ditta, klo asi eksklusif wajar koq jarang pup, karena asi mudahn seluruhnya 
diserap tubuh,jd  kan ga ada ampasnya toh? hehehe...

tapi diliat juga behaviour anaknya, klo masih ceria, ga demam, ga 
kesakitan/ngeden ya gpp. my baby rekornya 12 hari ga pup, jd selama 6 bulan 
asix tuh jarang bgt deh pupnya, sejak 1,5 bulan -6 bulan pupnya sekitar 3-4hr 
sekali (irit kapas n diapers hehehe...) 

jangan di kasi microlax, kasihan.. lebih baik di pijat/senam bayi aja yg sperti 
vcdnya j*hns*ns n j*hns*ns, terus kakinya digerak2in sperti mengayuh sepeda. 
waktu eprtama kali baby saya ga pup stlh bbrp hr, sy sempet posting nanya di 
milis sebelah n ada yg bantu jawab, ini saya copas ya. hope it helps.


Bayi ASIx jarang BAB adalah NORMAL..Advice yg dikasih Mom2 udah 
lengkap..Aku tambahin aja, Artikel dr Blog Mbak Luluk yg super2 
lengkap (jd primbon aku nih, tx a lot Mbak Luluk)

http://lsoraya.multiply.com/journal/item/31/Serba_serbi_seputar_Buang
_Air_Besar_BAB_pada_Bayi_ASI

"Bayi saya (2 minggu) kok sering BAB ya? Tiap selesai menyusu pasti 
BAB. Diarekah?". "Tinja bayi saya kadang berwarna hijau. Normal gak 
ya? "...Tolong.......bayi saya (3 bl) sudah 4 hari gak BAB. Padahal 
ia hanya minum ASI saja. Perlu dikasih obat pencahar atau pepaya gak 
ya?"

Serba serbi seputar Buang Air Besar (BAB) pada Bayi ASI

Ditulis oleh Luluk Lely Soraya I @ Desember 2007

Seribu pertanyaan yang timbul mengenai Buang Air Besar (BAB) pada 
bayi. Terutama bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tak jarang 
pertanyaan ataupun asumsi yang beredar seputar BAB pada bayi ASI 
membuat kita menjadi ragu ataupun bingung untuk terus memberikan ASI 
eksklusif kepada bayi baru lahir. Satu hal yang pasti adalah pola 
dan karakterisik BAB pada bayi ASI eksklusif memang berbeda dengan 
bayi susu formula ataupun bayi yang mendapatkan campuran ASI-susu 
formula. Agar kita tidak kebingungan ataupun ragu, yuk kita cari 
tahu bagaimana sebetulnya pola BAB & karakterisik tinja pada bayi 
ASI serta hal-hal seputar BAB pada bayi.

Hari-hari pertama pasca kelahiran

Dua puluh empat jam pertama setelah bayi lahir, ia akan mengeluarkan 
tinja berwarna gelap kehitaman, agak mengkilat, lengket dan tidak 
berbau. Tinja ini dinamakan mekonium. Mekonium ini merupakan sisa 
absorpsi dari ketuban selama bayi berada dalam rahim ibu. Begitu 
bayi mendapatkan ASI, mekonium akan dikeluarkan dari tubuh bayi. 
Kemudian dengan semakin seringnya mendapatkan ASI, tinja bayi akan 
berubah kekuningan dan kadang berbentuk seperti biji (seedy). Warna 
dari tinja bayi pun berubah dari kuning ataupun kuning kehijauan. 
Dan hal ini normal sekali terjadi. Tinja bayi ASI juga nyaris tidak 
berbau. Konsistensi (bentuk) dari tinja bayi juga terkadang 
berbentuk seperti bubur ataupun vla. Terkadang juga mirip seperti 
mustard atau selai kacang. Sesekali tampak juga bentuk seperti biji-
bijian pada tinja bayi. Hal ini normal sekali terjadi.

Untuk lebih mudahnya, kita perhatikan tabel berikut mengenai pola 
buang air kecil (BAK) dan karakteristik tinja pada bayi baru lahir. 
Perhatikan bahwa tabel berikut hanya berlaku untuk bayi baru lahir 
cukup bulan. Bayi prematur biasanya memiliki tabel yang berbeda.

