ASI dan Tumbuh Kembang
Anak<http://parentingislami.wordpress.com/2009/05/26/asi-dan-tumbuh-kembang-anak/>dr.
Ariani



Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
interselular. Pertumbuhan bersifat kuantitatif, sehingga dapat diukur dengan
menggunakan satuan panjang, satuan berat dan ukuran kepala. Sedangkan yang
dimaksud dengan perkembangan adalah bertambahnya kemampan struktur yang
lebih komples, bersifat kualitatif, pengukuran dilakukan dengan menggunakan
skrining perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan sebenarnya merupakan
proses yang berbeda namun salingberkaitan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
Proses tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi berbagai kondisi:
1. Faktor dalam (internal)
Antara lain perbedaan ras/ etnik, keluarga, umur, jenis kelamin,kelainan
genetik, kelainan kromosom.

2. Faktor eksternal/ lingkungan
Antara lain gizi, endokrin, toksin, infeksi, psikologis, lingkungan
pengasuhan, stimulasi, obat-obatan.

*Kebutuhan dasar tumbuh kembang anak*

Agar dapat berjalan optimal,anak mempunyai tiga kebutuhan dasar untuk
dipenuhi yaitu :
1. Kebutuhan fisis-biomedis (asuh)
Meliputi kebutuhan akan nutrisi yang adekwat dan seimbang (merupakan
kebutuhan asuh yang terpenting) perawatan kesehatan dasar, pakaian,
perumahan,hygiene dan sanitasi lingkungan, olahraga dan rekreasi.
Yaitu kebutuhan terhadap emosi, antara lain : kasih sayang orangtua, rasa
aman, harga diri, kebutuhan akan sukses, mandiri, dorongan, kebutuhan
mendapatkan kesempatan dan rasa aman, rasa memiliki.

2. Kebutuhan kasih sayang/emosi (asih)
Yaitu kebutuhan terhagap emosi, antara lain : kasih sayang orangtua, rasa
aman, harga diri, kebutuhan akan sukses, mandiri, dorongan, kebutuhan
mendapatkan kesempatan dan rasa aman, rasa memiliki.

3. Kebutuhan stimulasi (asah)
Yang dimaksud stimlasi disini adalah perangsangan yang datang dari
lingkungan luar anak antara lain latihan atau bermain, kontak mata,
komunikasi verbal. Melalui bermain, anak bisa belajar mengendalikan dan
mengkoordinasikan otot-ototnya melibatkan emosi dan pikiran. Sehingga anak
mendapat pengalaman hidup.

Proses menyusui memenuhi tiga kebutuhan dasar yang diperlukan tersebut.
Pemenuhan kebutuhan emosi (asih) dapat dipenuhi dengan cara melakukan kontak
sedini mungki bayi dan ibu (inisiasi dini). Keadaan ini akan menimbulkan
kontak fisik (kontak kulit), psikis (kontak mata), suara dan penciuman
sedini mungkin yang turut memegang peran penting terhadap keberhasilan
menyusui.

Dengan mendekap bayi pada saat menyusui, mengajaknya berbicara dengan penuh
kasing sayang, seorang ibu sudah memenuhi kebutuhan bayi akan stimulasi
(asah), dan secara tidak langsung juga berdampak pada pemenuhan kebutuhan
psikologis ibu.

Sedangkan kebutuhan asuh terpenuhi melalui kandungan ASI. Nutrisi yang
adekuat sangat diperlukan utuk pertumbuhan seseorang. Dan ASI adalah cairan
biologis kompleks yang mengandung semua nutrien yang diperlukan untuk tumbuh
kembang anak. ASI disesuaikan dengan keperluan, laju pertumbuhan bayi dan
kebiasaan menyusu.



*Pemantauan pertumbuhan*

WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian Asi ekslusif dari sejak lahir
sampai batas usia 6 bulan dan bayi harus disusui tanpa batas waktu. Setelah
usia 6 bulan bayi akna mendapat MP-Asi sesuai dengan usianya, disamping ASI
yang tetap diberikan sampai anak berusia 2 tahun

Pemantauan pertumbuhan bayi dan anak dapat dilakukan dengan menimbang berat
badan, mengukur panjang dan lingkar kepala anak. Ketiga hal terrsebut
dilakukan secara periodik satu bulan sekali untuk anak di bawah 1 tahun.
Setelah 1 tahun dilakukan tiap bulan sampai anak berusia 5 tahun.
Berdasarkan kurva pertumbuhan yang diterbitkan National Center for health
Statistics (NCHS), berat badan bayi akan meningkan dua kali lipat dari berat
lahir pada usia 6 bulan dan meningkat tiga kali lipat dari berat lahir pada
usia 12 bulan.



