Ada facebook nya mbak?..aku coba bantu sebarin berita nya,mudah2an byk donation 
& jg acara writing cam nya sukses..
Maaf blm bisa bantu secara finansial,tapi jgn remehkan kekuatan masyarakat 
dunia maya :)dlm hal promotion ;)
,kali2 aja dgn pertarungan dunia politik kita yg sedang seru2nya,bisa diambil 
keuntungan sedikit untuk rakyat yg hasilnya konkret..
Sukses terus mbak,salam buat mas gola gong,tell him to write again & again.. :)

Cheers
Sent from my BlackBerry® XL 

-----Original Message-----
From: tias tatanka <[email protected]>

Date: Wed, 10 Jun 2009 07:43:41 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] Emak, Tanah, Pilpres, Facebook, dan Puisi


ya... itulah mas gong mbak.. sekarang konsentrasi kami memang ke tanah itu, 
mengingat tenggat waktunya 1 juli ini. hm... baru 500an meter persegi... masih 
2300 meter persegi yang masih menunggu. tapi insya Allah kami dan relawan Rumah 
dunia tetap semangat, selam batas waktu belum sampai. setelah itu hasil usaha 
dan doa-doa kami dan teman-teman semua, kami serahkan pada-Nya. manusia cuma 
berencana dan berusha, Dia yang menentukan...  
tetapi kami gak cuma menadahkan tangan agar temen-temen bersedekah, melainkan 
dengan membuat WRITING CAM(ERA) : workshop bikin Novel dan Film yang akan 
berlangsung 26-28 Juni. ini memang memungut bayaran yang agak gede untuk ukruan 
Rumah Dunia,  2,5 Juta rupiah. tetapi ini diniatkan belajar dan menyumbang. 
bisa bantuin sebarin info soal tanah dan Writing Cam ini mbak? terima kasih 
sebelumnya. 

terima kasih juga sudah menyukai balada si roy. semoga tulisan mas gong 
bemanfaat.
thx and regards,
tias tatanka

--- On Tue, 6/9/09, MeITa WeRdIYanti <[email protected]> wrote:

From: MeITa WeRdIYanti <[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] Emak, Tanaj, Pilpres, Facebook, dan Puisi
To: "tias tatanka " <[email protected]>, "[email protected] " 
<[email protected]>
Date: Tuesday, June 9, 2009, 4:21 PM


Inspiring story mbak..I used to be a fan,collected most of his book :) balada 
si roy..
Sent from my BlackBerry® greyberry XL

-----Original Message-----
From: tias tatanka <[email protected] 
</mc/[email protected]> >

Date: Tue, 9 Jun 2009 06:35:22 
To: <[email protected] </mc/[email protected]> 
>
Subject: [parentsguide] Emak, Tanaj, Pilpres, Facebook, dan Puisi


Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 
Salam dari Rumah Dunia #1: 
EMAK, TANAH, PILPRES, FACEBOOK, DAN PUISI 
 Oleh Gola Gong 
  
            "Jika politik kotor, puisilah yang membersihkannya!' 
(John F Kennedy, mantan Presiden Amerika yang terbunuh) 
  
*** 
  
Rumah emakku persis di belakang panggung Rumah Dunia. Tadi sore (Senin, 8 Juni) 
aku duduk di teras rumah Emak. Di depan rumah Emak ada jalan kecil seluas 2,5. 
Persis di seberangnya ada tanah kosong milik penduduk. Nah, setelah tanah 
kavling itulah terbentang tanah yang sedang Rumah Dunia incar, seluas 2873 m2. 
Persis di depan jalanan kampong Ciloang. Andai tanah itu berhasil kami 
bebaskan, di atasnya akan kami bangun WC umum untuk warga yang masih 
memanfaatkan irigasi untuk nyuci dan buang hajat, gedung kesenian, hedung 
perpustakaan, kios jajanan kampong, ruang pameran, lapangan basket. 
  
