Blm slesei baca air mata sudah berlinang...

Lagu itu, lagu favorit aulia. Dulu wkt kecil aulia sering sakit, ga bs bobo.
Aku peluk, aku nenenin sambil usap2, aku nyanyiin lagu itu.
Alhamdulillah dia langsung bobo...



Bunda aulia+adam

On 11/7/08, Arnita Tatiana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
>
>
> MUJIZAT NYANYIAN SEORANG KAKAK
> (Author Unknown)
>
> Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA . Seorang
> ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana
> layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia
> 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik.
> Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka
> bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya
> itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.
>
> Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan,
> terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael
> dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk
> sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen;
> bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.
>
> Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa
> pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan
> buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya
> Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! Mami, ... aku mau
> nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.
> Mami, ... aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan
> kekuatirannya.
> Mami, ... aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta
> Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan
> Michael rengekan anak kecil.
> Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.
>
> Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik,
> setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung
> adiknya masih hidup! Ia d ice gat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak
> kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster.... suster tak mau
> tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam
> suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael
> tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael
> melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak
> boleh lebih dari lima menit!.
>
> Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa
> masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam
> sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya ... lalu dari mulutnya yang
> kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring "... You are my sunshine,
> my only sunshine, you make me happy when skies are grey ..." Ajaib! si Adik
> langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.
>
> You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine
> away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan
> menatapnya dengan tajam dan terus, ... terus Michael! teruskan sayang! ...
> bisik ibunya ... The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held
> you in my hands ... dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas
> panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur ... I'll always love you and
> make you happy, if you will only stay the same ... Sang adik kelihatan
> begitu tenang ... sangat tenang.
>
> Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus
> bernyanyi dan ... adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai ... lalu
> tertidur lelap.
>
> Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan
> apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia
> saksikan sendiri.
>
> Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang.
> Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang
> satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan
> Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa,
> sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
>
> Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa
> memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan
> mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you".
>
> Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil
> "Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang
> mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.
>
> Note:
> Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain ...
> Datang dari seseorang yang kita anggap lemah ...
> Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan ...
>
> Semoga bermanfaat ...
>
>
> PT. BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL TBK. DISCLAIMER:
>
> This email and any files transmitted with it are confidential and
> intended solely for the use of the individual or entity to whom they
> are addressed. If you have received this email in error please notify
> the system manager. This message contains confidential information
> and is intended only for the individual named. If you are not the
> named addressee you should not disseminate, distribute or copy this
> e-mail. Please notify the sender immediately by e-mail if you have
> received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your
> system. If you are not the intended recipient you are notified that
> disclosing, copying, distributing or taking any action in reliance on
> the contents of this information is strictly prohibited.
>

-- 
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Kirim email ke