Falda (2 th 1 bln), sudah mulai memasuki fase Negativism...Egosentris
Apapun, permintaan, pertanyaan, selalu dijawab dengan "GA' AU" ..
"Falda mandi yu''"
"Ga' au"
"Falda pipis dulu yu', biar ga ngompol"
"Ga' au"
"Kita mimi'nya di kamar aja sambil bobo'an ya"
"Ga' au"
Well....begitulah..
berubahlah anak manis cantikku itu jadi anak "super cantik" **sambil gregetan**
....
Banyak ga mau, banyak menolak, banyak mau-maunya sendiri, menguasai, mau menang
sendiri, ga mau berbagi, dsb.
Apa sih sebenarnya yg sedang dihadapi anak seumur ini?
Pada masa toddlerhood ini, anak-anak sedang belajar menjadi pribadi, individu.
Mereka belajar bahwa mereka punya keinginan, pemikiran, maupun kemampuan
sendiri. Sebagai pribadi yang punya pendapat, yang pengen diperhitungkan
keinginannya.
Ini tahapan penting masa kanak-kanak yang "memang harus" dilalui.
Jadi, sebagai orang tua kita wajib menghormati hal ini. Fasilitasi
perkembangannya ini, hargai pendapatnya, ajarkan dan arahkan mereka mengambil
keputusan yang tepat dan benar. Ajarkan mereka mana yg benar dan salah. arahkan
mereka menjadi pribadi yang tangguh dan tahu apa yang mereka inginkan.
Gimana sih ngadepin anak2 yg sedang negatif ini?
Cara gampang nih:
1. Beri batasan
Anak-anak harus tahu aturan kita sebagai orang tua/orang dewasa, mana yang
boleh, mana yg tidak boleh, mana yg masih boleh, mana yg boleh kadang2, mana yg
tidak boleh sama sekali, pada situasi apa boleh dan tidak boleh. Mana yang
bahaya sehingga tidak boleh sama sekali, dsb. Anak-anak itu senang kejelasan,
samalah dg kita kan?
Misalnya mo pergi tapi ga mau pake baju ya tinggal bilang
"kita akan pergi cuma kalau adek mau pake baju, kalo ngga, kita ga akan pergi"
Dan kita harus komit dan konsisten untuk menerapkan aturan ini.
Sekali anak tahu bahwa aturan bisa diatur-atur sesuka dia, maka besok-besok
anak akan belajar memanipulasinya
2. Berikan Pilihan
Sebagai individu baru yang sudah "sok" mau diperhitungkan, kita bisa lho
menghargai mereka dengan memberikannya pilihan..
Misalnya
"Dek, mo makan yg mana? ikan, ayam, atau sop?"
"Ade' au cop" (adek mau sop)
"Dek, mau pake baju yg mana, yg ini ato yg ini?"
Percaya ngga, Falda tuh dah pinter milih loh, dia tahu milih baju bagus yg buat
jalan
3. Hindari Pertanyaan yang berakhir dg jawaban ya atau tidak
Biasanya nih, anak-anak yang sedang di tahap negatif ini lebih senang dengan
jawaban "tidak". Jadi, mendingan jangan dikasih pilihan ato kesempatan supaya
dia menjawab "tidak".
Misalnya:
"dek, mandi yu'"...diganti jadi "Ayooo sekarang kita mandiiiiiiiiiii"
4. Berikan anak kesempatan untuk beradaptasi terhadap perubahan
Sebagai "individu", anak-anak seperti halnya kita, tentu ga suka dihadapkan
pada perubahan mendadak. Kadang kita udah punya rencana-rencana sendiri kan?
Jadi berikan anak kesempatan untuk beradaptasi pada suatu keadaan.
Misalnya anak lagi asyik main dan mau kita stop trus suruh makan, biasanya akan
menolak. Jadi, lebih baik dikasih kesempatan main dulu sampai selesai, trus
makan
Misalnya gini
"De' kalo mainnya dah selesai, kita makan yuk, bunda masak sop lho kesukaan
adik"
5. Tetap Berikan Anak kesempatan untuk kenal kata No
Kasih kesempatan anak untuk boleh belajar bilang tidak untuk hal-hal tertentu
Misalnya
"Mobil rodanya dua ya?"
6. Sabar
Hehehe..ini jurus terakhir deh, emang dah ga ada lainnya. Bersabar menghadapi
mereka. Terima mereka apa adanya. Pahami kebutuhannya. Jika mereka marah,
frustasi, ato kecewa karena ga tahu bagaimana cara menyampaikan keinginannya,
tanggapi itu dengan baik. Usahakan utk tdk marah balik ato berespon negatif.
Semakin negatif respon kita, anak akan semakin bereaksi negatif.
Ok, have a nice parenting
Maya Siswadi - Bunda 3F
http://bunda3f.multiply.com
http://www.luarbiasa.biz/?id=bunda3f
Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/