Semoga bermanfaat dari milis sebelah TRUE STORY.................
I just wish, that the person who did this to Gio will be captured soon. What kind of animal that do such a thing to a little girl. A monster ?? And I wish this won't happened again to anyone else. Gio (bukan nama sebenarnya), adalah anak tetangga kami di Jakarta. Gadis kecil berumur 9 tahun, yang kami asuh dari dia lahir. Dan sekarang sudah dianggap sebagai keponakan dan cucu oleh keluarga kami. Orang tuanya dari keluarga yang tidak mampu, jadi sekolah, sandang dan pangan kadang kami yang menyediakan. Begitu aku membaca text di cell phone, jantungku seakan mau copot. Aku langsung lompat dari tempat tidur. Suamiku juga ikut terbangun..Bingung..Begitu dia tahu apa yang terjadi. Mukanya langsung pucat. Karena seperti baru kemarin suamiku mengajak Gio ke mall di Jakarta, buat beli boneka Barbie impiannya. Kita berdua cuma bisa berdoa, mudah-mudahan gadis kecil itu bisa kembali. Aku mencoba menelepon adikku di Jakarta. Enggak ada yang menjawab, mungkin semua sibuk mencari, begitu kata suamiku. Sekitar enam jam kemudian, aku dapat telepon dari adikku. Dia bilang Gio sudah diketemukan. Make a long story short, dia diketemukan di depan RS. Persahabatan, Jakarta Timur. Badannya penuh luka, seragamnya sudah robek-robek. Polisi yang menemukan, merasa curiga. Kenapa ada anak kecil pakai jas hujan di saat udara panas, dan jalannya limbung. Begitu polisi membuka jas hujannya, di situlah, polisi langsung mengetahui kalau Gio korban penculikan dan kekerasan seksual. Gio, tidak bisa jalan..Dia bilang sakit dan dia mengalami pendarahan. Adikku cerita, dia ternyata diculik di depan sekolahnya, oleh pria yang mengendarai mobil mewah. Teman sekelasnya melihat kejadian itu, dan langsung melapor ke orangtua Gio. Karena kebetulan mereka tinggal berdekatan. Gio biasa di antar jemput oleh ibunya. Tapi hari itu kebetulan, beberapa kelas terakhir dibatalkan, dan Gio pulang lebih awal. Gio di mobil itu katanya berusaha berontak, kepala dan badannya dipukul oleh kayu hingga dia pingsan. Dan kemungkinan besar, saat dia pingsan dia diperkosa. Malam itu juga Gio harus dioperasi dan dirawat. Sampai saat ini Gio, hanya mau tinggal di rumah "eyang putri sama eyang kakung." Kedua orangtuaku dan adikku saat ini menampung mereka sekeluarga di rumah keluarga di Jakarta. Ngenes.. memikirkan gadis kecil yang dulunya periang and funny, jadi pendiam dan sering berteriak-teriak sendiri. Aku sendiri punya anak perempuan, jadi aku enggak bisa membayangkan, bagaimana kalau itu terjadi sama anakku. Di sini aku mau mengajak orang tua untuk awas, dan mengajarkan sang anak untuk melindungi dirinya sendiri juga. Karena kita enggak mungkin bisa ada dengan mereka selama 24 jam terus-menerus. Nomer satu yang harus diajarkan ke anak, jangan berbicara dengan orang yang tidak dikenal. Karena kita enggak tahu maksud mereka apa. Kalau si orang terus memaksa, lari dan berteriak sekencang-kencangnya. Nomer dua, jika sekolah selesai lebih awal. Coba telepon ke rumah, kalau di rumah sedang tidak ada orang, suruh anak untuk menunggu di dekat ruang guru atau di areal sekolah. Jangan mengajari anak untuk pulang sendiri, jika mereka tidak terbiasa. Biasakan anak untuk waspada sendiri dengan keadaan sekitar, jangan lengah, kalau pun pergi ke mall atau tempat wisata. Ajari anak untuk tetap jalan dengan orangtua, jikalau anak tersesat atau terlepas dari pegangan, ajari anak untuk pergi mencari polisi atau petugas keamanan. Tentukan tempat untuk bertemu, misalnya di areal lobby mall. Dan pada saat menunggu anda menemukan sang anak, ajari sang anak untuk tidak minta tolong kepada sembarangan orang, kecuali polisi atau petugas keamanan.

