Mom, 
Cepat cari pengganti saja.
Maaf kalau kurang berkenan, kalau main hp sy msh bs tolerir, tapi kalau suami 
sering dtg, sy keberatan sekali, krn mrka jd ga focus.
Memang! Cari prt, or suster, susahhhhhhh bgt.
Makanya coba dicari dari sekarang dan byk doa mom.

Oh ya, dulu suster sy hamil sambil ngasuh anak saya. Untungnya dia ga muntah2 
ga aneh2, jadi sampai hamil 5 bulan baru berenti, tapi terus terang, ga tega 
juga, kdg ada waktunya juga mabok, pusing dsb. Bayangin kita aja, hamil musti 
ngasuh anak lagi, kalau kita hamil ngurus anak kan setidaknya msh ada yg 
bantuin.
Kasian sih mom.

Itu saja pendapat sy, maaf kalau ada kata kurang berkenan.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "loyniesh" <[email protected]>

Date: Sun, 21 Dec 2008 19:14:57 
To: <[email protected]>
Subject: [parentsguide] Please Help!


dear all,

Lagi bingung nich! Mohon saran teman-teman!

Sejak sehabis lebaran sampai sekarang sudah 3x ganti pembantu; 
karena mereka semua tidak menyukai anak kecil. Sementara tugas 
mereka, selain mengurus rumah adalah menjaga ke-2 putri kembar saya 
(2th).

Sebulan yang lalu, masuk pembantu baru yang ke-4 (22 th/ menikah/ 
belum ada anak) & 2 minggu yang lalu masuk lagi pembantu yang ke-5 
(18 th/ menikah/ belum ada anak). Mereka sepupu-an. Dalam bekerja 
mereka sangat baik & bertanggung jawab, juga sayang kepada anak-anak 
saya. Hampir mirip dengan 2 pembantu saya sebelumnya (pembantu 
sebelum lebaran yang sudah bekerja dengan saya selama 2 th; berhenti 
karena menikah) cekatan, juga sayang anak.

Yang mengganggu pikiran saya: Mereka hampir tiap malam tidak tidur 
demi bicara di HP gratis(dari XL); Beberapa hari ini saya sering 
mendengar mereka (pembantu ke-4 & ke-5)bilang kepada ke-2 anak saya 
kalau diperut mereka ada dede bayi; juga melihat mereka mual2 dipagi 
hari. Sebenarnya saya sudah/ bahkan sering menanyakan hal ini kepada 
ke-2 pembantu saya itu, apakah mereka hamil? Tapi selalu dijawab 
ngak tau, kami tidak memiliki jadwal mens yg teratur; tapi sudah 2 
bulan ini memang belum mens. Belum lagi, kebiasaan suami mereka yang 
sering bertamu kerumah (pk. 18.30 - pk.22.30). 

Pertanyaannya: 
1. Bagaimana meminta mereka untuk tidak telepon2an sampai pagi? 
   Karena saya pernah bilang ke mereka kalau orang kurang tidur bisa 
   sakit, dan kalau sakit semua pasti jadi susah. Tapi dijawab 
   mereka sudah biasa begadang.
2. Bagaimana jika mereka benar-benar hamil? 
2. Apakah mereka dapat menjalankan tugas mereka dg maksimal? 
3. Bagaimana bila terjadi sesuatu pd mereka/ janinnya? 
   (mengingat mereka akan sering gendong anak saya @ 17 kg) 
4. Apakah sedap dipandang saat kami (entah saya dg mereka/ suami dg
   mereka) berpergian? (mis. tuan pergi dengan 2 anaknya ditemani 2 
   org pengasuh yg sdg hamil)
5. Bagaimana kalau diberhentikan? Jahatkah saya??
6. Kalau tidak hamil, bagaimana mendisiplinkan mereka dlm hal waktu 
   ketemu/kunjungan dg suami mereka. 

duhhhh... binguuung!!
Please bantu sarannya ya! Asap y! Rencana saya mau suruh mereka cek 
kehamilan. Paling tidak saya sudah tau harus bertindak apa, bila 
mereka benar2 hamil.

Best regards, 
Lenny


Kirim email ke