Mba,merinding saya baca emailnya..smoga alm diberikan tempat terbaik di sisi 
Alloh SWT amen..
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Hartatiek Kurniawan <[email protected]>

Date: Wed, 4 Mar 2009 13:05:39 
To: <[email protected]>
Subject: Bls: [parentsguide] Fw: Jangan "ngambek" berkepanjangan terhadap
 orang yg kamu kasihi


Membaca cerita ini walaupun belum semua tapi langsung mengingatkanku pada alm. 
suamiku. Sebelum suamiku meninggal kita memang sedang 'perang dingin' (selama 
+/- 10 hari). Dan semua itu awal dari keegoisan kami. Usia pernikahan yang 
mungkin baru seumur jagung (baru berjalan 3 tahun), mungkin salah satu faktor 
ketidakdewasaan kami dalam bersikap.. Waktu itu suamiku mengajak tinggal di 
rumah ibunya (mertuaku) dan aku tidak mau dengan alasan takut menimbulkan 
konflik menantu dan mertua, tapi ternyata suamiku marah dan malah menjawab akan 
membawa anak kami bila aku tetap tidak menurut (kata orang salah satu tanda2 
orang mau meninggal yaitu membuat kesal orang di sekitarnya). Waktu itu kami 
sudah mengontrak rumah petakan. Akhirnya sejak saat itu hingga suamiku 
mengakhiri masa hidupnya kami jarang berkomunikasi dan hanya berbicara untuk 
hal yang biasa saja, sudah tidak ada lagi canda tawa, rayuan gombal dan hal2 
yang seharusnya tidak perlu terjadi. Tapi sebagai istri aku tetap melayani 
suami, menyiapkan sarapan, memasak, mengurus rumah dan tentunya mengurus 
anakku. Sehari sebelum suamiku meninggal sebenarnya aku sudah memutuskan untuk 
akhirnya menuruti keinginan suamiku karna orang tuaku sudah ikut menasehati 
agar sebaiknya aku ikut saja kemana suamiku tinggal, hanya saja kata2 itu belum 
pernah terucap dan hanya dalam hati saja. Rencana untuk mengatakan masih ku 
tunda, tidak langsung aku ucapkan. Dan pada sore hari alm. pulang kerja, alm. 
sudah terlihat seperti biasa, bercanda pada aku dan anakku bahkan sempat 
mencium pipiku untuk yang terakhir kalinya. Hanya saja aku masih sangat egois 
dengan tidak membalas candaannya, dan bersikap tetap bete. Keesokan harinya 
karna orang tuaku mau pulang kampung, akhirnya aku pulang ke rumah orang tuaku 
dan pulang kerja suamiku menyusul. Ketika pulang terlihat ada yang berbeda 
dengan suamiku. Dia terlihat diam saja tidak banyak bicara, dan seperti ada 
yang dipikirkan atau mungkin membuat gelisah. Sampai akhirnya pada malam 
harinya setelah mengantar orang tuaku ke stasiun, suamiku sempat mampir ke 
kontrakan kami karna ada obat anakku yang ketinggalan, dan sekembalinya pulang 
dari kontrakan terjadilah hal yang tidak pernah aku duga, suamiku ditabrak 
motor dalam kecepatan tinggi ketika sedang akan menyebrang. Suamiku juga 
mengendarai motor. Alhamdulillah suamiku cepat dibawa ke rumah sakit oleh 
orang2 yang melihat. Dan aku segera menyusul ke rumah sakit. Tapi ternyata 
nyawanya tidak dapat ditolong lagi. Sampai di rumah sakit suamiku dinyatakan 
sudah tidak bernyawa. Bagai petir di siang bolong, rasanya badan ini juga ikut 
tidak bernyawa. Aku merasa semua itu tidak mungkin terjadi tapi semua ini 
nyata. Aku tidak pernah menyangka orang yang selama ini aku cintai dan aku 
pikir akan bersama2 aku dalam waktu yang lama ternyata meninggalkanku terlebih 
dahulu. 
Tapi inilah hidup kita tidak pernah tau awal dan akhirnya. Penyesalanku yang 
mungkin tidak akan pernah hilang adalah aku merasa belum sepenuhnya bisa 
menjadi istri yang baik untuk suamiku. Kadang aku bertanya apakah suamiku sudah 
memaafkan kesalahanku karna tidak menurut? Aku sangat sedih kalau ingat itu.
Tapi Allah SWT Maha Kuasa, Dia lah yang paling tau yang terbaik untuk umatnya, 
walaupun aku ditinggal suami tapi Alhamdulillah masih ada anak yang memotivasi 
hidupku. Sekarang aku hidup untuk anakku saja. Rasanya cintaku pada suamiku 
tidak pernah pudar, aku masih bisa merasakan cinta suamiku, saat2 dimana dia 
begitu mencintaiku dan hanya aku dihatinya. Cintaku rasanya ikut terkubur. Tapi 
kalau suatu saat Allah SWT memberikan jodoh untukku dan kalau itu memang sudah 
takdir hidupku aku akan menerimanya selama jodoh itu menyayangi anakku seperti 
anak kandungnya sendiri.
Maafkan aku suamiku, aku selalu berdoa semoga kita bisa berkumpul di surga 
bersama dengan anak keturunan kita. Semoga alm. suamiku diampuni dosa2nya dan 
ditempatkan di tempat yang terbaik. Amiin...ya robbal 'Alamin.....




 
----------------
Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3 
<http://sg.rd.yahoo.com/id/search/firefox/mail/signature/*http://downloads.yahoo.com/id/firefox/>
 !  



------------------------------------

===================================================================
Telah Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi MARET 2009

8 SOLUSI MELAHIRKAN 'TANPA' RASA SAKIT
Nyeri persalinan diciptakan sebagai tanda peringatan. Bukan untuk ditakuti, 
karena ketakutan akan memperbesar nyeri lalu keduanya menjadi 'penguasa 
bersama'. Hanya perlu tiga langkah untuk mencegah nyeri jadi penguasa ketakutan 
kita: memperhatikan, mengakomodasi dan mengendalikannya. Simak solusi untuk 
melahirkan 'tanpa' rasa sakit di majalah Parents Guide edisi Maret 2009.

Simak juga bahasan menarik lain :

- 10 Pantangan dalam Merawat Bayi

- Amankah makanan di rumah untuk bayi Anda?

- 6 Trik Lindungi Tulang Si Kecil

-  Bila Bayi ASI Tidak Pernah Kenyang

SIMAK JUGA MAJALAH HIPOO UNTUK SI BALITA
Tema HIPOO edisi Maret 2009 ini "AKU"

Ikuti talkshow PG PRESCHOOLER CLUB: BORN TO BE GENIUS
Pembicara: Nyi Mas Diane Wulansari, Sabtu, 14 Maret 2009. Pukul 09.30-12.00 WIB 
di House of Milenia. Tiket Rp 30.000.

INFO TIKET DAN LANGGANAN MAJALAH HUBUNGI: Emma di (021) 70408785, 527 7302

Segera dapatkan PARENTS GUIDE edisi MARET 2009 di agen majalah dan toko buku 
terkemuka di kota Anda. Baca daftar isinya di 
http://www.parents.co.id/dsp_tocfeb07.phpYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke