Wah aku pernah tuch ngalamin kejadian persis kayak gini , cuma udah lama banget 
sekitar tahun 2004 atau 2005 gitu , cuma bukan di itc permata hijau tapi di 
Gedung Hero Bekasi , yang sekarang udah ganti jadi  Cyber Park , kalau aku sih 
di kasih tau nya melalui surat yg dikirim Via Pos , gak tau dech dapet alamat 
nya dari mana , Mohon Maaf Bukan menjatuhkan  hanya share untuk berhati hati 
saja 
 
 
Rgds, 
 
Mama Fathir 

--- Pada Kam, 12/2/09, ferra <[email protected]> menulis:

Dari: ferra <[email protected]>
Topik: [parentsguide] Fw: Hati-hati Hadiah Produk INEXTRON di I-Home, ITC 
Permata Hija
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 12 Februari, 2009, 11:42 AM










Please share this info to others.. semoga YLKI dan Dirjen Perdagangan Dalam
Negeri bisa menertibkan cara2 berdagang seperti ini..

Senin, 09/02/2009 15:37 WIB

Hati-hati Iming-iming Hadiah Produk Inextron di I-Home

Sriati - suaraPembaca

Jakarta - Bersama ini saya ingin menyampaikan pengaduan sehubungan dengan
trik marketing melalui iming-iming keberuntungan mendapat undian yang telah
dilakukan oleh toko I-Home yang berlokasi di ITC Permata Hijau (tepat di
depan kasir swalayan Carrefour Permata Hijau). Kejadiannya adalah pada hari
Kamis, 5 Februari 2009. Adapun kronologisnya adalah sebagai berikut:

Setelah belanja dari Carrefour saya bersama suami dan anak bungsu kami
mampir untuk melihat peralatan rumah tangga yang dijual atau didisplai pada
toko I-Home di ITC Permata Hijau. Setelah melihat-lihat sejenak ternyata
toko tersebut menjual barang-barang elektronik bermerek Inextron, seperti
induction cooker, air purifier, multi-cooker, vacuum cleaner, oven/
microwave, set peralatan makan (sendok/ garpu/ dan lain-lain), yang menurut
penjaganya adalah produk dari Osaka, Jepang.

Penjaga toko yang bertugas juga mengatakan bahwa toko tersebut baru dibuka
dan sedang promosi. Jadi barang-barang yang ada hanya untuk display saja dan
tidak untuk dijual.

Sebelum meninggalkan toko penjaganya menawarkan untuk menarik 'lucky draw'
sehubungan dengan masa promosi dan ulang tahun perusahaan ke-12. Saya bilang
suruh saja anak saya yang ambil. Setelah dibuka hadiah yang diperoleh adalah
alarm pintu.

Setelah hadiah diberikan para penjaga toko yang tahu-tahu sudah semakin
banyak (3 orang) dengan suara yang sangat berisik. Salah satu dari mereka
mengatakan dalam kupon ada yang aneh karena tertera "Parcel Millennium",
tidak seperti kupon-kupon lain yang sudah diambil oleh pengunjung lain
sebelumnya di mana hanya bertuliskan "Terima Kasih atas Kunjungan Anda".
Penjaga tadi lalu minta waktu saya menunggu sebentar karena dia akan
mengecek apakah itu berarti saya berhak atas hadiah lain lagi.

Setelah melakukan telepon dalam ruangan lain ia kembali dan bilang sponsor
mereka membenarkan bahwa tulisan tersebut menandakan orang yang menarik
undian berhak atas hadiah lain yang lebih besar. Sponsor yang mengaku
bernama Dian Purnama minta bicara dengan saya melalui telepon dan meminta
saya menunggu 3 menit karena paket hadiah akan segera difaksimili. Menurut
Dian P memang dalam wadah undian ada 2 kupon yang bertandakan "Parcel
Milenium" dan saya adalah pengunjung pertama yang sangat beruntung.

