--- On Thu, 11/27/08, arie prawiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: arie prawiro <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: re:Ayam & Bebek
To: 
Date: Thursday, November 27, 2008, 7:18 PM

















AYAM & BEBEK
 
 

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan 
pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang
menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mendengar suara di kejauhan.
 
"Kuek! Kuek!"
 
"Dengar", kata si istri, "itu pasti suara ayam."
 
"Bukan, bukan, itu suara bebek," kata si suami.
 
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
 
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk! ' , bebek itu 'kuek! Kuek!' itu bebek, 
Sayang,' kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
 
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
 
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
 
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari 
menghentakkan kaki.
 
"Dengar ya! Itu a…da…lah…be…bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata 
dengan gusar.
 
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.
 
"Itu jelas-jelas bue…bek, kamu…kamu…"
 
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang 
sebaiknya tak dikatakannya.
 
Si istri sudah hamper menangis, "Tapi itu ayam…"
 
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan 
akhirnya, ingat kenapa ia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan 
mesra,
"Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
 
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
 
"Kuek! Kuek! Terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama 
dalam cinta.
 
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah siapa sih yang peduli 
itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat
mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak 
pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak 
perceraian
terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek?"
 
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita ingat apa yang menjadi prioritas 
kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang
apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat 
sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah?
Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga 
bersuara seperti bebek!
 
"If you start judging people you will be having no time to love them....."

 
. dr milis tetangga
 














New Email addresses available on Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


      

Kirim email ke