BERUNTUNG 
"Sudah berapa meter?" Tanya Emak. yang selalu kangen kepada Bapak. Di sela-sela 
itu, Emak sering merindukan Bapak yang wafat Desember 2007, duduk di sore hari 
menikmati kicauan burung, persis seperti yang kami lakukan sore itu. 
"Sudah 525 meter persegi, Mak." 
"Subhanallah. Kamu beruntung, orang-orang percaya sama kamu. Bersyukurlah kamu 
kepada Allah." 
Ya. Aku beruntung. Setiap saat pula aku bersyukur atas apa yang sudah Allah 
berikan. Aku bercerita kepada Emak, sejak proyek tanah ini digulirkan 20 April 
lalu, tanah seluas 2873 meter persegi seolah mimpi yang berada di langit. Sulit 
kami jangkau. Seperti tidak mungkin. 
"Kita serahkan semuanya kepada Allah," kataku kepada para relawan. "Kita punya 
niat baik. Percayalah, orang baik ada di mana-mana. Dan yang menyumbang kepada 
Rumah Dunia, adalah orang yans betul-betul terpilih. Allah yang mengerakkan 
hati mereka. Betul-betul ikhlas." 
Aku tahu, dengan caranya masing-masing, orang-orang menyumbang ke Rumah Dunia. 
Do'a, tenaga, pikiran, dan materi, semua mengalir ke Rumah dunia. Di berbagai 
mailing list, face book, blog, dan segala macam rupa, aku lepaskan rasa malu 
ini, agar tanah seluas 2873 m2 itu berhasil dibebaskan. 
Bella dan Abi, setiap hari selalu menayakan, "sudah berapa meter, Papah?' 
Istriku - Tias Tatanka, tiada lelah mengirimkan SMS, surat himbauan lewat pos, 
postingan di internet, undangan keikutsertaan di "Writing Cam : Bikin Novel dan 
Film, Yuk!", agar tiap hari selalu bertambah tanah yang terbebaskan. Para 
relawan juga bergerak semampu mereka. Seperti Sabtu (6/6) lalu, mereka 
menjilidi kupon. 
  
GOTONG ROYONG 
Dan selalu saja bertambah setiap harinya; 1 meter persegi, hingga 4 meter 
persegi. Seperti Minggu (7/6) siang itu. Seorang lelaki bernama AW, adik 
temannku yang seorang pemusik dan sudah almarhum, datang ke Rumah Dunia 
menyerahkan uang Rp. 1 jt. "Kami ikutan nyumbang, Mas Gong,." Katanya. Atau 
yang mengbarkan sudah mentransfer semester atau 2 meter persegi lewat SMS. 
Ada yang sudah aku kenal. Tapi, hampir kebanyakan rata-rata belum aku kenal. 
Mereka pembaca novel-novelku. Aku dipertemukan mereka di facebook. Luar biasa. 
Hanya saja, silaturahmiku dengan saudar-saudaraku di facebook tehenti sejenak, 
karena akunku dinon aktifkan. Aku sebetulnya sedang tune in, enjpy banget 
dengan akun Gola Gong yang sudah mencapai 5000-an teman. Untung aku memiliki 
akun yang lain; Balada Si Roy. Kata beberapa temanku, :"Tunggu seminggu. 
Biasanya aktif lagi." 
Emak menatapku, "Facebook? Apa itu?" 
"Semacam ruang pertemuan, Mak. Seperti Emak dulu biasa rapat. Bertemu dengan 
teman lama dan teman baru. Emak menceritakan rencana dan semua orang di ruangan 
rapat itu menyetujui, bahkan membntu Emak secara materil." 
"Subhanallah." 
Aku menatap ke seberang rumah Emak. Tanah kosong itu. 
"Tapi, apa mungkin 5000 temanmu itu menyumbang semua?" 
"Tidak tahu, Mak. Apalagi sekarang fasebooknya dinon-aktifkan." 
"Kalau seorang menyumbang Rp. 50.000 atau Rp. 100.000,- saja.," Emak 
berandai-andai. "Seperti zaman dulu, gotong royong. Ringan sama dijinjing, 
berat sama dipikul." 
Aku diam saja, mencoba menerawang ke orasi Guntur soekarnoputra pada acara 
ulang tahun Bung Karno di Rangasdengklok Karawang, 6 Juni lalu. Di orasinya 
Gintur mengatakan, "Ajaran Bung Karno adalah Marhaenisme, sosialisme yang 
berdasrkan Ketuhanan yang Maha Esa. Gootong royong, Itulah intinya ekonomi 
kerakyatan. Kita harus menghidupkannya lagi. Dan itu ada di Mega-Pro!" 
"Atau, kenapa kamu nggak minta ke Gubernur Banten saja?" kalimat Emak 
membuyarkan lamunanku. 
"Apa, Mak?" 
"Coba datang ke gubernur Banten!" 
Aku terdiam. 
Emak juga. 
Beberapa saat sepi. 
Daun pohon mangga bergoyang-goyang. Udara sore dingin. Pukul 11.00 tadi hujan 
lebat mengguyur Rumah Dunia. 
"Katanya, haga kuda Prabowo Rp. 3 milyar?" kalimat ini makin mengagetkanku. 
Aku kini tersenyum. 
"Suruh saja Prabowo menjual kudanya dan sumbangkan ke Rumah Dunia. Nanti kamu 
suruh anak-anak Rumah Dunia nyoblos Mega-Pro." 
Emak ada-ada saja. 
"Di berita TV, uang puluhan milyar dibuang untuk pesta Pilpres," protes emak, 
yang pernah jadi Kepala Sekolah SKKPN (Sekolah Keputrian) dan jadi jurkam 
Golkar pada era 70-an di Serang. 
Aku diam saja. Aku teringat saat Emak berkampanye untuk Golkar di era 70-an. 
Suatu hari Emak tampak penuh beban. Beberapa hari kemudian, Emak mengundurkan 
diri jadi jukam dan dari organisasi Golkar. 
"Emak tahu, kamu tidak akan melakukan itu," 
Aku menghela nafas. 
"Kamu yakin 1 Juli nanti uang akan terkumpul? Sekarang baru 525 meter persegi. 
Masih ada 2300-an meter lagi." 
"Hanya Allah yang tahu, Mak." 
"Kalau tidak terkumpul uangnya, bagaimana? Awas, itu uang amanah. Sepeser pun 
kamu jangan memakainya!" 
"Insya Allah tidak, Mak,"aku mengangguk, memberi jaminan. 
"Emak nyumbang 2 meter saja, ya. Katanya, akan ada gaji ke-13 Juni ini." 
"Terima kasih, Mak." 
  