Usia Bayi Jumlah Minimum BAK Bentuk & Warna BAB
Hari 1 (lahir) 1 Kental, hitam, lengket, spt aspal
Hari ke-2 2 Kental, hitam, lengket, spt aspal
Hari ke-3 3 Kuning kehijauan
Hari ke-4 (saat ASI dibuat banyak) 5-6 Kuning kehijauan
Hari ke-5 5-6 Kuning kental, terlihat "berbiji"
Hari ke-6 5-6 Kuning kental, terlihat "berbiji"
Hari ke-7 5-6 Kuning kental, terlihat "berbiji"

Awalnya disangka "diare"

Seiring bertambahnya usia, bayi baru lahir memiliki pola BAB yang 
bervariasi. Umumnya bayi akan buang air besar kurang lebih 2-5 kali 
sehari hingga ia berusia sekitar 6-8 minggu. Tinjanya akan berbentuk 
sama seperti sebelumnya, cair lunak seperti bubur. Warnanya pun 
bervariasi dari kuning hingga kuning kehijauan. Karena bayi terkesan 
sering BAB, maka tak jarang banyak ayah atau ibu yang khawatir 
bayinya diare. Bahkan beberapa bayi ASI akan BAB setiap kali selesai 
menyusu. Apalagi pola ini tidak ditemukan pada bayi yang mendapatkan 
susu formula ataupun campuran susu formula-ASI. Hal ini juga yang 
membuat banyak orangtua ragu untuk memberikan ASI eksklusif kepada 
bayinya, karena takut bayinya terkena "diare". Tapi benarkah 
demikian ?! Mengapa ASI membuat bayi di usia ini sering BAB ?

Tahukah kita bahwa kondisi tersebut diatas normal sekali terjadi. 
Dan bukanlah pertanda bayi mengalami diare. Salah satu manfaat ASI 
dari ribuan manfaat lainnya adalah ASI akan berfungsi sebagai 
laksatif atau obat urus-urus. Di awal bayi baru lahir hingga usia 
bayi 6-7 minggu, ASI akan membersihkan sistem pencernaan bayi saat 
ia masih di dalam rahim ibu. Kemudian ASI akan melapisi sel-sel usus 
halus yang masih terbuka dengan antibodi dari ASI, sehingga 
terlindung dari resiko alergi dan gangguan pencernaan. Tidak hanya 
itu saat bayi BAB, maka bilirubin yang tidak terpakai dalam tubuh 
akan dibuang melalui tinja. Ini berarti fungsi hati yang masih belum 
sempurna akan terbantu dengan baik dan resiko kuning pada bayi akan 
terminimalisir. Inilah mengapa bayi ASI akan sering BAB. Agar ibu 
tidak bingung, ibu juga perlu memahami bagaimana tanda diare pada 
bayi.

Kok jadi susah BAB ?

Saat bayi memasuki usia sekitar > 6 minggu, pola dari BAB akan 
berubah. Jika tadinya bayi ASI sering BAB, maka ia akan jarang BAB. 
Frekuensi BAB tiap bayi ASI pun bervariatif. Ada yang 2 atau 3 hari 
sekali. Bahkan ada yang hingga 12 hari atau lebih tidak BAB. Jika 
tadinya orang tua khawatir akan bayinya yang sering BAB, maka 
beberapa minggu kemudian kekhawatiran sebaliknya terjadi. Banyak 
sekali orangtua yang takut anaknya mengalami sembelit (konstipasi).

Kondisi tersebut juga normal terjadi. Di usia ini, bayi ASI akan 
jarang BAB. Hal ini disebabkan ASI diserap sempurna oleh tubuh bayi. 
Karena diserap sempurna, maka tidak akan ada ampas yang dibuang 
dalam bentuk tinja. Selama perilaku bayi baik-baik saja, pola 
pertumbuhannya baik, tidak kesakitan atau rewel luar biasa saat 
mengejan (lethargic), maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. 
Perhatikan juga saat bayi BAB dan bentuk tinjanya. Jika tinja 
berbentuk seperti biasa (lunak seperti bubur atau selai) dan bayi 
tidak mengalami kesulitan saat mengeluarkan tinjanya, maka bayi 
jelas tidak mengalami sembelit (konstipasi). Lain halnya bila bayi 
mengalami sembelit, tinjanya akan keras padat, agak kering dan sulit 
dikeluarkan. Jika hal ini terjadi, ibu dapat berkonsultasi lebih 
lanjut dengan dokter anak.

