisi ( di Indonesia ) yg tidak setuju peresepan puyer untuk anak : a) Praktek pembuatan puyer terkain violation terhadap : (1) praktek pembuatan obat yg benar alias Good manufacturing practice (GMP) dan (2) praktek peresepan yg benar alias Good precribing pratices (GPP) b) Obat racikan meningkatkan kemungkinan efek samping dan interaksi obat c) Apabila produk sirup untuk anak tidak dipakai, karena dianggap dosisinya kurang tepat ke berat badan, harus diingat bahwa ada range of therapeutic dose dan margin of safety pada pemakaian obat. d) Karena dalam satu pulveres terdapat lebih dari satu obat, maka yg ditakutkan adalah adanya interaksi antar obat tersebut e) Waktu yg dibutuhkan untuk penyediaan obat dalam bentuk puyer lebih lama dibandingkan tablet akan membuat kualitas pelayanan berkurang. f) Pada pembagian pulveres tidak ditimbang satu persatu untuk tiap bungkus, ada kemungkinan berat antara satu bungkus dengan bungkus lain tidak sama g) Kemungkinan kesalahan manusia dalam pembuatan obat racik puyer tidak dapat diabaikan, misalnya kesalahan menimbang obat atau membagi puyer dalam porsi2 yg tidak sama besar. h) Sulit melakukan kontrol kualitas pada pembuatan obat racikan puyer i) Stabilitas obat tertentu dapat menurun bila bentuk aslinya digerus, misal bentuk tablet salut selaput ( film coated ), tablet salut selaput ( enteric coated )atau obat yg tidak stabil ( misalnya asam klavunat ) dan obat yg higroskopis ( misalnya preparat yg mengandung enzim pencernaan ) j) Toksisitas obat dapat meningkat, misalnya preparat lepas lambat bila digerus akan kehilangan sifat lepas lambatnya. k) Efektivitas obat dapat berkurang karena sebagian obat akan menempel pada blender/mortir dan kertas pembungkus. Hal ini terutama terjadi pada obat-obatan yg dibutuhkan dalam jumlah kecil, misal puyer yg mengandung klorpromazin. l) Pembuatan obat puyer menebabkan pencemaran lingkungan yg kronis dibagian farmasiakibat bubuk yg berterbangan ke sekitarnya. Hal ini dapat merusak kesehatan petugas setempat. m) Obat racikan puyer tidak dapat dibuat dengan tingkat higienis yg tinggi sebagaimana obat yg dibuat pabrik karena kontaminasiyg tidak terhindarkan pada waktu pembuatannya. n) Pembuatan obta racikan puyer membutuhkan biaya lebih mahal karena menggunakan jam kerja tenaga dibagian farmasi sehingga asumsi bahwa harganya lebih murah belum tentu tercapai 0) Dokter yg menulis resep sering kurang mengetahui adanya obat yg tidak boleh dibuat puyer seperti preparat enzim p) Peresepan obat racik puyer meningkatkan kecenderungan penggunaan obat irasionalkarena penggunaan obat polifarmasi tidak mudah diketahui pasien q) Off label use terjadi pada praktek-praktek kefarmasian di apotek seperti meracik/ menggerus tablet untuk dijadikan puyer atau dimasukkan dalam sirup untuk sediaan anak, atau menggerus tablet atau kaplet untuk dijadikan salep atau krim r) puyer sarat & kental dengan masalah safety dan kualitas s) Di Jakarta ada 2 RS swasta yg melarang praktek pembuatan puyer namun dapat resistensi dari providernya t) Kestabilan obat racikan dibandingkan obat buatan pabrik lebih rendah. sedangkan alasan setuju puyer al : di singkat ya capek nih nulisnya ..... - mudah mengatur dosis & kombinasi obat - dosis dpt disesuaikan denga berat badan - lebih murah - lebih simpel karena beberapa obat sudah dibungkus menjadi satu - gampang diberikan pada anak yg susah menelan tablet - kalo pake sirup khawatir tumpah waktu minum, takaran sendok tidak sama, harus dikocok dahulu - agar tidak bermasalah perlu dibuat SOP pembuatannya saya sih sempat sakit hati waktu diseminar di tampilkan puluhan copy resep /puyer yg terdiri dari 2 ~ 15 macam obat hanya untuk common problem pada balita. So puyer memang sudah saatnya diberantas. thanks, samsul - kaos NO PUYER nya udah lecek keseringan dipake buat kampaye di angkot, terminal, mall. [

