Dear Pak Pandu & all moms,

semoga jawaban dari dr. Soedjatmiko dibawah ini bisa membantu Bapak utk mencari 
jawaban mengenai pengaruh vaksin Hepatitis B terhadap autis..

thank u,
LINDA



----- Pesan Diteruskan ----



Terkirim: Kamis, 12 Februari, 2009
10:23:28

Topik: Trs: Mohon Pencerahannya ya
dok... 





Jawaban saya ada dibawah ini, pse chek. 





Terima kasih Linda 





Wass 





Soedjatmiko 





   





Terkirim: Kamis, 5 Februari, 2009
10:10:25

Topik: Mohon Pencerahannya ya
dok... 



Dear dok, 

  

Aku baru baca milis Parents guide dan ada pertanyaan dari
salah satu anggota milis PG mengenai vaksin Hepatitis B yang bisa mengakibatkan
autisme. 

Mohon Pencerahannya ya dok supaya bisa lebih jelas lg krn
informasi yg didptkan jd berbeda-beda. (pls see attached file of posting
mailist PG) 

  

Thanks a lot, dok J 

Regards, 

Linda Rizki
Amelia 

Parents guide
magazine 

0856-851 7381
 

  

Ibu Evy Herlina yth. dan para pembaca Parents Guide yang tercinta 


 Kami memahami
     kegelisahan ibu setelah membaca buku itu. Di negara dengan demokrasi
     liberal memang membebaskan orang membuat tulisan atau buku, oleh karena
     itu sebelum membaca buku, kenalilah dulu siapa penulisnya, apa profesi dan
     jabatannya, institusi tempat bekerjanya apakah relefan dengan topik
      yang ditulisnya. Tidak semua penjahit mengerti cara membuat jas yang
     baik,  tidak semua tukang kayu mengerti cara membuat lemari yang
     baik, tidak semua dokter menguasai berbagai aspek tentang vaksinasi  yang
     sangat rumit dan luas. Akibatnya analisisnya bisa tidak tepat.  
 Untuk mengambil
     kesimpulan, janganlah Ibu bersumber dari 1 buku saja, tapi carilah
     informasi dari banyak sumber sehingga wawasan akan lebih luas. Sebaiknya
     carilah informasi (browsing, searching)
     ke website atau buku dan majalah  yang memang professional dalam
     bidangnya dan selalu menyajikan data-data yang relevan, akurat dan
     profesional. Bukan milis-milis yang tidak menyajikan sumber informasi dan
     data 
 Buku tersebut
     pernah di bahas oleh 25 orang pakar Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter
     Anak Indonesia yang menyimpulkan bahwa isi buku itu berdasarkan data yang
     minim, tidak akurat,  sehingga dalam banyak hal kesimpulannya tidak
     profesional. 
 Timerosal (etil -
     merkuri) di dalam vaksin sudah digunakan di dalam vaksin sejak tahun
     1940an, untuk mencegah kontaminasi bakteri dalam program vaksin masal.
      Yang sangat beracun adalah METIL-merkuri, BUKAN ETIL-Merkuri. Batas
     maksimal yang direkomenasikan WHO adalah 159 mcg/kg berat badan/minggu
     Kadar timerosal dalam vaksin sangat rendah, sehingga  sampai umur 6
     bulan, setelah mendapat 3 kali DPT, Hepatitis B, BCG, rata2 hanya mendapat
     1,25 mcg / kgbb/ minggu, sangat rendah,  Sangat jauh dari batas
     maksimal 159 mcg/kgbb/minggu. 
 Di daerah
     industri, kadar metal merkuri di di dalam ikan laut i malah jauh lebih
     tinggi daripada di dalam vaksin, tidak menimbulkan masalah. 
 Dalam berbagai
     pertemuan ahli, sampai sekarang penyebab autisme belumlah diketahui pasti,
     karena berbagai penelitian hasilnya berbeda-beda tidak sama.
 Ada penelitian yang
     menemukan Metil merkurti tinggi pada rambut anak, ada yang tidak.
 Ada yang menuduh
     karena MMR, tetapi banyak anak autis belum pernah mendapat vaksin sama
     sekali. Sebagian ahli mengatakan autisme karena kekurangan
     neurotransmitter di otak, karena gangguan dalam proses kehamilan dll.
     Masih banyak hasil peneltian yang menyimpulkan berbeda lagi.  
 Banyak penelitian
     yang dipublikasi di journal ilmiah professional  sekitar tahun 2000an
     yang menyimpulkan tidak ada hubungan MMR dengan autisme. Contoh :
     penelitian Loring Dales, Hammer SJ  dan Smith NJ yang dipublikasi di 
Journal of America Medical Association 2001,
     yang menganalisa data anak-anak autis di North California  sejak
     tahun 1980 sampai 1994 menyimpulkan tidak ada hubungan MMR dan autisme.
     Juga penelitian James A Kaye  yang dipublikasikan di British Medical
     Journal, menganalis data anak autis sejak 1986 – 1993, menyimpulkan tidak
     ada hubungan MMR dan autisme. Oleh karena itu berbagai organisasi
     professional misalnya Working Party on
     MMR vaccine of the United Kingdoms (Inggeris),  Committee on Safety
     of Medicine, Institute of Medicine, American Medical Association dll
     menyimpulkan tidak ada hubungan MMR dan Autisme.  
 Untuk mengambil
     kesimpulan, janganlah bersumber dari 1 buku saja, tapi carilah informasi
     dari banyak sumber sehingga wawasan akan lebih luas dan kesimpulan lebih
     tepat. Sebaiknya carilah informasi (browsing,
     searching) ke website atau buku dan majalah  yang memang
     professional dalam bidangnya dan selalu menyajikan data-data yang relevan,
     akurat dan profesional. Bukan milis-milis yang tidak menyajikan sumber
     informasi dan data.  


Terima
kasih atas perhatiannya 

Soedjatmiko 

Dokter Spesialis Anak,
Konsultan Tumbuh Kembang 

Magister
Sains Psikologi Perkembangan 

  

  









   







Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman

Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 







   







Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.

Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 







   







Bersenang-senang
di Yahoo! Messenger dengan semua teman

Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 



 




      

Kirim email ke