Kenali Jenis-Jenis Batuk Pada Anak

Agustus 8, 2008 · 4 Tanggapan

Batuk merupakan salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada
anak, dan merupakan keluhan yang seringkali menyebabkan orang tua
membawa anak mereka ke dokter.
Batuk merupakan gejala dari sebagian besar infeksi pernapasan. Infeksi
pernapasan meliputi:
Infeksi pernapasan atas, seperti pilek (dikenal juga sebagai common
colds, hidung beringus, nasofaringitis akut atau faringorinitis akut.)
Infeksi pernapasan bawah, seperti pneumonia, bronkitis, bronkiolitis.
Kadang-kadang batuk terdengar hebat. Namun demikian, biasanya batuk
bukan merupakan gejala yang membahayakan. Sebenarnya batuk merupakan
suatu refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalan napas. Namun
demikian, batuk dapat menjadi alasan untuk berkunjung ke dokter. Kita
perlu mengenal jenis-jenis batuk, agar kita tahu bagaimana
menanganinya dan mengetahui pula kapan sebaiknya kita meminta bantuan
medis.
Jenis-jenis batuk dan Apa Maknanya
• Batuk "Menggonggong"
Batuk seperti ini biasanya disebabkan oleh croup, yaitu suatu
peradangan pada larings dan trakea yang dicetuskan oleh alergi,
perubahan suhu di malam hari, atau yang paling sering adalah infeksi
pernapasan atas akibat virus. Pada anak kecil, saluran napas yang
kecil akan semakin menyempit ketika mengalami peradangan. Pita suara
pun akan membengkak sehingga anak mengalami kesulitan bernapas. Anak
usia kurang dari 3 tahun paling sering menderita croup. Croup dapat
muncul mendadak di tengah malam, sehingga orang tua pun khawatir.
Walaupun kebanyakan kasus dapat ditangani di rumah, apabila anak
dicurigai mengalami croup, hubungilah dokter untuk mendiskusikan
kondisinya.
• Batuk Rejan (" Whooping Cough)
Bunyi "whoop" adalah bunyi yang terjadi setelah batuk, yaitu pada saat
anak tersebut berusaha menarik napas dalam setelah batuk terus-menerus
selama berberapa kali. Jika anak mengeluarkan bunyi "whoop" (yang
terdengar seperti "hoop") setelah batuk terus-menerus sebanyak
beberapa kali, kemungkinan besar ada gejala pertusis (batuk rejan)
-terutama jika anak anda belum menerima vaksinasi
difteri/tetanus/pertusis (DTP/DTaP).
Di lain pihak, bayi yang menderita pertusis biasanya tidak
mengeluarkan bunyi "whoop" setelah episode batuk yang panjang, tetapi
bayi seperti ini dapat kekurangan oksigen atau bahkan berhenti napas
karena penyakit ini. Pada bayi dan anak yang masih sangat kecil,
pertusis dapat mematikan. Oleh karena itu, segera hubungi dokter.
• Batuk dengan Mengi
Batuk yang disertai bunyi mengi saat anak mengeluarkan udara napas,
ini mungkin menandakan adanya suatu "sumbatan" di jalan napas bawah.
Sumbatan ini dapat disebabkan oleh pembengkakan akibat infeksi
pernapasan (seperti bronkiolitis atau pneumonia), asma, atau akibat
adanya suatu yang tersangkut di jalan napas. Pada keadaan seperti ini,
hubungilah dokter, kecuali kalau anak anda sudah sering mengalami
masalah ini dan anda telah mempunyai obat, seperti inhaler atau
nebulizer, disertai dengan petunjuk penggunaan obat tersebut untuk
menangani asma di rumah. Apabila anak tidak membaik dengan pengobatan
tersebut, hubungi dokter.
• Stridor
Berbeda dengan mengi, stridor merupakan suara napas yang berisik dan
kasar yang terdengar pada saat anak menghirup napas. Jika terdengar
stridor, segera hubungi dokter.
Stridor, paling sering disebabkan oleh pembengkakan di jalan napas
atas, biasanya akibat croup karena virus. Namun, kadang-kadang dapat
