Yup, ayo para ayah .... "dipundakmlah" keberhasilan menyusui akan terwujud :)
salam ASI,
henny
www.henny.blogdetik.com
From: Parenting Islami
Date: Wed, 11 Feb 2009 08:21:24 +0100
To: <parenting_indonesia @yahoogroups. com>
Subject: [parentsguide] Ayah bisa menyusui ??
Breastfeeding Father (Wujud cinta Ayah)dr.
Arianihttp://parentingisl ami.wordpress. com/2009/ 02/11/breastfeed ing-father-
wujud-cinta- ayah/Mungkin yang baru mendengar istilah ini pertama kali akan
mengernyitkan dahi, "Memang, seorang ayah bisa menyusui ? .Maksud dari istilah
tersebut adalah berupa dukungan penuh dari seorang ayah kepada istrinya dalam
proses menyusui. Karena itulah, hal ini diistilahkan dengan nama breastfeeding
father. (Tentunya, bukan memberikan susu pada anak seperti yang ibu-ibu
lakukan). Hal ini bukan berarti seorang Ayah, Abi, Papa atau Papih hanya
berperan aktif ketika bayi sudah lahir dan disusui, tapi bahkan jauh sebelum
bayi lahir. Karena keberhasilan menyusui ditentukan sejak dari awal-awal
kehamilan Seorang ayah memainkan peran yang sangat penting dalam keberhasilan
menyusui seorang ibu ("The Breastfeeding Book", Martha Sears, R.N., and William
Sears, M.D.) Pasangan yang sensitive dan supportive adalah
faktor yang menentukan kesuksesan proses menyusui. So, dengan kata lain
keberhasilan menyusui tidak terlepas dari usaha para ayah untuk menjadi
breastfeeding father. Berbagai hal yang bisa dilakukan seorang ayah menuju
breastfeeding father yang TOP Be Ge Te :A. Saat hamil1. Membangun motivasi
melalui ilmu
Seorang calon ayah sangat perlu memiliki pemahaman yang baik tentang kondisi
fisik maupun psikologis isteri ketika hamil, melahirkan dan sesudahnya . Tidak
hanya itu, jg wajib gape tentang ASI, pengasuhan dan pendidikan anak. Pemahaman
yang baik akan menumbuhkan kesadaran dan empati, meskipun sang ayah tidak akan
pernah betul-betul bisa merasakan apa yang dirasakan seorang ibu. Ayah tidak
pernah merasakan ketika ibu sedang hamil, melahirkan dan menyusui. Sehingga
calon ayah perlu meluangkan waktu untuk hunting berbagai ilmu tentang hal-hal
di atas. Lakukan dengan gembira bersama isteri anda, jadikan bahan perbincangan
diskusi yang hangat sambil menunggu kehadiran sang buah hati. Dengan melakukan
hal tersebut, kepercayaan diri isteri anda untuk menyusui akan tumbuh. Semakin
PD seorang ibu, semakin baik prospek produktivitas ASI. 2. Mulai menjalin
kontak dengan sang bayi
Meskipun masih di dalam kandungan, pada usia kehamilan 4 bulan, calon bayi
sudah dapat mendengar dan merasakan sentuhan orang-orang terdekatnya.
Sering-seringlah mengelus perut isteri anda, menyapa calon bayi, mengajaknya
"bermain", dan yang terpenting memperkenalkan diri anda sebagai ayahnya !. 3.
