Regards, - Vina -
Sent from my BlackBerry® powered by INDOSAT network
--- Pada Kam, 12/2/09, Aji Satriawan <[email protected]> menulis:
Dari: Aji Satriawan <[email protected]> Topik: Mempertanyakan Keamanan dan Kenyamanan di ITC Kuningan Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 12 Februari, 2009, 7:24 AM
Mempertanyakan Keamanan dan Kenyamanan
di ITC Kuningan
Rani Kartika Sari - Suara Pembaca

Jakarta - Minggu (8/2)
sore sekitar pukul 16.30 WIB saya bersama adik dan sepupu sedang berbelanja
pakaian di ITC Kuningan. Suasana area tempat belanja lantai dasar yang
saya masuki memang dalam keadaan ramai. Dan, rata-rata dipadati oleh wanita.
Setelah memilih-milih pakaian yang hendak dibeli tentu saja saya langsung
menuju meja kasir. Namun, langkah saya terhenti ketika hanya beberapa langkah
sebelum tiba di meja kasir. Sebab, saya merasakan tas yang saya apit di tangan
sebelah kanan lebih ringan. Posisi tas yang masih dalam keadaan tertutup rapi
dengan resleting pun saya buka.
Saya kaget sekali karena ternyata dompet saya berukuran panjang kira-kira 20 cm
sudah raib. Akhirnya, kejadian ini pun saya laporkan kepada pihak Security ITC
Kuningan dan saya pun diberikan surat bukti melapor.
Keanehan mulai saya sadari ketika pihak security menanyakan apakah di
lingkungan tempat saya berbelanja banyak wanita yang mengenakan jilbab?
Awalnya, saya cuek saja dengan pertanyaan tersebut karena memang saat itu
banyak sekali wanita yang berbelanja. Baik yang mengenakan jilbab maupun tidak.
Dan buat saya hal itu bukan persoalan.
Lantas, saya tanya balik, apa maksudnya? Security menjawab bahwa beberapa bulan
lalu, ada kejadian wanita berkedok jilbab ternyata berprofesi copet. Saya tanya
lagi, apakah kejadian itu sering terjadi. Menurut security, sangat jarang.
Singkatnya, setelah tiba di rumah, saya justru bertambah heran. Ternyata, Ibu
saya yang baru seminggu sebelumnya juga berbelanja ke ITC Kuningan mendapatkan
cerita serupa seperti yang saya alami dari pedagang di sana. Dan, kejadian pencopetan
di ITC Kuningan ternyata sudah sangat sering terjadi. Namun, hingga kini pihak
security belum mampu mengungkap satu pun kejadian ini.
Lantas, surat laporan kehilangan yang dibuatkan security saat masih di ITC
Kuningan pun saya baca kembali. Di bagian bawah tertulis: pihak security tengah
melakukan penyisiran saat kejadian dilaporkan. Dalam hati saya hanya berucap,
kok cara pelayanan pengamanan di ITC Kuningan harus dengan kebohongan ya?
Sebab, tidak pernah ada security melakukan penyisiran. Mereka cuma buatkan
surat dan selesai.
Bagi saya, pengalaman ini hendaknya tidak terus terulang. Konsumen ITC Kuningan
wajib menjaga barang pribadinya. Namun, sebagai bentuk pelayanan publik, pihak
ITC Kuningan pun hendaknya mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada
konsumen. Nilai uang yang hilang dari dalam dompet tidak seberapa. Namun,
surat-surat pribadi seperti KTP, SIM, kartu ATM, kartu kredit, dan kartu-kartu
kesehatan yang hilang tentu sangat merepotkan untuk mengurusnya kembali.
Semoga pihak management pengelola ITC Kuningan dapat memberikan perhatiannya
terhadap persoalan keamanan dan kenyamanan tempat belanjanya. Serta tidak lupa
meningkatkan fasilitas keamanan dengan cara menggunakan alat dan meningkatkan
profesionalitas personil securitynya.
best regards,
Aji Satriawan
NFM Div
***** "This message is intended only for recipients who are authorized to receive it. It contains confidential and/ or legally priveleged information belong to PT INDOSAT Tbk ("INDOSAT"), therefore the authorized recipients shall protect this confidential information disclosed pursuant to provisions of Indosat's policy. If you are not a valid recipient of this message, please delete it from your system and/ or destroy all of the tangible material produced from the information herein together with all copies or reproductions thereof and notify the sender immediately. Please also be notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action based on the contents of this message is strictly prohibited and may be unlawful". *****
|