Wah mbak winnie hrsnya mbak juga menyampaikan hal itu ke BWCH tuh mbak... 
Takutnya BWCH tetap merekomendasikan yayasan tsb ke ibu2 yg laen...

Jgn2 BWCH dpt fee dg merekomendasikan yayasan tsb ke ibu2 yg melahirkan 
disana... 
Powered by Telkomsel BlackBerry�

-----Original Message-----
From: "Winnie Hartoro" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Fri, 31 Oct 2008 17:17:06 
To: <[email protected]>
Subject: [parentsguide] [Sharing] YAYASAN BABY SITTER REKOMENDASI DARI 
BRAWIJAYA HOSPITAL


Dear Parents...

Pengalaman yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan baby sister
akhirnya terjadi pada saya juga. Terlebih lagi penyalurnya juga AMAT
SANGAT TIDAK KOPERATIF DAN MELEPAS TANGGUNG JAWAB.

Penyalur baby sitter ini saya dapat atas rekomendasi dari Brawijaya
Women and Children Hospital. 

Nama Yayasan: FEGA MULIA
Pemilik : Ibu ATIK 
Alamat: Jl. Buana II No.18, Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp: 769 - 8982 , 0818 - 693212 

Akhir Mei 2008 saya menghubungi Brawijaya Hospital untuk minta 
referensi penyalur baby sitter. Setelah mendapatkan no telp sang
pemilik, langsung saya hubungi. Saya utarakan kalau saya membutuhkan
baby sitter yang masih muda, dengan maksud supaya tidak cepat - cepat
minta izin keluar untuk menikah. Menurut sang pemilik, ada satu baby
sitter yang cocok dengan permintaan saya. Langsung sorenya saya dan
ibu saya datang kesana untuk menjemput si baby sitter.

Sambil menunggu si baby sitter bersiap - siap, sang pemilik
mengutarakan bahwa dia kenal baik dengan keluarga si baby sitter ini.
Jadi bisa dan akan MENJAMIN bahwa baby sitter ini akan bekerja dengan
baik dan tidak dengan mudah atau cepat keluar untuk menikah karena
menurut BELIAU si baby sitter ini amat sangat ingin bekerja.

Lalu saya diberikan formulir pendaftaran dan peraturan serta ketentuan
 dari 'YAYASAN'. Disitu tertulis bahwa jika terjadi ketidakcocokan
selama 3 bulan pertama maka  pemakai jasa akan diberikan sebanyak 1
kali penggantian. Khusus untuk point tersebut, saya lalu mengajukan
pertanya kepada SANG PEMILIK. Bagaimana kalau tiba - tiba si baby
sitter minta keluar dengan berbagai alasan setelah tiga bulan? Apa
benar - benar tidak akan dicarikan pengganti? SANG PEMILIK bilang,
khusus untuk Ibu kalau ada apa - apa setelah itu tetap akan saya BANTU.

Sampai detik ini si baby sitter baru bekerja 6 bulan di rumah kami dan
tiba2 minta pulang dengan alasan ayahnya sakit tekanan darah tinggi.
Lalu saya tanya berapa lama dia akan pulang. Dia jawab kalau ibunya
melarang dia untuk kembali bekrja alias KELUAR. Saya tekankan ke baby
sitter saya bahwa saya akan meminta pengganti dulu kepada SANG
PEMILIK, mengingat dia pernah berjanji demikian seperti yang saya
sebutkan di atas.

Tapi kenyataannya NOL BESAR. Belum lama tadi SANG PEMILIK menelpon
saya, dan mengatakan saya ini orang ANEH, karena meminta
pertanggungjwaban setelah terlalu lama memakai jasa si baby sitter.
Tentunya amat sangat TIDAK SOPAN ya. Saya yang awalnya masih berusaha
untuk berbicara baik - baik, otomatis langsung emosi. Saya rasa
siapapun akan marah kalau dibilang aneh oleh orang yang semestinya
memenuhi janji - janji surganya itu beberapa bulan yang lalu. 