Singkat cerita ruangan toko jadi semakin heboh dan gegap gempita. Faksimili
masuk dan isinya adalah bahwa saya telah memenangkan induction cooker yang
menurut katalog mereka tertera berharga sekitar US$1,400 lebih (tentu saja
saya sangat senang).

Suasana jadi semakin bising dengan teriakan-teriakan para penjaga toko
sampai saya dan suami pusing mendengarnya. Di samping induction cooker
menurut penjaga saya juga berhak atas voucher 500 ribu rupiah. Lalu, mereka
bertanya apakah saya memiliki kartu bertandakan master dan visa, karena

jika iya, saya berhak atas hadiah-hadiah lainnya lagi berkat kerja sama
mereka dengan Visa dan MasterCard.

Ujung-ujungnya saya memenangkan hadiah sebagai berikut: Induction cooker
(US$1,400 lebih), multi-cooker dari MasterCard (Rp 2,5 juta) dan set sendok
garpu dari Visa (Rp 1,5 juta). Namun, untuk memperoleh semua itu saya mesti
membeli salah satu product mereka yang harganya sekitar US$800-an paling
murah. Namun, setelah dipotong voucher 500 ribu ditambah discount ini itu,
total harga air purifier harus saya tebus dengan uang senilai Rp
7,900-ribuan, yang langsung digesek transaksi pembayarannya melalui kartu
Citibank saya.

Entah mengapa saya merasa sangat senang dan menjadi sangat tidak rasional
saat itu dan menyetujui serta mengikuti semua yang diminta oleh para penjaga
toko yang histeria seolah habis mengkonsumsi Inex (obat-obat pemicu
histeria). Mereka mengambil gambar saya menggunakan kamera handphone dan
meminta jangan bilang pada siapa-siapa bahwa semua itu adalah hadiah. Bahkan
Dian Purnama mengatakan bahwa saya mesti bilang ke orang lain bahwa saya
membeli semua barang-barang tersebut.

Setiba di rumah saya baru sadar dan mulai berfikir jernih tentang semua
kejadian di I-Home hari itu. Setelah melacak lewat internet berbagai
informasi yang tidak jelas saya baca, termasuk harga yang berbeda-beda untuk
produk-produk yang dijual. Bahkan, ada yang menawarkan produk yang sama (air
purifier) dengan harga hanya 500 ribu.

Sementara di I-Home harga yang harus dibayar adalah US$800-an. Dan, juga
ternyata modus operandi yang sama persis sudah dilakukan dalam kegiatan
pemasaran produk yang sama di mana-mana. Pengaduan yang saya baca di media
konsumen bahkan ada korban yang lokasinya sama yaitu di ITC Permata Hijau
namun dengan nama toko yang lain, yaitu Blue Top. Produk-produk yang
diberikan juga ternyata berbeda dengan yang ada di katalog dan berbeda
dengan buku manual yang dalam box produk.

Mengingat I-Home dan produk Inextron adalah pastinya perusahaan besar, mohon
Pihak berwajib dan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) segera
mengambil tindakan dan jangan membiarkan mereka membodohi masyarakat kita
dan mengorbankan konsumen dengan cara-cara tipuan seperti ini. Akibatnya
akan sangat buruk. Sementara pelaku akan sangat gembira karena dapat
memperoleh penghasilan sebesar itu dengan mudah.

Belum lagi para generasi muda yang dipekerjakan menjaga toko yang sudah
dirusak otaknya dan dilatih untuk melakukan berbagai hal yang tidak baik.
Mau jadi apa bangsa kita ini? Saya mengharapkan YLKI dapat membantu. Dan
saya bersedia membantu apapun untuk membuat mereka jera dan tidak ada lagi
yang menjadi korban.

Salam dan hormat saya,

Sriati

Konsumen yang dikorbankan

(Jakarta)


Regards, 
 Ferra 
http://tokoaraza. multiply. com (jilbab dan mukenah ekslusif)
http://tvkabelindov ision.blogspot. com (langganan TV kabel Indovision)

















      Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Akhirnya datang juga! 
http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke