Mba salam kenal,
Saya tertarik untuk membaca  buku yg mba usulkan sebagai reverensi, boleh tanya 
apa buku tersebut di TB seperti gramedia ada?
Kebetulan topik ini sedang saya alami, saya tidak berencana punya anak lagi, 
tapi khawatir juga dengan perkembangan si kecil kelak. So saya pikir ada 
baiknya saya baca buku yg mba reverensikan. Thanks infonya
--- Pada Sen, 4/5/09, sakapurnama febie <[email protected]> menulis:


Dari: sakapurnama febie <[email protected]>
Topik: RE: Bls: [parentsguide] Kalau anak tunggal.....
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 4 Mei, 2009, 11:15 AM








hi mbak joyce,
boleh ikutan sharing ya moms..
cuma mungkin agak beda nih, sharing dari kacamata si anak tunggal :)
kebetulan saya ni anak tunggal, yang dipercaya sama Allah dengan 3 anak laki2. 
terus terang tiap hari hectic dan stresful sekali, tapi saya senang sekali dan 
sangat bersyukur. kadang saat anak2 berantem, ada kalanya saya bisa tertawa 
melihat mereka. karena sibling rivalry adalah sesuatu yang saya ga dapatkan 
pada saat kecil. memiliki saudara kandung adalah impian saya waktu kecil, 
sekarang saya bersyukur punya anak banyak, jadi bisa 'setengah' mengalami apa 
yang saya ga punya dulu.
 
saya pikir anak satu atau anak dua, tiga, dst semua ada kelebihan dan 
kekurangan. tentang anak tunggal yang egois, tidak ada empati, manja, dsb itu 
saya pikir mitos saja. semua tergantung ortu masing2 anak tunggal bagaimana 
menyikapinya. alhamdulilah, ortu saya tidak memanjakan saya dengan materi 
berlebih, fasilitas memang selalu diantar jemput, tapi ada kalanya musti naik 
angkot juga. mereka juga tidak overprotecting, saya diijinkan ikut kegiatan 
camping dsb. kuliah juga saya kos dengan teman2. padahal ortu tdak pernah 
merencanakan untuk punya satu anak saja, memang setelah saya lahir ortu sulit 
untuk punya anak lagi. jadi bukan dimanja secara materi, saya memang dapat 
banyak sekali perhatian dan kasih sayang :)
 
kalau boleh saya rangkum, minusnya adalah: saya sangat kesepian saat kecil, 
bukan karena tidak punya teman. karena peran teman dan sibling disini beda. ada 
beberapa peran saudara kandung yang menyisakan efek sampai dewasa, tidak dapat 
digantikan oleh teman manapun. saya kesulitan untuk berbagi, karena tidak 
dimanjakan secara materi saya lebih ke sulit berbagi perhatian, bukan benda. 
sulit untuk memaafkan, karena menurut saya peran sibling/saudara kandung adalah 
mengajarkan anak untuk forgive and forget. saya tidak pernah punya pengalaman 
rebutan mainan, atau ribut dengan kakak/adik yang membutuhkan bermaaf2an 
sesudahnya. saya juga cenderung selalu ingin jadi deviant, orang yang beda 
dengan orang lain. ini bisa plus bisa minus ya.
kalau plus nya: imajinasi dan daya khayal tinggi, butuh peran ortu untuk 
mengarahkan dengan kegiatan2 tambahan spaya keluarnya jadi anak yang kreatif, 
plusnya punya anak tunggal adalah ortu bisa memberikan perhatian yang sangat 
cukup untuk anak, materi maupun psikologis. semua tentunya dengan porsi 
masing2. cara membesarkan anak tunggal pun musti dipelajari lho, supaya bisa 
membentuk pribadi yang ga manja, ga spoiled, empati ma orang lain, pokonya 
utamakan aspek sosial-emosionalnya .
dan satu lagi moms, kalau memang sudah memutuskan ingin memiliki anak satu 
saja, ada baiknya anak dibekali dengan kemampuan mengatasi kesendiriannya. 
kebetulan ini topik skripsi sya dulu :) menurut saya, ada dua tipe anak 
tunggal. anak yang mampu menikmati kesendiriannya dan bisa diarahkan ortu ke 
arah yang positif, dan anak yang tidak mampu menikmati kesendiriannya, yang 
efeknya ke arah negatif seperti anak menjadi low self esteem, dependen dengan 
'teman' (ini tipe anak yang nurut terus mau temennya supaya ga keilangan 
temen), introvert, berkesan 'geeky' atau kutu buku, anak seperti ini biasanya 
ga pede sndirian, selalu merasa secure kalau ada 'teman' disampingnya. saat 
teenager lebih berkembang jadi trend follower sementara si anak yang mampu pede 
dengan diri sendiri akan jadi trend maker :) 
kalau minat moms bisa coba cari buku2 tentang anak tunggal, ada the only child 
by darrel sifford dan the only child:myths and reality by ann laybourne.
atau japri saya juga boleh untuk sharing2 :)
ini hanya masukan ya moms, semoga bisa diterima dan bermanfaat.. . kalau ada 
kurang2nya mohon maaf ya, semua berangkat dari pengalaman pribadi juga soalnya 
:). hope it helps..