Seringkali para ayah ibu melakukan intervensi agar bayinya BAB. 
Mulai dari pemberian obat pencahar, memberikan jus buah hingga 
merangsang anus bayi dengan sabun dsbnya. Hal ini sama sekali tidak 
dibutuhkan. Selain bayi akan tergantung dengan rangsangan agar bisa 
BAB, tindakan tersebut juga dapat membahayakan bayi. Dengan 
mengenali dan memahami perilaku bayi dan karakteristik tinja bayi 
agar terhindar dari tindakan yang tidak diperlukan. Sekali lagi 
semua kondisi yang ada hanya berlaku untuk bayi yang mendapatkan ASI 
eksklusif dan selama masa ASI eksklusif. Jika bayi sempat diberikan 
campuran susu formula ataupun makanan lainnya, kondisi normal yang 
tersebut diatas tidak dapat diterapkan.

Pola BAB yang jarang pada bayi ASI akan terus berlangsung hingga ia 
berusia 6 bulan atau masa ASI eksklusif terlewati. Begitu bayi ASI 
mendapatkan MPASI di usia 6 bulan ke atas, konsistensi dari tinja 
bayi dan pola BABnya akan bervariasi dan ditentukan dari asupan 
makanan yang masuk.

Yuk kenali warna-warni tinja bayi ASI

Bukan hanya pola BAB dari bayi ASI yang dipertanyakan. Warna dari 
tinja bayi yang berwarna warni seringkali juga membingungkan dan 
membuat banyak ayah ibu ragu dan khawatir akan bayinya. Agar tidak 
tersesat di jalan, mari kita kenali bersama warna dari tinja bayi 
ASI.

1.

Hitam lengket dan seperti aspal. Tinja ini disebut mekonium 
yang akan keluar saat BAB pertama bayi baru lahir.
2.

Kuning kehijauan atau kuning kecoklatan. Lunak seperti bubur. 
Kadang seperti berbiji. Begitu ASI matang keluar (ASI yang keluar 
setelah kolostrum, sekitar hari ke-4 pasca bayi lahir), maka tinja 
bayi akan berwarna kekuningan. Warna kuning ini disebabkan oleh 
bilirubin yang tak terpakai.
3.

Kuning dan sedikit warna merah darah. Jika sesekali terjadi, 
maka hal ini bukanlah sebuah alarm. Perhatikan apakah puting 
payudara mengalami lecet atau anus bayi terluka ataupun bayi 
mengalami sembelit. Apabila selalu dan sering ditemukan darah dalam 
tinja, maka konsultasikan pada dokter. 

4.

Tinja berwarna hitam dan keras padat diiringi sembelit.
Umumnya disebabkan pemberian suplemen zat besi yang jelas 
tidak diperlukan oleh bayi ASI. Zat besi dalam ASI lebih mudah 
diserap oleh tubuh dan jumlahnya cukup untuk bayi. Sehingga 
pemberian suplemen zat besi tidak dibutuhkan untuk bayi ASI.

5.

Kehijauan. Umumnya disebabkan oleh makanan yang ibu konsumsi. 
Dapat juga disebabkan oleh asupan ASI yang tidak seimbang, yaitu 
bayi relatif hanya mendapatkan asupan ASI awal (foremilk) daripada 
ASI akhir (hindmilk). Terutama jika tinja bayi sering sekali 
berwarna hijau. Karena itu berikan ASI di satu payudara hingga bayi 
selesai menyusu ataupun payudara terasa kosong. 

Dengan memahami pola BAB dan karakteristik dari tinja bayi, berbagai 
keraguan dan ketakutan yang ada dalam pemberian ASI eksklusif dapat 
kita hindari dan ibu menjadi tenang. Semakin ibu tenang dalam 
memberikan ASI eksklusif, semakin lancar juga hormon oksitosin 
bekerja untuk memproduksi ASI. Gimana ?! Gak ragu lagi kan ?!

Selamat menyusui !