SORGA 
Suara adzan Mahgrib berkumandang. Aku beranjak, mencium punggung lengan Emak. 
Dulu, ketika aku remaja, setelah mencium punggungnya, biasanya aku pergi 
meningalkan Emak untuk beberapa waktu.atau ketika aku pulang dari bepergian. 
Kini, setiap ada kesempatan, aku selalu mengunjunginya, mencium punggung 
lengannya, menenamni hari-harinya yang sepi sepeninggal Bapak. Adikku kini yang 
menemani Emak, beserta istri dan ketiga anaknya. Rumahku dan rumah Emak hanya 
dibatasi Rumah Dunia. Rumahku di sebelah selatan dan rumah Emak di sebelah 
utara, persis di belakang panggung Rumah Dunia. 
"Kamu masih menulis puisi?" pertanyaan Emak mengagetkanku. 
Aku menggeleng. 
"Emak ingat, kamu pernah mengatakan, bahwa syarat utama istrimu harus bisa 
menulis puisi." 
Aku terenyum. Tias Tatanka - istriku, pandai menulis puisi. 
"Kamu meyakini, jika orang meulis puisi, hatinya jadi lembut dan mmiliki 
nurani." 
Aku mengangguk, walaupun sebetulnya banyak orang berhati lembut dan bernurani 
tidak pandai menulis puisi atau sebaliknya. 
Ketika aku meninggalkannya, walau hanya untuk pulang ke rumah yang jaraknya 
sekitar 50 meteran saja, hatiku selalu diliputi rasa penyesalan. Aku masih 
merasa belum mampu berbhakti kepadanya. Belum mampu membalas seluruh kebaikan 
hidupnya, yang diserahkan untuk anak-anaknya. 
Dan aku tahu, ada sorga di Emak.(*) 
  
*) Gola Gong adalah penasehat Rumah Dunia dan www.rumahdunia.net 
*) Rumah Dunia, Kampung Ciloang, Serang - Banten 
*) 8 Juni 2009, pukul 19.05 
  



------------------------------------

Telah Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi JUNI 2009.

KUPAS TUNTAS METODE CEPAT BACA!

Ada banyak metode cepat baca untuk Balita Anda. Semuanya menawarkan kemudahan. 
Namun manakah yang Anda pilih? Sebelum memilih, sebaiknya Anda kenali beberapa 
metode cepat baca terpopuler di majalah Parents Guide edisi Juni 2009.

Simak juga bahasan menarik lain :

- Boom Hypno: Trio Hypno yaitu Hypnobirthing, Hypnobreastfeeding dan 
Hypnoparenting mencoba menawarkan solusi alternatif untuk para orang tua plus 
rekonstruksi tiga metode tersebut step by step. 

- BONUS: Booklet Liburan Keluarga Cerdas : SMART VACATION 3 in 1

- Kenali 8 Gejala Flu Babi pada Anak

- Annisa Pohan: "24 Jam Tak Pernah Cukup" 

- Family Finance bersama Aidil Akbar: Manajemen By Amplop (MBA)

Beli juga Majalah HIPOO untuk Balita kesayangan Anda. HIPOO edisi Juni 2009 ini 
mengangkat tema "MAINANKU".

Info berlangganan hubungi: Emma di (021) 70408785, 527 7302Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke