Tapi ko Orangutan banyak yang buncit yaaa....  

-----Original Message-----
From: Yuky ( PCI ) [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, October 29, 2008 3:54 PM
Subject: FW: Pisang, pisang pisang pisang pisang pisang pisang pisang
pisang pisang pisang pisang

 



li.. git.. 

tuh,, makan pisangnya jangan siang,, tp pagi....

Mau coba nihh?? ;pp



--- On Tue, 10/28/08, Administrasi_QS_QA/CKR/KLBF/[EMAIL PROTECTED]
<Administrasi_QS_QA/CKR/KLBF/[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Administrasi_QS_QA/CKR/KLBF/[EMAIL PROTECTED]
<Administrasi_QS_QA/CKR/KLBF/[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Pisang, pisang pisang pisang pisang pisang pisang pisang pisang
pisang pisang pisang
To: 
Date: Tuesday, October 28, 2008, 2:08 AM


Pisang, Cara Baru untuk Berdiet
Jum'at, 24 Oktober 2008 | 09:29 WIB

TEMPO Interaktif, Tokyo: Bagi Anda yang jenuh melakukan berbagai cara
untuk berdiet, mengapa tidak mencoba satu lagi jurus diet yang kini
sedang ngetren di Jepang? 

Teknik diet teranyar yang dikatakan dapat menurunkan berat badan dengan
wajar dan tidak mendatangkan stres itu dinamakan "Diet Pisang Waktu
Pagi", demikian yang dilaporkan surat kabar Sydney Morning Herald. 

Caranya simpel: santaplah sebiji pisang (boleh lebih) saat sarapan pagi,
kemudian makan apa saja yang Anda suka saat makan siang atau makan malam
(sebelum jam 8 malam). Makanan ringan jam tiga sore boleh-boleh saja,
tapi jangan ada makanan penutup setelah makanan utama, serta Anda harus
tidur sebelum tengah malam.

Kiat ini bisa jadi merupakan cara paling mudah untuk diikuti di dunia.
Bahkan, kepopuleran diet tersebut menyebabkan muncul satu masalah lagi,
yaitu berkurangnya persediaan pisang yang dihadapi oleh negara Matahari
Terbit itu. 

Akibatnya, harga pisang meningkat, namun permintaan untuk buah itu tidak
menunjukkan tanda menurun dan lebih 600 ribu salinan buku mengenai diet
tersebut laris manis bak kacang goreng. 

Kegilaan ini mencapai tahap baru bulan lalu ketika sebuah stasiun
televisi di Tokyo menayangkan program televisi yang menunjukkan bekas
penyanyi opera Jepang yang gemuk, Kumiko Mori, kehilangan tujuh kilogram
berat badan selepas mengikuti diet tersebut. 

Diet itu dicetuskan Sumiko Watanabe, pakar farmasi asal Osaka, yang
begitu berminat dengan perobatan herbal Cina. Sumiko, yang juga dosen di
Universitas Tokyo, pada mulanya ingin mencari cara diet yang efektif
bagi Hitoshi, suaminya. 

Setelah enam bulan menyantap pisang di pagi hari, Hitoshi makin langsing
dengan berat badan 59 kilogram daripada sebelumnya yang mencapai 72
kilogram. 

Bobby Chandra

 
<http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2008/10/24/brk,20081024-141
853,id.html>
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2008/10/24/brk,20081024-1418
53,id.html

Gara-gara Diet Pisang, Jepang Kekurangan Stok Pisang
Jum'at, 24 Oktober 2008 | 13:53 WIB

TEMPO Interaktif, Osaka:Keiko sangat kecewa. Gadis manis berusia 21
tahun itu sudah sebulan ini berburu pisang untuk program dietnya. Dia
sudah keliling sejumlah toko dan supermarket di kotanya di Jepang, tapi
selalu kehabisan stok. "Tiap hari saya mendatangi supermarket OK tapi
sudah sebulan ini tak ada pisang di rak-rak di toko," katanya kesal.

Akai sebenarnya tidak <I>ndut-ndut<I> amat. Berat badannya cuma 45
kilogram. Badannya langsing, itu berkat hobi renangnya. Roknya pun
kecil, dia memakai Zara ukuran terkecil, XS. Dia sebenarnya tak butuh
diet. Tapi mahasiswi itu ingin mengikuti tren yang sedang mengguncang
Jepang: diet dengan sarapan pisang. Akai mendengar banyak artis yang
sukses dengan diet cara mudah ini. Itu membuat stok pisang di Jepang
benar-benar tandas

"Toko-toko besar kini tidak ada stok pisang setelah jam 12.00 atau jam
15.00, walau itu supermarket Ito Yokado (jaringan pasar swalayan besar
di Jepang)," kata Tomoyuki Horiuchi, perwakilan penjualan Tokyo Seika
Boeki, importir buah-buahan terkemuka di Jepang, kepada Time.

Keadaan itu kata Tomoyuki sudah terjadi sejak empat bulan lalu.
Gara-garanya, apalagi kalau bukan tren diet pesang. Kini permintaan
pisang di Jepang meningkat 25 persen dan pemasok pisang tak bisa
memenuhinya. "Ini keadaan darurat," kata Hiromi Ohtaki dari Dole Japan,
impotir buah-buahan di negeri tu. "Kami telah menjalankan bisnis selama
40 tahun, tapi baru kali ini terjadi."

Rezim diet sarapan pagi pisang sebenarnya sederhana saja: sarapanlah
dengan pisang (sebanyak yang anda suka) dan minur air putih yang tak
dingin. Lalu, siang dan malam makan normal seperti biasa. Pukul 15.00
boleh diselingi dengan snack, tpai jangan menyantap makanan penutup di
malam hari. dan tidurlah sebelum tengah malam.

Sumiko Watanabe, ahli farmasi di Osaka, adalah penemu diet ini. Dia
merancang proram ini untuk suaminya, Hitoshi Watanabe. Lelaki ini telah
turun 15 kilogram dengan diet ini. 

Keberhasilan diet Watanabe ini menyebar lewat jejaring sosial di
internet. Buku Diet Sarapan dengan Pisang juga meledak, laku 730 ribu
buku dan sudah diterjemahkan ke bahasa Korea dan Taiwan. 

Program ini juga makin popular setelah ditayangkan di televisi yang
menyodorkan kesaksian seorang penyanyi yang turun 7,5 kilogram dalam
enam pekan. Sehari setelah ditayangkan, stok pisang di supermarket habis
diserbu.

BS

 
<http://tempointeraktif.com/hg/fokus/2008/10/24/fks,20081024-238,id.html
>
http://tempointeraktif.com/hg/fokus/2008/10/24/fks,20081024-238,id.html

[Non-text portions of this message have been removed]

 


Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.6.16/1651 - Release Date:
9/4/2008 6:57 AM


<<image001.gif>>

Kirim email ke