Batuk kok dilawanBy dokterearekcilik* 
Batuk
adalah fenomena sehari hari yang sangat akrab dengan kita semua. Batuk
merupakan pengalaman universal yang biasa dialami semua orang, batuk
juga merupakan salah satu keluhan klinis yang membawa pasien mencari
pertolongan medis karena orang tua kuatir bila ananda batuk batuk
*dokter ketawa ketawa*. Masyarakat sering mengobati gejala batuk dengan
obat obat bebas atau over the counter (OTC) …… yang pada bungkus obatnya selalu 
tertulis: bila sakit berlanjut hubungi doktere arek cilik. Batuk itu kok selalu 
dilawan ya…………Batuk
adalah merupakan mekanisme pertahanan tubuh, saluran napas manusia
adalah salah satu organ tersibuk yang harus menyeleksi udara yang masuk
setiap detik. Setelah bulu hidung, udara berlanjut ke saluran napas
yang lebih bawah di mana di sana kuman, kumin, kumon dll ditangkap
cairan yang ada di saluran napas tersebut. Hasil tangkapan digiring
oleh ban berjalan pernapasan secara estafet dari saluran paling bawah
menuju keluar. Setelah mencapai trakea atau laring bila tidak terlalu
besar volumenya maka oleh ananda ditelan, dan bila lebih besar akan
merangsang reseptor batuk.
Pada orang dewasa batuk dapat membuat arus udara berkecepatan 500
mil/jam, sama dengan 85% kecepatan suara atau hampir 2 kali kecepatan
mobil balap formula 1. Bayangin aja percikan ludah orang sakit yang
berisi kuman atau virus kalo dia pas batuk di depan orang lain dan
orang itu lagi mangap waaaah percikan ludah dengan kecepatan hampir dua
kali mobil balap formula 1 masuk ke mulut…… iiiihhh jorok. Makanya kalo
batuk ditutup biar gak nyemprot ke orang lain. Tapi emang itu yang
terjadi dan merupakan cara penularan yang selalu terjadi.
Batuk tidak selalu abnormal, ada seorang peneliti yg menurut saya
bener bener kurang kerjaan memantau batuk pada anak sehat dan
mendapatkan hasil anak sehat rata rata batuk 10 kali sehari dan
sebagian besar terjadi pada siang hari. Biasanya batuk yang normal ini
tidak menjadi keluhan karena tidak disadari keberadaannya, dan dengan
sendirinya tidak mengganggu pasien maupun orangtuanya. Jadi batuk itu
kawan atau lawan sih ??? sebenarnya sih kawan tapi kalo udah nglunjak
ya jadi lawan…..kira kira gitu deh
Pada saat mengikuti seminar tentang batuk pada anak terjadi diskusi
yang menarik tentang bagaimana menghadapi pasien batuk yang sebenarnya
tidak perlu diobati tersebut.
Saya jadi membayangkan yang rekaannya kira kira :
Ibu         : Anak saya batuk dokter
Setelah dokter memeriksa
Dokter  : ooo itu batuk karena flu, jadi batuknya tidak usah diberi obat, nanti 
hilang sendiri
Ibu         : Lha saya dateng sini untuk ngobati batuk anak saya kok malah 
disuruh pelihara batuk ?!
Dokter  : Menurut seminar terbaru batuk itu tidak mesti diobati, karena 
merupakan   pertahanan tubuh
Ibu         : terus saya ngapain ke dokter kalo gak dikasih obat ???
Dokter  : Ya supaya tahu bahwa batuknya tidak bahaya, tidak perlu obat 
dan…..setor duit buat saya
Ibu         : Huh pindah dokter lain aja, dateng ke dokter ini gak dikasih obat
*ngomel setelah  keluar dari ruang praktek*
Batuk seperti pisau bermata dua, sama halnya seperti air yang kalo
kebanyakan jadi banjir kalo secukupnya jadi enak dipake mandi, api yang
berguna dipake masak tapi kalo kebakaran bikin panik.
Lha jadi bingung jadinya batuk yang gimana yang mesti dobati dan
mana yang tidak perlu diobati ??? Bila batuk sudah menimbulkan rasa
lelah, gangguan tidur, perubahan pola hidup, nyeri pada otot, suara
serak, keringat berlebihan atau sampai ngompol naaaah itu perlu diobati
segera. Namun yang diobati penyakit dasarnya , karena batuk hanya suatu
gejala.Pokoknya secara prinsip obat penekan batuk tidak boleh diberikan
kepada anak secara rutin, harus dengan pertimbangan yang baik. Sulitnya
karena obat flu yang dijual over the counter (OTC) juga mengandung obat penekan 
batuk, jadi gak matching antara ilmu kedokteran dengan kenyataan di dunia 
nyata…. Gak tahu
gimana jalan keluarnya kalo urusan peredaran obat di Indonesia ini,
karena udah keterlaluan kacaunya  

*) Nama saya Muhammad Rizal Altway, panggilan yang umum dipakai Rizal atau
Ijang. Seorang dokter spesialis anak lulusan Universitas Airlangga,
saat ini bekerja di RSUD Sidoarjo. Dengan membuat blog ini berharap
bisa berguna untuk masyarakat….. biarpun kecil kecilan 

http://dokterearekcilik.wordpress.com/2007/11/23/batuk-kok-dilawan/

"""  Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia 
adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)



      

Kirim email ke