Mba.. Aku berminat banget dong..
Gimana caranya? Japri aja ya mba.. 
Thx bgt
Sent from my BlackBerry�
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "bundanya n4ur4" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Fri, 28 Nov 2008 10:33:39 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] Pornografi menyerang anak-anak kita


dear parents,
kebetulan saya pernah ikut kajian serupa, dan punya file powerpoint nya
yg berminat bisa saya krmkan japri, filenya +/- 3 Mb




salam
bundanya n4ura

-- 
Go Green
http://reusablediaper.wordpress.com


Pada tanggal 27/11/08, Indriyati Nurdin <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:
>
>     Kemarin pagi saya menghadiri pengajian di sekolah Al Izhar. Tadinya
> saya ragu apakah akan ikut atau tidak, karena saya kan bekerja. Tapi saya
> bersyukur Tuhan menuntun saya untuk mengikuti pengajian itu, setelah
> sebelumnya izin mengurus suatu keperluan pada atasan saya . Sekarang saya
> benar-benar bersyukur karena telah datang.
>
>
>
> Tema pengajian adalah "menyiapkan anak sholeh dan tangguh menghadapi
> kehidupan di era digital". Pembicaranya Ibu Elly Risman, Psi. dari Yayasan
> Kita dan Buah Hati. Duh, sepanjangan ceramah saya sibuk menghapus air mata
> saya yang ngotot mau keluar. Kenapa? Saya tahu pengaruh buruk berbagai
> tayangan televisi, atau games, atau Internet, di luar sebagian kecil unsur
> positifnya. Tapi sungguh saya tidak menyangka bahwa pengaruh itu bisa
> demikian hebatnya. Ibu Elly yang memang berkecimpung di dunia parenting,
> menunjukkan kepada kami betapa dahsyatnya doktrin yang sedang disusupkan ke
> otak anak-anak kita. Berbagai media elektronik dan cetak yang diakses anak,
> ternyata banyak sekali yang mengandung unsur pornografi. Games, Internet,
> HP, TV, VCD, komik, majalah, dll. Betapa banyak anak yang kecanduan games,
> dan oh, kecanduan seks. Astaghfirullahal'adziiim�saya dan semua peserta
> pengajian itu saat itu sibuk beristighfar mohon ampun Allah SWT karena
> ternyata banyak sekali hal-hal buruk yang lepas dari pengamatan kami sebagai
> orang tua. Saya pernah mendengar bahwa komik-komik sekarang disisipi
> gambar-gambar porno. Aduhai, saya tidak menyangka gambarnya betul-betul
> porno dan merangsang syahwat. Saat itu juga kami disuguhkan
> cuplikan-cuplikan games yang, sekali lagi kami mengurut dada, benar-benar
> menampilkan adegan yang hanya boleh dilakukan suami isteri yang sah. Mungkin
> tidak akan masalah kalau adegan-adegan tersebut ditujukan kepada orang
> dewasa,. Tetapi games yang dimaksud disini berbalut kartun yang banyak
> dimainkan oleh anak-anak mulai usia SD. Air mata saya terlanjur jatuh,
> ketika Ibu Elly menanyakan kepada seluruh audiens apakah mengenal
> komik-komik tersebut atau pernahkah tau isi games tersebut? Hampir semuanya
> menjawab tidak pernah tau. Ya sih, kebanyakan tau Naruto, Avatar, tetapi
> tahukah kalau film kartun yang tayang di TV nasional dan disaksikan oleh
> seantero anak-anak kecil, yang gambar kartunnya ada di tas-tas sekolah
> anak-anak, ternyata ada gamesnya juga. Kebanyakan dari kami berpikir, ah
> nggak apa-apalah anak-anak main games. Gamesnya  Naruto pula kan, bukan
> tembak-tembakan. Apalagi kan Senin sampai Jumat mereka sekolah sampe sore.
> Belum lagi les ini itu. It's okelah mereka ngegames akhir pekan. Tho nggak
> ganggu jam sekolah kan. Ah, seandainya kami tahu adegan-adegan seks dengan
> mudahnya didownload secara online dengan judul Naruto. Bayangkan saja, ada
> juga games tarzan yang di akhir setiap levelnya ada tanda keberhasilan
> berupa adegan ML tarzan and siapalah perempuannya dalam posisi-posisi yang
> tingkat kesulitannya berbeda-beda tergantung levelnya. Astaghfirullaah�
> Sedemikian parahnya karena dikemas dalam wujud kartun yang menggoda
> anak-anak.
>
>
>
> Ternyata industri media memang sengaja memasukkan unsur pornografi dalam
> produk-produk yang ditujukan untuk anak-anak. Sasaran tembak mereka adalah