juga timbul akibat adanya benda asing yang menyumbat jalan napas atau
akibat infeksi yang lebih berat yaitu epiglotitis. Epiglotitis
rnerupakan keadaan yang mengancam jiwa, dimana epiglotis mengalami
pembengkakan dan menutupi aliran udara ke paru. Penyebab pembengkakan
epiglotis yang paling sering adalah adalah infeksi bakteri Haemophilus
influenzae tipe B (Hib). Namun, epiglotitis dapat juga timbul karena
penyebab lain seperti luka bakar karena air panas, cedera di
tenggorokan, dan berbagai infeksi virus dan bakteri.
• Batuk Mendadak
jika anak batuk secara tiba-tiba, mungkin anak tersedak makanan atau
minuman masuk "jalur yang salah" yaitu ke saluran napas atau ada
sesuatu (misalnya potongan makanan, muntahan, atau mungkin mainan atau
uang logam) yang tersangkut di tenggorokannya atau jalan napasnya.
Batuk membantu membersihkan dan membebaskan jalan napas dari sumbatan
tersebut.
Batuk dapat berlangsung hingga semenit atau hanya sebentar saja
diakibatkan tenggorokan atau jalan napasnya teriritasi. Akan tetapi,
jika batuk tidak kinjung reda atau justru menjadi sulit bernapas,
hubungi dokter. Jangan coba-coba membersihkan tenggorokannya dengan
jari anda karena tindakan ini justru dapat mendorong sumbatan yang ada
semakin jauh ke bawah ke pipa udara.
• Batuk Malam Hari
Banyak batuk yang memburuk pada malam hari. Hal ini karena pada saat
anak berbaring di tempat tidur, sumbatan pada hidung dan sinus
mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan iritasi. Keadaan ini umumnya
tidak mengkhawatirkan kecuali bila sampai mengganggu tidur si anak.
Asma juga dapat mencetuskan batuk malam hari karena jalan napas kita
cenderung lebih sensitif dan menjadi lebih mudah teriritasi pada malam
hari.
• Batuk Siang Hari
Biasanya ditimbulkan oleh alergi, asma, pilek (colds), flu, dan
infeksi pernapasan lainnya. Udara dingin atau aktivitas dapat
memperberat batuk, dan batuk ini seringkali membaik pada malam hari
atau pada saat anak beristirahat. Pada keadaan ini, sebaiknya AC tidak
dinyalakan, tidak ada binatang piaraan atau asap, yang menyebabkan
anak batuk.
• Batuk disertai Pilek (Colds)
Kebanyakan pilek (colds) disertai dengan batuk. Oleh karena itu, dapat
dimengerti jika saat anak anda pilek, ia juga mengalami batuk (kering
atau berdahak). Batuk ini biasanya berlangsung selama 1 minggu ketika
gejala pilek (colds) lainnya telah mereda.
• Batuk dengan Demam
Jika anak batuk, dengan demam yang tidak tinggi dan hidung beringus,
kemungkinannya adalah ia menderita pilek (colds) biasa. Di lain pihak,
batuk yang disertai 39 derajat Celcius atau lebih tinggi dimana anak
tampak lesu dan napasnya cepat, pikirkan kemungkinan pneumonia. Pada
kasus ini, hubungi dokter sesegera mungkin.
• Batuk dengan Muntah
Batuk yang berat pada anak seringkali merangsang refleks muntah.
Biasanya, hal ini tidak membahayakan kecuali jika muntah
berkelanjutan. Anak yang batuk dengan pilek (colds)/ flu atau asma,
bisa muntah apabila lendir mengalir ke lambung dan menyebabkan mual.
Perlu diingat, keadaan ini dapat merupakan hal yang biasa dan tidak
berbahaya.
3 tahun - 4 tahun 20-30
5 tahun - 9 tahun 15-30
10 tahun atau lebih 15-30
Selain menghitung laju napas, anda dapat juga memperhatikan kepala dan
dada anak. Bila anak cenderung menengadahkan kepala (ke belakang), hal
ini menunjukkan adanya kesulitan napas pada anak. Disamping itu, dapat
pula ditemukan cekungan di di bawah leher, di sela iga dan di atas ulu
hati yang menunjukkan anak berusaha menggunakan otot bantu napas untuk