Memilih rumah bersalin Sayang Bayi
Pilihlah rumah bersalin atau bidan yang mau memfasilitasi IMD (Inisiasi
Menyusui Dini), ASI ekslusif dan fasilitas rawat gabung ibu dan bayi. Kehadiran
suami ketika melahirkan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan IMD. Karena
suami dapat meneguhkan isteri dan memastikan dokter atau bidan melakukan IMD
dan asi ekslusif. Banyak kisah haru ibu-ibu yang sangat ingin melakukan
keduanya, tidak berdaya (karena ketidakhadiran orang yang bisa membantunya
mendesak dokter atau bidan melakukan hal tersebut) ketika perawat atau dokter
tidak melakukan IMD. Ibu tersebut hanya bisa menangis ketika bayinya ternyata
sudah diberi susu formula sebelum dia mengecap tetesan ASI pertama. Dia betul2
memerlukan bantuan orang lain untuk memperjuangkan hal itu, karena kondisinya
yang masih lemah secara fisik maupun mental, setelah melahirkan. 4. Mencarikan
rizki yang halal untuk anak dan isterinya
Menjadi calon ayah semoga menjadi pemicu sang ayah agar semakin giat mencari
penghasilan yang halal untuk menafkahi anak dam isterinya. Ayah, jangan ada
hartamu yang tidak halal, karena itu akan menjadi bagian darah daging
anak-anakmu. "Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal dan baik-baik dari
apa yang ada di muka bumi" (Q.S. Al-baqarah:16 Hadist : Rasulullah SAW
bersabda : "Saudara-saudara sekalian, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak
menerima kecuali yang baik". Allah memerintahkan kepada orang-orang yang
beriman sebagaimana perintah-Nya kepada Rasul. Dia berfirman : "Wahai rasul,
makanlah dari yang baik-baik dan beramal shalihlah. Sesungguhnya Aku Maha
mengetahui atas apa yang kalian perbuat." Sebagaimana Dia juga berfirman "Hai
orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami
Rezekikan kepadamu." Kemudian beliau mengisahkan tentang seorang laki-laki yang
sedang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut masai dan
kedua kakinya berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke arah langit seraya
berkata, "Ya Rabbi…!Ya Rabbi…! Namun makanannya haram, minumannya haram, dan ia
dibesarkan dari barang yang haram. Lantas bagaimana mungkin doanya akan
terkanul?!" Coba perhatikan lafadzh "dan dia dibesarka dari makanan yang
haram." Padahal sebelumnya Rasulullah SAW telah mengatakan bahwa makanannya
haram. Beliau seakan mengisyaratkan dengan lafadzh kedua ini, bahwa berangkat
dari kesalahan orang tua yang memberinya nutrisi dari usaha yang tidak halal
sejak kecil, akibatnya si anak yang kena batunya setelah dewasa. Doanya tidak
terkabulkan meski dalam kondisi terjepit sekalipun. B. Setelah melahirkan
Ayah mempunyai dua dua peran penting setelah kelahiran. One is to care for the
mother, the other is to share baby care (and childcare kalau ada si sulung).
Secara detail peran seorang papa terhadap mama adalah: protect her, serve her,
obtain help for her, clean for her, drive her, counsel her and fill in for her
with your toddler or preschooler. (p 18 1. Just make her happy and rest….
Siapa yang ga cape punya bayi, bangun tiap malam, banyak tamu bekunjung,
mengurus akikah..but everything will be easier jika ayah dan ibu jadi team yang
oke. Biasanya ibu akan mengalami masa stress setelah melahirkan. Apalagi pada
masa baby blues syndrome. Tunjukkan sikap positif saat ibu menyusui, misalnya
dengan memijat punggung/pundak ibu. Selain itu, ayah bisa menyendawakan bayi
setelah penyusuan. Saat bayi terbangun, ayah bisa memijat bayi. Pijatan bayi
yang nyaman akan membuat bayi menyusui dengan baik dan banyak. Semakin sering
payudara dihisap, semakin banyak produksi ASI. Meski kadang terlihat
sepele—misalnya sekadar mengambilkan handuk kecil untuk menyeka mulut si kecil
yang kadang kebasahan air susu ibunya—proses seperti itu memberi banyak manfaat
bagi kedekatan ayah dan anak, juga ibunya. Berbagai contoh lain dari proses
breastfeeding father ini juga bisa dilakukan dalam berbagai hal. Misalnya
ketika bangun malam, sang ayah membuatkan
segelas teh manis penghangat badan untuk istri ketika menyusui, atau membantu
mengganti popok dan menggendong bayi agar isteri dapat tidur lebih lama. Bisa
juga dengan sekedar pijatan ringan pada punggung istri dan kecupan sayang di
keningnya ketika isteri anda selesai menyusui juga akan memberi banyak arti
yang akan membuat dekat suami istri dan memperlancar produksi ASI. Tak jarang,
saking bahagianya, ayah memang lebih cenderung memperhatikan bayi daripada
ibunya. Karena itu, dalam proses breastfeeding father ini, yang paling penting
adalah menjaga keseimbangan— terutama dalam hal perhatian—sehingga ibu dan anak
selalu tetap merasa dipedulikan. Sehingga, secara emosi pun, ikatan keluarga
pun makin terjalin erat. Dan seorang anak pun akan merasa nyaman Kebahagiaan
yang dirasakan seorang ibu akan mrningkatkan produksi hormon oksitosin sehingga
produksi ASI juga meningkat. Seabaliknya kesedihan ataupun kelelahan fisik dan
mental seorang ibu akan
mengganggu refleks oksitosin, sehingga produksi ASI juga terganggu.bersambung…