> anak-anak yang belum baligh, terutama anak laki-laki. Mereka ingin
> menjadikan anak-anak kita their FUTURE MARKET, pasar masa depan bagi
> produk-produk porno mereka selanjutnya. Mereka juga ingin anak dan remaja
> kita memiliki mental model porno, perpustakaan porno yang tersimpan di
> memori otak mereka, yang sewaktu-waktu bisa diakses di mana saja. Kalau anak
> dan remaja kita sudah mengalami kerusakan otak permanen, barulah mereka
> puas.
>
>
>
> Menjelang akhir acara, saya terhenyak menyaksikan contoh tulisan anak-anak
> SD, yang bahkan tulisannya masih belum tegak, mencong sana, mencong sini,
> menuliskan pertanyaan dan pernyataan mengenai seks dengan bahasa yang sangat
> menjijikkan. Ah, semoga saja bukan tulisan anak-anak kita.
>
>
>
> Semoga saja bukan anak-anak kita yang baca komik porno. Semoga saja bukan
> anak-anak kita yang main games online dan mendowload games porno di warnet
> dekat rumah atau sekolah ambil paket nginap cuma bayar 50.000. Semoga saja
> bukan anak-anak kita yang mendownload situs-situs pornografi anak yang
> jumlahnya lebih dari 100 ribu. Semoga saja itu bukan anak kita, yang awalnya
> nggak sengaja membuka situs porno karena mau cari literatur tugas biologi
> mengenai serangga (search nyamuk, lalat, di google, eh yang kebuka�...) tapi
> akhirnya malah keterusan.
>
>
>
> Semoga saja�semoga�semoga apa??? Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita
> yang sempat melalaikan hak anak akan informasi yang jelas dan benar.
> Bayangkan saja, saking sibuknya bekerja para Bapak sampai lupa memberitahu
> anak laki-lakinya mengenai mimpi basah, apa yang harus dilakukan bila
> mengalaminya. Yah, memang tugas itu bisa diambil alih oleh para Ibu, tapi
> kan Ibu-ibu tidak mengalami mimpi basah tho? Atau ada yang baru memberitahu
> anak laki-lakinya pas usianya sudah 11 tahun. Terlambat Paaak. Wong anak
> sekarang 8 sampai 9 tahun sudah ejakulasi. Pengaruh hormon juga kali ya.
> Hiii�.hati-hati deh yang suka bawa anaknya ke resto fast food karena malas
> masak. Hormon yang disuntikkan ke ayam baru bisa hilang setelah 40 hari,
> tapi rugilah kasih makan ayamnya sampe segitu lama. Mendingan baru 30 hari
> udah dipotong aja deh. Kebayang kan sisa hormannya masuk ke pencernaan
> anak-anak kita. Makanya anak sekarang lebih cepat besar. Ohya, kami
> diberitahu juga mengenai perlunya orang tua *aware* terhadap kemaluan anak
> laki-lakinya yang badannya sudah tumbuh besar, sementara organ vitalnya
> belum berkembang. Kebanyakan orang tua lebih memilih tidak membicarakan
> hal-hal mengenai organ yang satu ini. Lantas, kalau nggak ngobrolin itu
> dengan kita sebagai ortunya, kemana dong mereka cari informasi? Banyak di
> antara anak-anak itu yang mengalami masalah dengan organ vitalnya. But
> nobody to talk to.. Sementara mereka sangat cemas dengan dirinya sendiri.
> Kami diperlihatkan foto beberapa anak laki-laki yang berpose
> kewanita-wanitaan. Masya Allah, mereka cuma tidak mengerti mengapa organ
> vital mereka tidak berkembang sebagaimana tubuh mereka yang bongsor
> berkembang. Apalagi tingkah laku kewanita-wanitaan adalah hal yang biasa
> dipertontonkan di media. Duuuuh...
>
>
> Tau kan kenapa air mata saya ngotot mau keluar selama ceramah Ibu Elly.
> Karena saya membayangkan kerusakan generasi kita selanjutnya. Fasilitas yang
> kita berikan ke anak-anak kita, tanpa pengawasan kita (mana sempaaat),
> ternyata telah membunuh mereka. Akankah kita membiarkan ini semua? Seperti
> kata Bu Elly, kita sudah dititipi Tuhan anak yang begitu indahnya, akankah
> mereka kembali kepada-Nya dalam keadaaan rusak? Sudah siapkah kita ketika
> dipanggil oleh-Nya untuk mempertanggungjawabkan titipanNya itu, ketika kita
> ditanya apa saja yang sudah kau bekali untuk anak-anakmu? Padahal kita hanya
> belum sempat memberi tahu mereka informasi yang menjadi hak mereka. Hari ini
> nggak sempat, besok juga, lusa, dan entah kapan kita baru sempat ngobrol
> atau bahkan piknik ke dunia mereka.
>
>  
>

Kirim email ke