Andai tahu ini dri dulu ya..
Suami saya pernah ditilang hanya karena tidak ada rambu yang menunjukkan bahwa 
jalan itu tidak boleh dilalui motor.
Akhirnya ia langsung ditilang dengan slip merah.
Nunggu 2 minggu baru boleh ambil SIM-nya ke pengadilan dan harus bayar denda.
Tapi syukurnya dia ga nego sama polisi.
Tapi kenapa ya pihak kepolisian tidak mensosialisasikan hal ini. Pasti sudah 
banyak yg ketipu.
 
jangan2 ini memang faktor kesengajaan..

--- On Wed, 11/12/08, Shinta_Angie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Shinta_Angie <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [parentsguide] FYI utk surat tilang
To: "anton" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ayu_Wiyadi" <[EMAIL PROTECTED]>, "eka rinie" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Fifie" <[EMAIL PROTECTED]>, "hanny" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"irahwati" <[EMAIL PROTECTED]>, "Maria Dian" <[EMAIL PROTECTED]>, "Maya 
Puspita" <[EMAIL PROTECTED]>, "Rita Panjaitan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ruth Dewi 
Rosila" <[EMAIL PROTECTED]>, "Tara Wibuti" <[EMAIL PROTECTED]>, "themy" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "vibrie" <[EMAIL PROTECTED]>, "vidianty" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Yani Kusuma Dewi" <[EMAIL PROTECTED]>, "yuni" <[EMAIL PROTECTED]>, "mario 
souisa" <[EMAIL PROTECTED]>, "Reny Agnatje Pijoh" <[EMAIL PROTECTED]>, "Silo 
Wilar" <[EMAIL PROTECTED]>, "Thilma Komaling" <[EMAIL PROTECTED]>, "wasti" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "alienda" <[EMAIL PROTECTED]>, "ari wibawa" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "arline lukito" <[EMAIL PROTECTED]>, "awi sularto"
 <[EMAIL PROTECTED]>, "B. Suharkat" <[EMAIL PROTECTED]>, "Bismo Wibisarto" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "boyke d sutarman" <[EMAIL PROTECTED]>, "budyanto" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Charisma_Mandom" <[EMAIL PROTECTED]>, "dado" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"daery" <[EMAIL PROTECTED]>, "david" <[EMAIL PROTECTED]>, "dessy palandi" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "dewi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Dian Sihombing" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Djoko Sriharto_Chandra Asri" <[EMAIL PROTECTED]>, "donny 
tahapary" <[EMAIL PROTECTED]>, "erna rostiana" <[EMAIL PROTECTED]>, "Erwin" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "farah" <[EMAIL PROTECTED]>, "harley" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Herawati" <[EMAIL PROTECTED]>, "heriadi sugito" <[EMAIL PROTECTED]>, "Herry 
Andi_SMI" <[EMAIL PROTECTED]>, "hery_akpi" <[EMAIL PROTECTED]>, "inne haryati" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Iqbal" <[EMAIL PROTECTED]>, "Iwa_Cikarang
 Listrindo" <[EMAIL PROTECTED]>, "jestro" <[EMAIL PROTECTED]>, "jimmy" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "jonn aldi" <[EMAIL PROTECTED]>, "lily" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"lulu" <[EMAIL PROTECTED]>, "meylani suhandini" <[EMAIL PROTECTED]>, "naeny" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Nelvi Mauna" <[EMAIL PROTECTED]>, "nina" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "paul matondang" <[EMAIL PROTECTED]>, "Randi" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"retno sujono" <[EMAIL PROTECTED]>, "rini" <[EMAIL PROTECTED]>, "risdiana" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Risma" <[EMAIL PROTECTED]>, "Rita_Asia Energy" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "sentot" <[EMAIL PROTECTED]>, "sita dewanti" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"sudrajat sagita" <[EMAIL PROTECTED]>, "tedy herlambang" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"ukkie" <[EMAIL PROTECTED]>, "uya" <[EMAIL PROTECTED]>, "wina" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Wisularto" <[EMAIL PROTECTED]>, "yuke jelita"
 <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, November 12, 2008, 1:20 AM
















































TRIK DITILANG POLISI !

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya
sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya
menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi.
Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor
taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil
buku tilang…lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana…
kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang…
(dengan nada keras!! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini
kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima
aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU
aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak
berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu
kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak
kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh
polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak
mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini
aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku
(sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti
dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin
(sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan
"shoot pertama" (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi
yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan
singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.
Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil
polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil
berkata "nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu
disini, saya tunggu".
S : (Yes!!) Ok pak ...gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada
saya, "Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang .
Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … "Hatiku senang banget
pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu."
"Untung saya paham macam2 surat tilang."

Tambahnya, "Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu
nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI….
Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!"

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai
berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri
secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti
masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan
liar berupa pembengkakan nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang,
dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum
kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda..
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah
norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK
kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang
tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya
RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

Semoga bermanfaat.. ..!!!


Cheers, 
Shinta 




 














      

Kirim email ke