(Luluk Lely Soraya I adalah seorang Ibu dari seorang putri, Konselor 
Laktasi dan Pemerhati ASI & kesehatan keluarga KLASI Yayasan 
Orangtua PedulI, Narasumber ASI & menyusui rubrik OASE di RAS FM 
95.5)

Sumber artikel :

*

Quinlan PT, Lockton S, Irwin J, Lucas AL. The relationship 
between stool hardness and stool composition in breast- and formula-
fed infants. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 1995 Jan;20(1):81-90.
*

Daher S, Tahan S, Sole D, Naspitz CK, Da Silva Patricio FR, 
Neto UF, De Morais MB. Cow's milk protein intolerance and chronic 
constipation in children. Pediatr Allergy Immunol. 2001 Dec;12
(6):339-42
*

Breastfeeding Frequently Asked Questions ( 
http://www.ihs.gov/medicalprograms/mch/M/bfFaq.cfm#supply)
*

Green Stools (http://www.mother-2-mother.com/cc-baby-A.htm)
*

Laura Weidenfeld, M.D. Poop Scoop: Infant Stooling Patterns 
(http://www.umc-cares.org/health_info/article.asp?
Category=Childrens&ArticleID=166)
*

What Are Baby's Stools Supposed to Look Like and How Often 
Should Baby Wet? (http://www.mother-2-
mother.com/normal.htm#NormalStools)
*

Dr. Jay Gordon and Cheryl Taylor White, CBE. The Color of the 
Day: Solving Bowel Movement Mysteries 
(http://www.drjaygordon.com/development/pediatricks/poop.asp)


-pipit-
mommynya grace (8m4d) -- masih asi
http://jojoshop.multiply.com -- sedia tepung organik gasol


  -----Original Message-----
  From: [email protected] [mailto:[email protected]]on 
Behalf Of irma kusumaningwulan
  Sent: 12 Desember 2008 08:43 PM
  To: [email protected]
  Subject: Re: [parentsguide] tanya bayi belum pup 4 hari


        hei...mau sharing jg nih,..kbtlan aq jg msh pny baby 5 bln wl anak ke 3 
tp ya tiap anak berbeda kan. Kbetulan anak ke 3 ini masalahnya pup. terkadang 
4-7 hr tp swkt tny sm dokter anaknya,.. itu tidak apa2 walaupun hrs di 
perhatikan jgn lbh dr 1 minggu. Dan stlh itu di lihat apakah pup nya keras atau 
tidak. bl pup nya lembek biasa dan berampas it's ok tp kl keras itu yg jd extra 
perhatian (wkt pup nya jgn lama). Begitu katanya
        ok semoga bermanfaat...
        salam 
        irma

        --- On Fri, 12/12/08, Ratna Nilawati <[email protected]> wrote:

          From: Ratna Nilawati <[email protected]>
          Subject: Re: [parentsguide] tanya bayi belum pup 4 hari
          To: [email protected]
          Date: Friday, 12 December, 2008, 4:16 PM


                Sis...kebetulan waktu babyku umur segitu juga sempet susah..
                Akhirnya dikasih tau iparku "Tips Tradisional" , Ibunya harus 
mengkonsumsi alpukat atau pepaya...
                Trust me, besoknya anakku langsung pup :)
                Semoga bermanfaat ya...

                Regards,
                Ratna

                --- On Thu, 12/11/08, Aether Ariella <a.aet...@gmail. com> 
wrote:

                  From: Aether Ariella <a.aet...@gmail. com>
                  Subject: Re: [parentsguide] tanya bayi belum pup 4 hari
                  To: parentsguide@ yahoogroups. com
                  Date: Thursday, December 11, 2008, 9:06 PM


                  Kalau asix biasanya bayi cenderung susah dan lebih jarang pup.
                  kadang malah 2-3 hari sekali dan ok-ok saja...

                  Kalau sampai si kecil kelihatan "menderita" karena ga bisa 
pup (istilahnya uda kebelet tapi ga bisa keluar pup-nya karena keras) dulu anak 
saya dikasih microlax,
                  semacam pencahar ringan yang dimasukkan langsung ke anus, 
untuk melunakkan feses.
                  Menurut saya jauh lebih aman daripada obat yang diminum 
karena bekerjanya hanya di anus.
                  Untuk bayi 3 bulan, coba konsul ke dsa-nya kalau memang perlu 
obat semacam itu takarannya seberapa.

                  Moga bantu,
                  Aether

                  On 12/11/08, ditta.shop.online <[email protected]. id> wrote: 
                    Dear All,

                    Anakku usia 3 bulan masih asi eksklusif udah 4 hari ini 
belum pup, apa perlu obat khusus?

                    Mohon infonya via japri aja ke [email protected]. id

                    Terima kasih sebelumnya.

                    Cheers,
                    Ditta



               

       




------------------------------------------------------------------------------
  New Email addresses available on Yahoo! 
  Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
  Hurry before someone else does!

   

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.552 / Virus Database: 270.9.17/1844 - Release Date: 11-Des-2008 
08:58 PM

Kirim email ke