.....BAHAGIA ...itu .... ada di Hati Anda sendiri ...!!!...

John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di
sebuah seminar bersama istrinya.
Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi
secara terpisah.
Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di
barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya.
Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi,
suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.

Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara
di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan.
Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan.
Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan.
Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar
juga kan? (Kalau satu arah mah namanya khotbah.)

 Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu
mengacungkan tangannya untuk bertanya.
Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, "Miss
Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"

Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Dan semua
peserta penasaran menunggu jawaban Margaret.
Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, "Tidak."

Seluruh ruangan langsung terkejut. "Tidak," katanya sekali lagi, "John
Maxwell tidak bisa membuatku bahagia."
Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. (Kebayang ga malunya
Maxwell saat itu.)
Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin
cepat-cepat keluar. Malu ui!

Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yang
sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia
setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun
rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia."

Tiba-tiba ada suara bertanya, "Mengapa?"

"Karena," jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung
jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."

Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang
bisa membuatmu bahagia.
Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak
bisa membuatmu bahagia.
Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.

Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa
berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri,
kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir
kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

Contohnya rasul Paulus. Ketika itu rasul Paulus sedang dihimpit oleh
keadaan. Ia disiksa dan dipenjara, ditolak kanan kiri.
Tapi coba lihat surat-suratnya. Apakah berisi keluh kesah? Justru
sebaliknya!
Sebagian besar surat-surat Paulus justru berisikan motivasi, berita
gembira dan inspirasi.
Rasul Paulus bahagia. Meskipun keadaan sekelilingnya mungkin merupakan
alasan ia tidak bahagia, namun ia bahagia.

Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya
dirimu, seberapa cantik istrimu, seberapa ganteng suamimu atau sesukses
apa hidupmu. Ini masalah pilihan:
apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak.



 

 

 

 

 

Kirim email ke