*Air Susu Ibu dan pertumbuhan anak*

Suatu penelitian jangka panjang dilakukan terhadap pertumbuhan bayi yang
mendapat ASI ekslusif dan bayi yang mendapat susu formula, hasilnya
didapatkan berat badan bayi yang mendapatkanASI lebih ringan dibanding bayi
yang mendapat susu formula sampai usia 6 bulan. Hal ini bukan berarti bahwa
berat badan yang lebih besar pada bayi yang mendapat susu formula lebih baik
dibanding bayi yang mendapat ASI.

Kurva pertumbuhan yang normal adalah kurva bayi yang mendapat ASI. Berat
berlebih pada bayi yang mendapat susu fomula justru menandakan terjadinya
kegemukan.

Penelitian lain mempelajari dampak jangka panjang pemberian ASI pada saat
bayi terhadap panjang badan saat kanak-kanak dan dewasa. Dari Dari
penelitian kohort Boyd-Orr ini didapatkan hasil bahwa anak yang mendapat ASI
pada masa bayinya secara bermakna lebih tinggi dibanding mereka yang
mendapat susu formula.



*ASI dan Perkembangan anak*

Para ahli perkembangan menggunakan istilah the ”Golden Age” untuk masa tiga
tahun pertama. Masa ini merupakan masa yang sangat penting tidak hanya pada
pertumbuhan seseorang tetapi juga pada perkembangan kecerdasan dan
keterampilan motorik, mental, sosial dan emosional. Pada masa ini terjadi
mielinisasi, pertumbuhan dendrit dan sinaps yang pesat, sehingga terbentuk
jaringan otak yang kompleks. Periode kritis pertumbuhan otak pada triwulan
terakhir kehamilan sampai 3 tahun pertama kehidupan, merupakan massa yang
sangat penting. Disebut juga windows of opportunity.
Dari segi gizi, pada masa kritis tersebut anak harus mendapat gizi esensial
yang memadai. Dari penelitian terakhir ditemukan ASI mengandung LCPUFAs
(Arachidonic Acid/AA dan Docosahexanoic acid/DHA) dalam jumlah yang memadai
untuk pertumbuhan otak anak.

ASI selain memberikan nutrisi terbaik untuk perkembangan, juga mempunyai
keuntungan lain. Proses menyusui akan memperkuat ikatan batin antara ibu dan
anak. Ikatan batin yang erat, mesra dan selaras yang diciptakan lebih awal
dan lebih permanen sangat penting, karena :
1. Turut menentukan perilaku anak di kemudian hari
2. Menstimulasi perkembangan otak anak
3. Merangsang perhatian anak terhadap dunia luar
4. Menciptakan kelekatan (attachment) antara ibu dan anak
5. Meningkatkan rasa kepercayaan diri anak

Suatu penelitian di honduras memperlihatkan bayi yang mendapat ASI ekslusif
selama 6 bulan dapat merangkak dan duduk lebih dahulu dibanding mereka yang
mendapat makanan pendamping pada usia 4 bulan. Dari berbagai penelitian yang
pernah dilakukan, anak yang mendapat ASI jauh lebih matang, lebih asertif
dan memperlihatkan progresifitas yang lebih baik pada skala perkembangan
dibanding mereka yang tidak mendapat ASI.

Selain itu ASI sering dihubungkan dengan peningkaan perkembangan
neurokognitif anak , terutama pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah
dan bayi yang mendapat ASI lebih lama. Penelitian Angelsen dkk. (2001)
memperlihatkan bayi yang mendapat ASI kurang dari 3 bulan memiliki IQ yang
lebih rendah dibanding bayi yang mendapat ASI 6 bulan atau lebih.Pemberian
ASI yang lebih lama memberi keuntungan pada perkembangan kognitif anak.
Penelitian lain yang dilakukan secara prospektif terhadap bayi prematur yang
mendapatkan ASI memperlihatkan khasil tes IQ (usia 7-8 tahun) dengan poin
8,3 lebih tinggi dibanding bayi prematur yang mendapat susu formula.
Penelitian prosfektif selama 18 tahun dilakukan di Selandia Baru (2001) juga
menunjukkan hasil serupa, peningkatan pencapaian akademik dan kognitif yang
lebih tinggi pada anak yang mendapat ASI selama 8 bulan atau lebih pada saat
bayi.

So, Bunda, Mama, Ummi,….pastikan buah hati Anda mendapat ASI, untuk tumbuh
kembang yang optimal!

http://parentingislami.wordpress.com/2009/05/26/asi-dan-tumbuh-kembang-anak/

Referensi :
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Sagung
Seto. Jakarta : 2002
2. Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang DKI Jakarta. Bedah ASI: Kajian dari
berbagai sudut pandang ilmiah. Jakarta : 2008

Kirim email ke