Masih dengan berusaha menahan marah, saya ingatkan SANG PEMILIK apa -
apa saja yang pernah diucapkan atau dijanjikan dia terhadap saya.
Termasuk bahwa dia akan BERTANGGUNG JAWAB MENGENAI PERGANTIAN BABY
SITTER WALAUPUN SETELAH MELEWATI BATAS WAKTU YANG TERTERA YAITU 3
BULAN. Dengan seenaknya SANG PEMILIK untuk KESEKIAN KALI mengatakan
kalau saya ANEH dan mentertawakan saya. Rasanya amat sangat wajar
kalau emosi saya meledak. 
Saya: Ibu jangan mentertawakan saya. Saya hanya menagih janji Ibu. Dan
      dari tadi saya berbicara secara baik2. Kenapa jadi Ibu yang 
      marah2 dan ngatain saya aneh. Sopan amat! Saya hanya memegang 
      omongan yang keluar dari mulut Ibu waktu saya datang untuk 
      menjemput si baby sitter, bahwa ibu akan membantu saya di luar 
      batas waktu yang ditentukan. 
SANG PEMILIK: Ibu ini aneh banget. Wong udah make si suster lama 
              banget kok malah sekarang dia mau keluar saya musti  
              tanggung jawab. Disitu kan tertulis kalo cuma ada waktu 
              3 bulan. Ibu baca kan? Ibu tanda tangan kan?
Saya: Lama banget? Emang berapa lama, bu? Coba Ibu inget2, diliat lagi 
      kertasnya.
SANG PEMILIK: Ya nggak tau. Kata si suster udah 8 bulan.
Saya: 8 bulan? 8 bulan, bu??? Yang bener aja. Coba Ibu liat sendiri di 
      kertasnya. Enak aja main bilang 8 bulan.
SANG PEMILIK: (MENCOBA MENGELAK) Ya pokoknya udah melebihi 3 bulan 
              kan, bu. Di kertasnya kan jelas.
Saya: Justru karena ibu menyanggupi untuk bertanggung jawab melebihi 3 
      bulan itu makanya saya minta pertanggungjawaban ibu sekarang. 
      Walaupun cuma omongan tapi itu termasuk janji. Janji adalah 
      hutang. Dan hutang harus ditepati. Ibu kan lebih tua dari saya. 
      Mustinya ibu lebih ngerti kan? Apa Ibu mau saya tuduh    
      bahwa ini adalah konspirasi dari yayasan untuk mengeruk uang   
      dari saya?'. 
SANG PEMILIK: Ya ndak mau. 
Saya: Lha...trus kalau kejadiannya seperti ini namanya apa?
SANG PEMILIK: Ya terus Ibu maunya apa?? Mau dicariin gantinya? 
Saya: Ya jelas lah. Ada??
SANG PEMILIK: Nggak ada. (dengan nada melemah)
Saya: Nah tuh kan. Pasti alasannya gak ada. Alasan klise dari yayasan 
      tuh ya begini. 
SANG PEMILIK: Jadi Ibu maunya apa? Mau diganti uang? (DENGAN 
              NADA YANG JAUH LEBIH TINGGI DAN EMOSIONAL DARI SAYA)
Saya: Iya boleh!! 
SANG PEMILIK: Kalo gitu biarin dia pulang besok dan gak usah dikasih 
              uang!! 
Saya: (LANGSUNG BANTING TELPON)
              
Astaghfirullah....itu orang ngakunya beragama tapi kok kelakuannya
kasar begitu. Saya gak habis pikir. Saya benar - benar tidak terima
dibilang aneh. Berulang kali pula. Saya yang menjadi korban kok malah
dia yang lebih marah, lebih galak dan malah menyepelekan saya. Saya
hanya menagih janjinya dulu. Itu saja. Tidak lebih dan tidak kurang.
Kalau memang dia tidak punya pengganti dan bisa menawarkan memberikan
ganti rugi berupa uang kembali, ya kenapa tidak ditawarkan langsung di
awal pembicaraan. Jadi tidak perlu mengata2i orang yang notabene
memberi pendapatan buat dia juga. Justru buat saya dia yang ANEH.

Semoga di milis ini ada pegawai/pemilik (atau kerabat) dari Brawijaya
Children and Women Hospital. Saya amat sangat menganjurkan agar BCWH
tidak merekomendasikan yayasan itu lagi. Mungkin saja kejadian -
kejadian yang tidak mengenakkan dengan yayasan ini sudah pernah
terjadi sebelumnya, hanya saja tidak diketahui oleh pihak BCWH.


Terima kasih,

Winnie Hartoro
 



Kirim email ke