Ya gini lho seharusnya nanny.
Actually,I dun care how much money I have to spend for my child as long as he 
save!
Aku udah nyari2 kemana-mana, tapi tetep ga mengerti,kenapa disebut BS tapi 
kemampuannya seperti PRT.
Ga perlu 24juga sebenarnya cause I need sometimes to play with my child too.
Mom mungkin bisa dishare tuh program nanny nya. Apa saja yang harus 
dipelajari,bagaimana sistemnya. Sebagai bahan rujukan dan pemikiran gitu.

 Max's Mom
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: D4N1 [email protected]

Date: Thu, 28 May 2009 10:38:37 
To: <[email protected]>
Subject: [parentsguide] Beda Baby Sitter di Indonesia dengan di Swiss


Assalamu'alaikum

Ada tulisan menarik dari seorang teman yang menjadi nanny(baby sitter)di
Swiss.

Dalam bayanganku beberapa tahun yang lalu, pekerjaan sebagai ‘nanny‘ (baca:
babysitter) adalah hal yang mudah. Hanya membutuhkan kesabaran dalam
menghadapi anak-anak dan keterampilan mengganti popok bayi. Gambaran ini aku
dapatkan dari keseharian di Indonesia, dimana seorang nanny cukuplah tamatan
SMP dan telah mengikuti pendidikan babysitter.
Namun gambaran tersebut buyar saat aku menapakkan kaki di’benua baruku ini’.
Tawaran bekerja sebagai ‘the nanny‘ sebenarnya sudah aku dapatkan ditahun
kedua aku bermukim disini. Awalnya hanya untuk membantu teman menjaga
anaknya selama beberapa jam saja. Dari 1-2x kesempatan itulah muncullah niat
temanku untuk mempekerjakanku. Kesempatan yang bagus sebenarnya, apalagi
saat itu aku memang sedang ingin sekali mencari pekerjaan yang menghasilkan,
disamping kegiatan sosialku diplaygroup...>Selengkapnya silahkan
klik<http://ruduji.blogspot.com/2009/05/being-nanny.html>

Kirim email ke