best regards,
febie sakapurnama.


the treasure box shop!
at: http://wigglywoo. multiply. com
offline: pesona khayangan EV1 depok
ph: +6285692409284
lots of funky, cute, rare, vintage, functional stuff for kids and moms!
also self designed and handmade handycrafts!
support our 'local' home industry!
 
or get personal at: http://bundabee. blogspot. com
facebook: febie.s...@hotmail. com

 



 


To: parentsguide@ yahoogroups. com
From: joe_1...@yahoo. com
Date: Sun, 3 May 2009 21:30:30 +0800
Subject: Re: Bls: [parentsguide] Kalau anak tunggal.....











Moms...
thanks ya atas sharingnya.. .
seengga2nya pikiranku ada samanya dengan bbrp pikiran Moms...
memang banyak yg musti dipikirin untuk punya anak ke2, sekarang apa2 serba 
mahal..
tapi namanya rejeki pasti ada aja ya...:)
 
 
 Regards, Joyce Wairata
 
 

--- On Thu, 4/30/09, Lucia Sandra <luciasandra@ rocketmail. com> wrote:


From: Lucia Sandra <luciasandra@ rocketmail. com>
Subject: Re: Bls: [parentsguide] Kalau anak tunggal.....
To: parentsguide@ yahoogroups. com
Date: Thursday, April 30, 2009, 8:06 AM









Dear all,
 
same problem with me, putri ku juga 1 umur 4 th, sudah dari beberapa bulan lalu 
sudah minta adik terus, karena dia pengen sekali dipanggil kakak, waktu saya 
tanya nanti siapa yang jaga, dia jawab kakak yang jaga, waktu saya tanya nanti 
kakak berantem ga dengan adik? dijawab ga, mainannya mau disharing ga? dia 
jawab lagi ia, trus saya tanya lagi nanti kalau mami harus sibuk gendong adik 
dan temenin adik karena masih baby, nanti kakak sama siapa dong? trus dia 
dengan yakin jawab: yah sama papi atau sus, hehehe jawaban yang sangat 
bijaksana untuk anak umur 4 thn. tapi terus terang saya memang masih sangat 
dilema, mulai dari sisi keuangan sampe ke siapa yang jaga? waktu putri saya 
masih kecil sampai dia 3 tahun saya beruntung masih punya mertua yang sangat 
baik dan tinggal di rumah saya untuk mengawasi, walau bagaimana pun saya tidak 
pernah percaya dengan baby sitter 100%, kalau pas mertua lagi pergi saya pasti 
bawa putri saya ke rumah kakak saya. sekarang
 mertua sudah meninggal, ga ada lagi deh yang bisa jagain kalo punya baby.... 
apakah kita jadi ortu yang kurang bertanggung jawab yah? pengen banget sih 
punya anak lagi, tapi.....???
 
