Saya setuju dengan mbak risti, mam anggi harus tegas, memang kalau cari 
pembantu itu cocok2an kayak nyari pasangan apalagi yang nginep. mbak pepatah 
bilang ada pembantu capek hati gak ada pembantu capek badan. kadang2 kita makan 
hati dg kelakuannya, dibaikin malah ngelunjak, padahal fifty2 kan, sama2 butuh, 
kita butuh tenaganya dianya butuh dana.
 
Coba aja diomongin langsung baik2 mam, kalau dia enjoy kerja dan tinggal sama 
kita dia pasti nurut peraturan kita, tapi kalau masih ngeyel, cari yang lain 
aja mam, smg dapat penggantinya yang lebih baik, daripada gak beres2 jadi 
tambah parah apalagi pegang anak, takutnya kenapa2.
Ma'af ya kalau tidak bisa membantu byk.
 
salam hangat
Ummi alif

--- On Mon, 11/5/09, risti virgianti <[email protected]> wrote:

From: risti virgianti <[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] Pembantu suka hape-an malem2
To: [email protected]
Date: Monday, 11 May, 2009, 11:56 AM








dear mama anggi,


jaman sekarang di perkotaan terutama, banyak banget masalah kaya gini mba.
aku & ipar ku termasuk yang mengalami. 


pembantuku sempat demam ber-hape-ria, begadang tiap malam... 
walaupun belum sampai menggangu pekerjaannya, tapi aku bertindak cepat saja


aku langsung 'ngobrol' dengan dia. 
aku bilang bahwa aku kurang suka kalau dia begadang tiap malam hanya untuk 
telfon, walaupun pekerjaan tidak terganggu, tapi aku prihatin dengan kesehatan 
dia. 
lalu aku sampaikan juga beberapa fakta2 medis (saya sengaja cari2 info yang 
agak 'ngeri') tentang pentingnya tidur di malam hari & akibat (sebenarnya 
akibat jangka panjang) kalau kita kurang tidur. lalu aku sambungkan dengan 
posisi dia yang penting sebagai tulang punggung keluarga dia di kampung & bagi 
keluarga saya yang 'menitipkan' rumah kepada dia


alhamdulilah dia 'mengerti' dan sampai sekarang frekuensi nya berkurang jauh.


dalam kasus ipar ku, bahkan hp nya sampai tidak lepas dari kuping!
karena dia punya handsfree, dari nyuci, setrika, urus anak, dll semua 
dikerjakan sambil komat kamit. pada ahirnya hasil kerja jadi keteteran
ahirnya iparku menegur & coba 'ngobrol'. tapi memang pada dasarnya pembantu itu 
sudah tidak niat kerja lagi, jadi dia keluar.


kalau boleh kasih masukan, kayanya mba musti agak tegas juga untuk masalah 
seperti ini. 
apalagi kalau dia pegang anak, mba. jangan sampai berlarut-larut. takutnya 
terjadi apa-apa nantinya.











--
risti v. hendradi 

[it's funny how from simple things, the best things begin]


On May 11, 2009, at 10:44 AM, Meijnie wrote:











Dear moms,
 
Bingung nih moms, pembantu ku itu suka terima telp malem bahkan subuh.
Jadinya dia kyk kurang tidur gitu n jaga anak kurang bisa. Pernah suatu hari 
dia gendong anak ku utk tidur, anakku blom mo tidur, yg ada dia sampe merem2 
gitu sambil gendong anakku. Dan kadang anakku suka kyk rada dipaksa tidur spy 
dia bisa ikutan sedikit tidur (pembantuku kerja rumah jg).
Pernah dibilang tp gak digubris.
Dulu2 pernah sambil terima tlp sambil nyuci piring atau ngepel atau nyuci 
piring. Duh sebel banget dan pernah kutegur dan udah gak lagi.
Tp kebiasaan terima tlp malam atau subuh itu yg gak bisa dilarang.
Apalgi sekrg ada operator tlp yg gratis tlp tp malem hari, ya udah deh.........
Apa moms ada yg pernah ngalamin hal spt ini?
Thanks masukannya.
 
Salam,
Mama Anggi



















      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke