kebetulan sy baru dapat artikel ini,
monggo kali2 ada yg membutuhkan dan tetap waspada terhadap anak2 kita


Penyakit Mulut-Tangan-Kaki


Dr HANDRAWAN NADESUL 

________________________________

PENYAKIT Mulut-Tangan-Kaki atau hand-foot and mouth disease (HFMD) diawali 
dengan demam, sama dengan penyakit infeksi umumnya. Yang membedakan kalau ini 
kemungkinan HFMD ialah munculnya semacam cacar, yakni lentingan bening di 
selaput lendir mulut bagian geraham. 
Tetapi lenting cacar di selaput lendir mulut bukan hanya disebabkan oleh HFMD 
tetapi ada sederet penyakit lain yang gejalanya serupa. Herpes simplex di mulut 
pun menyerupai cacar juga. Kepastian menganai HFMD adalah dengan cara 
mengisolasi virus dan memeriksanya di laboratorium, serta mengamati tumbuhnya 
cacar yang sama di tangan dan kaki. 
Bedanya dengan herpes simplex di rongga mulut, biasanya penyakit herpes kambuh 
berulang di tempat yang sama. Sedang pada penyakit HFMD biasanya langsung kebal 
dan tak kambuh lagi. Orang dewasa umumnya sudah kebal terhadap serangan virus 
jenis ini, kecuali jika menderita kerentanan imunitas seperti orang dewasa 
pengidap HIV yang masih mungkin terinfeksi HFMD lagi. 
Penyebab dari HFMD adalah virus (coxsackie), yang berada dalam air liur dan 
lendir mulut, atau tinja. Jika pengidap virus mencium, mengecup anak, maka 
virus HFMD dapat ditularkan. 
Penularan juga sering terjadi di tempat penitipan anak, dan di sekolah. Maka 
setiap ada anak yang tampak semacam ada cacar di kulit tangan dan kaki, atau di 
sekitar bibir, selain di dalam rongga mulut, perlu dicurigai kalau itu penyakit 
HFMD. Kemungkin lain sejenis herpes simplex yang sama-sama menular juga. Maka 
perlu dilakukan tidak mengizinkan anak sakit ke sekolah, bermain atau berkumpul 
dengan anak sehat lainnya. 
Sebagaimana umumnya penyakit virus, HFMD pun tidak ada obat khusus 
antivirus-nya. Maka terapi pada kasus HFMD hanya bersifat meredam keluhan dan 
gejalanya saja (symptomatic). Anak diberikan obat anti-demam, selain pereda 
rasa tidak enak di mulut, dan merawat kulit yang ada cacar HFMD-nya. 
Sebagaimana lazim pada golongan penyakit cacar (cacar air, cacar betulan, atau 
herpes) kulit yang bercacar perlu dirawat khusus jangan sampai terinfeksi oleh 
kuman. Saat cacarnya pecah, berisiko tercemar kuman, sehingga cacar berubah 
menjadi bisul bernanah jika tidak dilakukan perawatan. Jika tidak dicegah, 
infeksi ikutan (sekunder) pada kulit bercacar akan menambah buruk kondisi anak 
yang dapat menyisakan bekas borok pada kulit.*** 
PENYAKIT serupa yakni Penyakit Mulut dan Kaki (FMD) ditularkan oleh hewan. 
Biasanya hewan ternak apa saja. Umumnya sapi, kambing, domba, dan babi, atau 
beberapa jenis hewan liar. Virusnya berbeda, berada dalam liur dan sangat 
menular. Penularan biasanya terjadi secara tidak langsung. 
Virus melekat pada pakaian atau kulit setelah menyentuh atau bersinggungan 
dengan hewan yang sakit. Tampak cacar yang sama pada kaki dan mulut. Saat cacar 
di mulut tumbuh, air liur keluar berlebihan. Cacar di kulit kaki mudah pecah 
dan menimbulkan luka lecet lebar. Yang ditakuti bila virus mengenai otot 
jantung sehingga terjadi peradangan jantung (myocarditis). 
Gejala FMD sama dengan HFMD, yaitu diawali dengan demam. Masa tunas penyakit ± 
2-12 hari. Selama demam anak tampak lesu dan lemah, mungkin disertai 
muntah-muntah. Anak juga tidak mau menyusu karena rasa tidak enak di mulut, 
serta mual-mual. 
Oleh karena itu, penting untuk memelihara kebersihan badan, tangan, pakaian 
serta jauhi area peternakan ketika ada wabah FMD. Kuatkan daya tahan tubuh 
dengan makan makanan bergizi dan cukupi kebutuhan cairan (minum), terlebih saat 
demam. Amati di tempat penitipan anak dan sekolah anak kalau melihat ada anak 
yang kulit wajah atau tangan dan kakinya muncul semacam cacar, siapa tahu HFMD. 
Apa pun jenis cacarnya, tentu penyakit yang menular. Maka anak perlu 
menghindar. 
Jika itu terjadi pada anak kita, tak perlu panik, segera bawa ke dokter guna 
mendapat penanganan lebih lanjut. Sediakan ‘tempat main’ tersendiri selama 
sakit masih dalam masa menular. Ikuti nasehat dokter. Tanyakan kapan mulai bisa 
main bersama kawan-kawannya.***  




      

Kirim email ke