Dear Mama Lionel,
Bu, sebaiknya si anak jangan sampai step berulang2 karena bahaya lho bu untuk otaknya karena menyerang syaraf. Waktu anak saya step (sewaktu dia umur 9 bulan), langsung saya bawa ke dokter jaga karena yang terdekat adalah klinik 24jam, lalu oleh dokter jaganya di beri obat penurun panas melalui anus, dan dia langsung merekomendasikan saya untuk segera bawa anak saya ke rumah sakit untuk agar supaya ia bisa mendapatkan penanganan yang lebih baik dan ternyata anak saya diopname 1 malam disana. Obat penurun panas lewat anus itu, masa aktifnya kira2 4 jam bu, jadi selama waktu itu kita harus cepat2 bawa si kecil untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Saya pernah baca sebuah artikel bahwa Step atau demam yang disertai kejang adalah saat dimana panas tubuh ( yang bisa dikarenakan antibodi tubuh sedang berjuang keras melawan masuknya benda asing yang tidak diinginkan seperti bakteri atau virus ) melampaui ambang batas suhu tubuh seseorang. Dan biasanya langsung menyerang mempengaruhi pusat syaraf orang tersebut yaitu, otak. Maka terjadilah kejang. Dan selama kejang berlangsung si anak akan kehilangan kesadarannya. (CMIIW ya moms and dads.. ^.^). Jadi sebisa mungkin si anak dijaga jangan sampai panas tinggi lagi. Maka dari itu, si kecil lebih baik langsung dibawa ke dokter spesialis anak aja ya Bu, daripada kita menyesal belakangan karena telat bertindak dan menganggap kalo ia sakit panas biasa. Sekian sharing dari saya , mohon maaf bila kurang membantu. Mungkin ada mom and dad yang mau nambahin sharing dan masukannya. Semoga Lionel cepet sembuh ya.. Cheers Bunda Bintang --- On Wed, 1/14/09, Jane Prisca <[email protected]> wrote: From: Jane Prisca <[email protected]> Subject: [parentsguide] Help-Anakku panas 9 hari To: [email protected] Date: Wednesday, January 14, 2009, 1:41 PM Dear parents, Aku lagi sedih neh, minta tolong dong! Anak ku Lionel (1thn 4 hr), sudah sejak selasa 6 Januari badan ada sedikit hangat. Tapi karena dia tidak ada perubahan, makan nafsu, tidak rewel tetap ceria, saya gak kasih obat. Lalu Rabu 7 Januari dia dikasih obat dan dikompres sejak pagi (obat 3X). Jam 7 malam dia mulai rewel, saya tidak tahu kenapa, lalu dia mulai tenang. Jam 8 malam dia kejang2 (step), lalu saya bawa ke dokter terdekat dikasih anti kejang yg dimasukan ke dubur dan puyer. Sampai dirumah tetap dikompres terus, kami mulai tenang. Tapi tengah malam jam 2 pagi kembali kejang lagi. Sampai saat ini anak kami masih panas. (obat yang masih dipake Sanmol dan antibiotik dari resep dokter). Apa yang harus saya lakukan & obat apa yang bisa membuat anak saya sembuh? trima kasih ya parents untuk segala bantuaannya. GBu

