Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dalam sebuah seminar pendidikan anak yang saya ikuti,ada seorang peserta
bertanya:"Bu,menurut ibu, tidak perlu pemberian hadiah dalam membentuk
motivasi anak, kemarin siswa saya (TK) mengikuti tes IQ hasilnya
diantaranya kalo anak itu ada yang masuk tipe sanguin, plegmatis,dll.
Katanya sanguin itu perlu dididik dengan ancaman, plegmatis dengan
hadiah. Nah bagaimana itu ada yang perlu hadiah"
Glek:((, sebagai salah satu peserta saya surprise ada pola asuh yang
dibedakan berdasarkan tipe kepribadian seperti itu. Baru denger, asli!.
Zaman dulu waktu kita belajar alat test kok kayaknya nggak ada yang
demikian. Apa ini perkembangan baru? Hmm, tapi denger hasilnya juga
kayaknya terdengar ganjil, ada anak perlu dididik dengan ancaman??? Ups
apa kata dunia???
Kalao selama ini masyarakat sering dicerahkan untuk kritis terhadap
praktek dan pemberian obat oleh dokter, sejauh mana saat ini masyarakat
sudah paham tentang praktek psikologi? Sudah lama terdengar banyak pihak
yang tidak bertanggungjawab, tidak ada background pendidikan psikolog
atau tidak ada sertifikasi apapun, tidak ada legalitas sedikitpun,
berani menyelenggarakan test psikologi. Hasil yang ditawarkanpun canggih
dan beragam dari mulai kecerdasan intelektual. kecerdasan emosional,
kepribadian, prediksi profesi,bakat,mulitple intellegence,dlsb. Yang
cukup merisaukan saya adalah kala yang ditest adalah anak TK, anak Play
group yang gurunya pun tidak cukup paham tentang test psikologi. Maka
semerta-merta label atau tindakan bisa jadi diberikan pada anak
berdasarkan test psikologi tersebut.
Prihatin. mungkin itu yang saya rasakan. So, buat Ayahibu dan para guru
mungkin bisa lebih waspada dan kritis terhadap penyelenggaraan test
psikologi putra putrinya. Telitilah:
1. Siapa penyelenggaranya? Siapa tim pembuat dan penanggungjawab
penyelenggara yang membuat laporan hasil test?
2. Apa background pendidikan dan profesinya,
3. Sejauhmana tingkat validitas dan reliabilitas alat testnya. Sebuah
alat test perlu proses panjang untuk mendapat validitas dan
reliabilitasnya. Perlu membuat kisi-kisi yang tepat, uji alat,
penghitungan hasil uji, dan bisa berulang-ulang prosesnya sampai
valid dan reliable. Psikotest bukanlah seperti Quiz yang sering
ada di majalah atau di internet!
4. Apakah alat test yang digunakan adalah alat test baku
internasional atau lokal atau hasil karya penyelenggara
Hmm....ma'af jika tidak berkenan, dan silakan jika ada yang mau melengkapi.
salam
lita edia