saya jadi tertarik tentang info pelatihan miracles at home, tempatnya dan 
kontak kemana
terima kasih





Indah fashion

Online&offline shopinfo detail

Web, http://indahfashion.blogspot.com 

e-mail, [email protected]

Kunjungi info kesehatan & gaya hidup, http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com

 Info tentang  keuangan,  http://indahmoney.blogspot.com

info pengobatan tradisional,
http://indaherbal.blogspot.com




MIRACLES AT HOME (part 2 - tamat)

Posted by:      "Parenting Islami"      
      [email protected]      
               
        
          p_tonx 
        
          
    

Akhirnya aku mengikuti undangan trainer itu untuk mengikuti pelatihannya

selama dua hari penuh di akhir tahun 2008 ini. Subhaanallah. Aku jadi sangat

termotivasi dan terinspirasi untuk melakukan pengasuhan anak dengan teknik

yang benar. Tips nya pun begitu lengkap. Tips untuk memahami bahwa anak itu

anugerah yang paling indah. Anugrah yang seharusnya kita syukuri dan selalu

kita ingat. Yang membuat kita berpikir untuk mendidiknya dengan benar dan

tak akan menyakitinya dengan kata-kata apalagi fisik. Aku jadi tak ingin

lagi marah, membentak , apalagi mencubit.



Selain itu, aku jadi tahu tentang betapa cerdasnya anak-anak. Mereka

dianugrahi keinginan belajar yang sangat besar. Aku harus bisa sabar

menemani mereka mengacak-acak rumahku sebagai media belajar. Aku harus bisa

mengarahkan mereka untuk belajar dengan menyenangkan agar mereka menjadi

anak-anak yang cerdas. Persepsi positif mereka harus selalu diulang-ulang

terus untuk membuat mereka semakin melejitkan potensi positif mereka. Di

sisi lain, kebiasaanku terbiasa dengan cara pengasuhan lama harus kupendam

dalam-dalam. Aku tak boleh mengatakan jangan nakal, jangan malas, jangan

suka menyakiti adik, jangan galak, jangan suka mencubit. Benar-benar perlu

keteguhan hati.



Hal yang sering kita lupakan juga, ternyata aku harus belajar mendengarkan

anak. Jika menangis, marah, atau menginginkan sesuatu, kita harus

mendengarkan dulu apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka inginkan.

Setelah itu barulah kita kita berikan persepsi positif kita pada mereka.

Jika kita tidak suka mendengarkan anak, maka anak akan merasa tidak

berharga. Rasa tidak berharga akan membuat anak mencari harga diri mereka di

luar rumah. Di lingkungan yang tidak kita inginkan. Akan tetapi, jika mereka

merasa berharga di rumah, aku yakin, mereka akan nyaman bersama aku dan

suamiku, dan tak akan tergoda pada lingkungan yang buruk di masa depan

nanti.



Ternyata, untuk mempunyai suasana rumah yang menyenangkan, kita juga harus

memiliki aturan. Aturan-aturan yang baik itu harus tetap konsisten kita

tetapkan. Jika kita melarang jajan, maka larangan itu harus tetap kita

patuhi walaupun anak akan meraung-raung dan bergulingan di pinggir jalan.

Karena jika tidak konsisten, maka anak akan belajar tentang berbohong, tidak

menepati kata-kata, dan mengulang hal yang sama di kemudian hari. Anak-anak

yang dengan bijak kita dengarkan keinginannya kemudian kita arahkan dengan

persepsi positif ternyata bisa kita jauhkan dari kebiasaan-kebiasaan yang

buruk, misalnya jajan, memukul adik, memukul teman, pelit, dan banyak hal

yang lain.



Aku pulang dan mulai mempraktekkan tips-tips dalam pelatihan. Aku melihat

bagaimana mata anakku berbinar ketika aku mendengarkan curhatnya setelah

marah dan memukul adiknya. Aku kemudian menceritakan sakitnya bila dipukul.

Dan akhirnya dia memutuskan untuk meminta maaf karena telah menyakiti

adiknya. Sebelumnya, anakku tidak pernah mau meminta maaf.



Selain itu, sekarang aku membiasakan shalat berjamaah. Setelah shalat

berjamaah, aku dudukkan anakku di pangkuanku dan aku berdoa dekat

telinganya. Kukatakan dengan jelas dekat bahwa aku bersyukur mendapat

seorang anak yang sholeh, yang sayang sama adik, pintar makan, suka belajar,

dan hal lain yang kuinginkan darinya.



Setiap ada kesulitan anak-anakku tidak mau melakukan rutinitas, aku tidak

marah-marah. Aku sudah punya banyak cara di kepalaku yang akan membuatnya

melakukan apa yang seharusnya dengan senang, tanpa perasaan terpaksa. Aku

sekarang sudah menjadi Nanny untuk keluargaku.



Hanya dalam dua hari, suasana rumahku berubah. Pembantuku senang karena dia

tidak kerepotan lagi oleh kedua anak. Aku bahagia, karena sekarang aku benar

punya syurga tempat aku melepaskan lelahku dan mendapatkan kebahagian. Aku

selalu ingin pulang dan menyempatkan untuk bermain sambil memberikan

persepsi-persepsi positif. Aku merasakan kebahagiaan karena mempunyai

anak-anak yang sholeh. Dan ternyata anak sholeh itu akan dimiliki oleh orang

tua yang sholeh, yang memahami cara pengasuhan anak.



Ini adalah kisah nyata yang aku alami. Semoga semua orang tua di dunia dapat

mengambil hikmahnya dengan meluruskan cara pengasuhan anaknya.



Zulaehah Hidayati,



dokter dan ibu dari dua orang anak



      

Kirim email ke