memudahkannya bernapas. Perhatikan juga adanya napas cuping hidung
yang menandakan kesulitan bernapas pada anak.
Penanganan Profesional
Salah satu cara terbaik untuk mendiagnosis batuk adalah dengan
mendengar. Dokter akan menentukan cara penanganannya antara lain
berdasarkan bunyi batuknya. Karena sebagian besar penyakit pernapasan
disebabkan oleh virus, dokter tidak perlu meresepkan antibiotika pada
banyak kasus batuk. Antibiotika tidak digunakan untuk pencegahan.
Antibiotika dapat digunakan untuk "mengobati" infeksi bakteri tetapi
antibiotika tidak mempunyai efek terhadap virus. Pada common colds,
antibiotika tidak diperlukan karena karena antibiotika tidak
mempercepat penyembuhan dan tidak mencegah komplikasi. Jika dicurigai
pneumonia atau infeksi bakteria lainnya, dokter mungkin akan
meresepkan antibiotika. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat
menyebabkan bakteri menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika.
Resistensi ini merupakan masalah berat yang mengkhawatirkan seluruh
dunia dan dapat menimbulkan penyakit yang serius dan kematian. Untuk
mencegah resistensi ini, maka hal-hal yang perlu dilakukan antara lain
adalah jangan meminta antibiotika pada dokter jika anda/anak anda
mengalami pilek (colds). Di lain pihak, jika anda mendapat antibiotika
untuk infeksi bakteri, gunakan sesuai petunjuk dokter; jangan berbagi
antibiotika dengan orang lain.
Pada umumnya, obat-obat batuk tidak diperlukan. Obat-obat ini, baik
yang diresepkan atau yang dijua! bebas, mungkin mempunyai efek samping
yang tidak menyenangkan dan bahkan dapat berbahaya bag! bay! dan anak
kecil. Biasanya yang paling baik ialah dengan membiarkan perjalanan
penyakitnya, hingga penyakit itu sembuh dengan sendirinya.
Pneumonia, pertusis, RSV, dan kasus croup yang berat, mungkin perlu
rawat inap di rumah sakit. Biasanya hal ini diperlukan hanya untuk
pemantauan ketat dan untuk memastikan kecukupan asupan cairan.
Kadang-kadang, jika anak mengalami kesulitan bernapas, diberikan
oksigen.
Penanganan di Rumah
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk membuat anak
lebih nyaman saat ia sedang batuk. Namun, konsultasi ke dokter tetap
diperlukan pada keadaan-keadaan seperti yang telah dijelaskan di atas.
• Jika anak menderita asma, pastikan bahwa anda telah menerima
petunjuk penanganan asma dari dokter anak. Pantau perkembangan anak
dengan seksama selama serangan asma dan berikan obat-obat asma sesuai
petunjuk dokter.
• Jika anak -hidungnya tersumbat, bersihkan hidungnya sebelum
memberikan makanannya. Untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung
dapat digunakan tetes hidung yang mengandung garam fisiologis (NaCI
0,9%) sebanyak 2 tetes pada masing-masing hidung 15- 20 menit sebelum
makan. Tetes hidung NaCI 0,9% tidak memiliki efek samping. Jangan
gunakan tetes hidung yang mengandung obat lain, karena obat tersebut
dapat diserap dalam jumlah yang berlebihan. Cara lain untuk
membersihkan lendir yang menyumbat hidung yaitu dengan alat hisap yang
terbuat dari karet. Jangan lupa untuk memencet alat tersebut terlebih
dahulu, kemudian ujung karet dimasukkan ke satu lubang hidung, lalu
perlahan keluarkan dan lepaskan pencetan pada alat tersebut. Cara ini
akan mengeluarkan lendir yang menyumbat hidung dan memudahkan anak
bernapas kembali. Teknik ini lebih mudah dilakukan pada bayi berusia
kurang dari 6 bulan. Anak yang lebih besar mungkin akan menolak cara