rgds,
sandra


--- On Thu, 4/30/09, Eva Julia <ticklegiggle@ yahoo.co. id> wrote:

From: Eva Julia <ticklegiggle@ yahoo.co. id>
Subject: Bls: [parentsguide] Kalau anak tunggal.....
To: parentsguide@ yahoogroups. com
Date: Thursday, April 30, 2009, 8:38 AM









Mba Joyce salam kenal...
Sama donk ...anak saya juga 1 umur 4 th....terus terang jadi dilema, 1 sisi 
saya ga pingin punya anak lagi , rasanya cape sudah umur segini...:D dan kasian 
kalau anak harus dgn BS terus selama saya di kantor, kalau dapat BS yg baik dan 
ga banyak ulah..jaman sekarang jaman sulit cari BS yg benar benar bisa 
diandalkan. 
Satu sisi kepikiran juga pendapat org org sekitar seperti yg mba dengar.
Kemarin anak saya tiba tiba nanya, sambil nemanin dia bikin PR. " 
mami....kenapa kok mami ingin punya anak?" , buset anak seumur itu sudah tanya 
saya seperti itu..dengan sok santai dan tenang saya jawab...mmm ya..supaya ada 
yg disayang...
terus anak saya jawab: "o...supaya ada teman main ya..., supaya bisa main sama 
mami " ; "Iya " jawab saya.
terus dia lanjutkan lagi..(ternyata ini maksud tujuannya)
" kenapa kok mami ga punya baby?"; 
"maksudnya? dede?" tanya saya balik
"iya, kaya dede eathan nya emily (one of her closed friend at her class)" "iya 
mi...,pleaseeee. .., ayo donk mi... *gaya memelasnya*
:supaya jj nanti ada temen main" sambungnya.
saya langsung mikir ...dan coba ngeles..." nanti kalo ada dede, siapa yg 
jagain? nanti jj sama siapa? (krn selama ini dia selalu mau dgn saya terus)
Untungnya pecakapan itu ga berlanjut krn terpotong dengan sesuatu 
hal....wuiiihhhh 
selamat..... , selamat buat malam itu, ga tau besok besok apalagi yg ditanya...
 
Dilema memang....

--- Pada Kam, 30/4/09, joyce priscilla <joe_1...@yahoo. com> menulis:


Dari: joyce priscilla <joe_1...@yahoo. com>
Topik: [parentsguide] Kalau anak tunggal.....
Kepada: parentsguide@ yahoogroups. com
Tanggal: Kamis, 30 April, 2009, 12:35 PM





Moms & Dads... 
mau sharing niy...
aku punya anak 1 baru umur 4 th

membaca posting mengenai "kalau aku sudah tua..."
aku jadi pengen tau pendapat mom2 & dads tentang anak tunggal
kira2 kalau sudah tua, kita bakalan kesepian gak ya.. 
atau selagi muda sekarang, mendingan nambah anak lagi?

karena dr bbrp temen ada yg komen...
kasian kalau anak 1 ga ada temennya, bisa jadi egois, manja, dll...
terus kalo udh besar dia udh punya temen sendiri, kita ditinggal..
atau kalo kitanya yg engga ada duluan, kasian dia sendirian ga punya saudara 
kandung, krn sepupu kan beda pastinya..
atau ada lagi yg bilang, kalau justru anak yg mendahului kita, kita udah tua ga 
bisa punya anak lagi.... udah tinggal berdua sama suami... kayaknya bakalan 
sedih dan sepi...

gimana moms & dads?

 Regards, Joyce Wairata    




Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 







What can you do with the new Windows Live? Find out 















      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke