dear moms, ini cerita tentang putri sulung kami, Bella (11th). suatu sore aku dan dia jalan berdua. bersamanya aku sering menempatkan diri sebagai teman dan sahabatnya. kami bisa bercakap tentang apa saja, bahkan kadang tanpa sadar dia bercerita tentang rahasia dalam gank-nya. bella sedang senang-senangnya berteman, dan ia tak memiliki masalah yang rumit di sekolahnya. fine-fine saja.
tetapi sore itu, saat sedang menunggu sopir menjemput kami, ia nyeletuk, "Boleh gak Mah, aku gak sekolah? Aku mau jalan-jalan, traveling, trus aku nulis novel atau cerpen dari pengalamanku... aku kan sudah punya pekerjaan.." rupanya bella menganggap ia sudah bisa mencari uang sendiri dengan menulis. ya, ia sudah menulis dua novel: Beautiful Days (Dar!Mizan, 2007), It's My Bedroom (Dar!Mizan, 2008) dan tiga kumcer semuanya Dar!Mizan: Magic Crystal (2008), Selimut Cassandra (2009) dan Alergi Nabila (2009). dia mengalahkan aku, ibunya:) aku baru bisa bikin novel barengan dengan suamiku, belum punya tenaga untuk menulis sendiri:( balik lagi ke topik kami, aku berusaha biasa saja mendengarnya. aku dan suamiku sudah biasa menemui bella dengan ide-ide aneh tapi kreatif, bahkan nyeleneh:) lalu kujawab, "Boleh saja gak sekolah, tetapi kau harus tetap belajar tentang banyak hal.." bella merengut, "Itu mah sama saja dong, aku harus tetap sekolah... ngerjain soal-soal..." aku bilang lagi, "Lho, bukankah dengan belajar banyak hal akan menambah wawasan untuk menulis? kamu gak bakalan kangen teman-temanmu di sekolah?" bella merenung. baginya ini dilema. ia sangat menyukai bersekolah di Sekolah Peradaban, Serang- Banten. di sekolah ini bella merasa ide-ide kreatifnya mendapat tempat dan bisa sharing dengan guru dan teman-temannya. mungkin berat baginya untuk berpisah dengan teman, tapi menggiurkan pula untuk traveling ke kota-kota lain. buat kami tentu saja tak semudah itu mengamini keinginan bella. ada banyak hal yang harus didiskusikan bersama gadis kecil yang tengah menyiapkan novel terbarunya itu. meskipun saya sendiri tidak keberatan kalau anak-anak sekolah di rumah. tinggal kami harus ekstra kerja keras menemani mereka. well, saya dan suami memang sedang belajar menjadi parents yang sesungguhnya. regards, tias tatanka