ini. Penggunaan garam fisiologis lebih dianjurkan daripada cara ini
karena alat hisap tidak mudah didapatkan dan penghisapan yang tidak
hati-hati dapat menyakitkan.
• Jika anak anda mengalami colds, beristirahatlah di rumah. Hal ini
akan membantu penyembuhannya dan menghindarkan penularan pada orang
lain. Ingat, cuci tangan merupakan hal yang penting untuk mencegah
penularan.
• Jika anak terbangun pada malam hari dengan batuk seperti
menggonggong", bawa anak ke kamar mandi,. tutup pintu, dan putar keran
shower air hangat selama beberapa menit hingga memenuhi bathtub. Jika
tidak ada shower air hangat, anda dapat memasukkan air panas ke dalam
ember dan biarkan ruangan menjadi penuh uap. Duduklah bersama anak di
lantai kamar mandi selama sekitar 20 menit. Uap air akan membantu anak
bernapas lebih mudah. Bacakanlah buku cerita supaya anak merasa
nyaman.
• Jaga agar lingkungan tetap lembab (AC justru membuat ruangan menjadi kering).
• Minuman dingin seperti jus dapat memberi rasa nyaman. Hindari
minuman bersoda atau minuman asam karena dapat merangsang saluran
cerna.
• Jangan berikan anak (terutama bayi dan anak kecil) obat-obat batuk
yang dijual bebas tanpa petunjuk khusus dari dokter. Kebanyakan
obat-obat ini menekan batuk sehingga dapat membahayakan anak. Batuk
tidak boleh ditekan karena batuk justru membantu mengeluarkan
sekret/kotoran yang kadang-kadang timbul pada penyakit pernapasan.
Pada beberapa keadaan, obat-obat ini bahkan menimbulkan efek samping
yang berbahaya bila diberikan pada bayi dan anak yang masih sangat
kecil. Selain itu, pedoman dosis obat-obat yang dijual bebas untuk
anak seringkali berdasarkan pedoman dosis untuk dewasa (bukan
diformulasi khusus untuk bayi), jadi obat tersebut mungkin tidak
bekerja secara tepat seperti yang diinginkan.
Kesimpulan
Batuk merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada anak.
Meskipun kadang-kadang batuk terdengar berat, batuk umumnya tidak
berbahaya dan dapat ditangani di rumah. Batuk merupakan suatu refleks
tubuh untuk membantu membersihkan jalan napas kita. Ingat, batuk
merupakan gejala dan bukan penyakit. Jika anak batuk, harus dipikirkan
apa yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, kita perlu mengenal
jenis-jenis batuk agar kita tahu bagaimana menanganinya dan kapan
harus menghubungi dokter.

Kategori: Pengetahuan

________________________________

------------------------------------

===================================================================
Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi NOVEMBER 2008.

MELURUSKAN ARTI KEBERANIAN, MENDIDIK GENERASI PEJUANG
Negeri ini sungguh merindukan lahirnya generasi pejuang. Yaitu generasi 
pemberani yang mampu memimpin bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukan. Tugas 
kita adalah mendidik anak kita menjadi salah satu dari mereka. Tapi sebelumnya 
kita luruskan arti keberanian. Simak ulasannya di Parents Guide edisi ini.

Simak juga bahasan menarik lain :

- Pentingnya Indera untuk Perkembangan Otak Anak

- Tujuh Cara Mengenalkan Benda

- Hemofilia: Sekali Hinggap, Selamanya Menyertai

- Wanda Hamidah: Menjadi Tauladan Untuk Anak-anak

SIMAK JUGA MAJALAH HIPOO UNTUK SI BALITA:

Tema HIPOO edisi November ini "Hipoo ke Sungai"

Segera dapatkan PARENTS GUIDE edisi November 2008 di agen majalah dan toko buku 
terkemuka di kota Anda. Baca daftar isinya di 
http://www.parents.co.id/dsp_tocfeb07.phpYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke