Thanks ya mbak Sari, kebetulan banget bayiku lg pertama kalinya batuk pilek, dgn artikel ini setidaknya ada tambahan pengetahuan.
Salam, Mama Anggi From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of sari kailaku Sent: 11 Mei 2009 8:28 To: [email protected]; tin35; [email protected]; peneliti angk. 49; parentsguide Subject: [parentsguide] Fw: Batuk dan Pilek, Penyakit atau Gejala? Dear All, dari Harian Jurnal Bogor, dalam rangka PESAT 2 Bogor. Simak ya...seruuu banget :) Cheers, Panitia PESAT 2 Bogor ====================================================== Batuk dan Pilek, Penyakit atau Gejala? Batuk disertai pilek sudah menjadi tamu rutin bagi anak-anak saat cuaca sedang tak menentu. Pada umumnya, batuk dan pilek bukanlah suatu hal yang membahayakan, namun seringkali membuat orangtua menjadi panik. Guna meningkatkan pemahaman orangtua terhadap batuk dan pilek pada anak, Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) didukung oleh WHO (World Health Organization) Indonesia dan Jurnal Bogor mengadakan PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua) yang turut membahas batuk dan pilek. Lantas bagaimana bahasannya? Berikut petikan wawancara Nasia Freemeta Iskandar dari Jurnal Bogor dengan narasumber YOP, dr. Farian Sakinah. 1. Banyak orangtua yang beranggapan bahwa batuk-pilek merupakan penyakit, namun ada juga yang bilang kalau itu sebuah gejala. Jadi, mana yang benar? Batuk dan pilek sebetulnya bukanlah penyakit, melainkan gejala sekaligus mekanisme pertahanan tubuh untuk membersihkan saluran napas. Jadi orangtua tak perlu panik saat melihat anaknya batuk-pilek karena itu menandakan saluran napasnya sedang dibersihkan dari benda asing, termasuk kuman penyakit. 2. Lalu, darimana orangtua bisa membedakan batuk berbahaya dan tidak? Berbahaya atau tidaknya bisa diperhatikan dari perjalanan batuk serta kondisi-kondisi lain yang menyertainya. Hal ini jugalah yang menentukan apakah anak membutuhkan penanganan serius atau cukup perawatan di rumah saja. Walaupun kadang suara batuk terdengar mengkhawatirkan, tetapi umumnya batuk bukan merupakan suatu tanda yang berbahaya. 3. Namun orangtua mana yang tak khawatir bila melihat keadaan anaknya lemas dan lesu? Anak tampak lebih lesu ketika sedang sakit adalah hal yang wajar. Bila anak masih terlihat beraktifitas itu menunjukkan bahwa kondisi anak baik dan tidak membutuhkan penanganan yang serius. Kondisi yang perlu dikhawatirkan adalah bila anak lemas sampai tidak bisa bangun sama sekali, tidur yang sulit sekali dibangunkan, mengerang, dan tidak bisa mengisap ASI (pada bayi kecil), atau tidak berespon dengan rangsangan yang diberikan. 4. Lantas apa yang paling sering menyebabkan batuk-pilek pada anak? Penyakit tersering yang menyebabkan batuk pilek disertai demam umumnya common cold (selesma) atau influenza. Batuk dengan atau tanpa pilek umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karena itu, tidak membutuhkan antibiotik. Batuk karena infeksi virus bisa berlangsung hingga dua minggu. Batuk yang membutuhkan antibiotik hanya batuk yang disebabkan oleh bakteri yaitu pertusis, atau batuk yang menyertai pneumonia bakteri (setelah ada pemeriksaan kuman penyebab). 5. Apakah obat-obatan batuk dan pilek dapat membantu proses penyembuhan? Obat tersebut mungkin dapat menghentikan batuk, tetapi tidak menyembuhkan. Justru menghalangi proses pengeluaran benda asing, termasuk kuman penyebab batuk. Efek samping antitusif (penekan batuk) dapat menekan pernapasan, sehingga anak menjadi sulit bernapas. Mukolitik (pengencer dahak) tidak terbukti efektif pada anak, justru efek sampingnya berupa gangguan pada saluran cerna. Dekongestan mampu mengurangi produksi sekret hidung (ingus) tapi memiliki efek samping yang cukup hebat pada kerja jantung dan pembuluh darah. Antihistamin seperti CTM, klorfenirmain, atau difenhidramin dapat membuat anak mengantuk, sehingga sulit diobservasi. Selain itu, mengentalkan sekret (dahak, atau ingus) akan mempersulit anak mengeluarkannya. Memang batuk bisa membuat anak tidak tidur, tetapi tidak perlu sampai memberikan obat batuk dan pilek. 6. Apa yang perlu dilakukan orangtua bila anaknya terkena gejala batuk-pilek? Bila anak tidak dalam kondisi yang serius dan butuh penanganan lebih lanjut, orangtua dapat memberikan perawatan di rumah saat anak batuk-pilek berupa: 1. Pemberian cairan yang membantu meredakan batuk misalkan air hangat dicampur dengan madu (ingat tidak untuk anak di bawah 1 tahun), juga boleh dengan minuman hangat atau dingin lainnya yang disukai oleh anak. 2. Lembabkan udara bisa dengan mengatur kelembaban pada AC di rumah atau dengan menggunakan air mendidih yang ditampung dalam ember dan diletakkan di dekat tempat tidur anak. 3. Jangan buat ruangan menjadi panas, karena dapat mengeringkan udara dan meningkatkan batuk. 4. Untuk membantu serangan batuk, pangku anak, bungkukan sedikit, dan tepuk tepuk atau usap usap punggung untuk melancarkan aliran dahak. Untuk mengetahui tentang kesehatan anak seperti batuk dan pilek, Anda bisa mengikuti PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua) pada 16 dan 17 Mei 2009 di Ruang Rapat I Balaikota Bogor yang kemudian dilanjutkan pada 6 dan 7 Juni 2009 di Aula Dinas Kesehatan Kota Bogor. Bagi yang berminat bisa menghubungi Jovanca (08170448107), atau Dina (0251 7123011).

