Untuk informasi, dikutip dari 
http://www.anakku.net/content/anak-tersedak-bisa-berbahaya

Anak tersedak, bisa berbahayaSubmitted by ikafaya on Sat, 12/23/2006 - 00:00    
* anak
        * urgent
        * paru pernapasan
        * penyakit
 Melihat anak megap-megap atau batuk-batuk karena tersedak, tentu membuat 
orangtua panik dan kadang tak tahu apa yang mesti dilakukan. Anak-anak dengan 
reflek menelan yang belum sempurna lebih mudah tersedak benda kecil, saat 
mereka tengah asyik mengeksplorasi dunia sekitarnya. Bisa jadi, Anda tak sedang 
mengawasinya saat ia memasukkan benda ke mulutnya, tiba-tiba Anda hanya 
melihatnya sedang terbatuk-batuk, sulit bernapas, atau pucat hingga kebiruan. 
Bagi anak yang lebih besar, mereka biasanya memegang tenggorokan sambil 
berusaha bernapas. Lebih berat lagi, mereka bisa tak sadarkan diri.
 
Oksigen berkurang
Ketika seseorang tersedak, wajahnya akan berubah merah dan tampak berusaha 
untuk mengatur napas, pembuluh darah wajah juga akan terlihat jelas. Biasanya 
ia akan memegangi tenggorokan, sementara kulitnya makin pucat, bibir dan ujung 
telinga serta hidung menjadi kebiruan. Ini disebabkan jumlah oksigen yang 
dihirup berkurang
Yang harus dilakukan
Sebelum melakukan pertolongan pertama, katakan pada si anak setenang mungkin 
langkah apa yang akan Anda lakukan.
Pertama, perintahkan anak untuk membatukkan benda yang menyebabkan tersedak. 
Batuk yang cukup kuat diperlukan untuk mengeluarkan benda penyebab tersedak. 
Bila anak masih bisa bicara, Anda bisa lebih tenang karena umumnya mereka bisa 
mengeluarkan benda hanya dengan membatukkannya.
Jika dengan batuk, benda penyebab tersedak tidak juga bisa keluar. Mintalah ia 
batuk sambil membungkuk atau posisi kepala lebih rendah agar gaya gravitasi 
membantu ia mengeluarkan benda tersebut. Jika tidak berhasil juga, lakukan 
tindakan pertolongan dengan manuver Heimlich. Manuver Heimlich adalah tindakan 
yang dikenal dapat menolong orang yang tersedak
Manuver Heimlich untuk bayi kurang dari 1 tahun
        1. Baringkan bayi dengan wajah menghadap ke bawah dan jari-jari tangan 
kanan Anda menahannya di bahu dan leher bayi, dengan lengan bawah kiri sebagai 
landasan.
        2. Lalu berilah lima kali tepukan di punggungnya dengan tangan yang 
satunya.
        3. Jika ini gagal, balikkan badannya hingga wajahnya menghadap Anda, 
lalu dengan dua jari Anda, tekan sebanyak lima kali di tulang dada bagian 
bawah, kurang lebih satu jari dari garis yang dibentuk oleh kedua puting susu 
bayi.
        4. Periksa mulut dan ambil semua benda yang dapat Anda lihat.
        5. Ulangi sesering mungkin jika diperlukan.
        6. Bila bayi tidak sadar, mulailah resusitasi dan bawalah ke rumah 
sakit.
 



sumber: www.webmd.com


Manuver Heimlich untuk anak lebih dari 1 tahun dan dewasa
        1. Berdiri di belakang anak, carilah bagian bawah iganya.
        2. Letakkan telapak anda di perut anak di atas pusarnya dan buat 
kepalan. Bagian jempol berada pada perut anak.
        3. Letakkan telapak tangan sisi lain di atas kepalan. 
        4. Tekan perut ke arah atas sampai benda terpental ke luar. Perhatikan 
kekuatan tekanan sesuai keadaan fisik anak.
 




sumber: www.webmd.com

Referensi
        1. Choking: First aid. First Aid Guidelines available at HYPERLINK 
"http://www.mayoclinic.com"; www.mayoclinic.com
        2. Buku pelatihan resusitasi untuk bayi dan anak. Ikatan Dokter Anak 
Indonesia.2003
        3. Choking. Available at www.merck.com.


      

Kirim email ke