Dear Moms, Sharingnya sangat menyentuh...saya langsung teringat sama sikecil (22 bulan) yang seharian diurus sama si mbak karena saya sendiri kerja kantoran.... Dan baru 2 bulan ini saya coba-coba bisnis sampingan melalui internet, awalnya saya pikir sy pengen buka jalan dulu sebelum saya resign, jadi paling gak kalo dah resign masih ada kerjaan dirumah..tapi setelah dijalani..ternyata berat juga yaa.. Waktu saya malah semakin terbuang....jam 8 sampai 5 dikantor, pulangnya masih kerja lagi mengurusi bisnis yang baru dirintis ini...waktu untuk sikecil malah semakin berkurang :( Katanya si mbak, sikecil kalo mamanya dirumah jadi cengeng...mungkin karena cari perhatian yaa... Thanks ya moms....mengingatkan untuk selalu menentukan PRIORITAS :)
Regards Davina www.LittleHipo.com ________________________________ From: Lidia Sindoro <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, June 11, 2009 9:55:42 AM Subject: Re: [parentsguide] setianya anakku... Dear Mom Melly, saya juga pernah tuh nglamain peristiwa serupa. Beberapa kali anak saya kecewa karena melihat saya duduk di depan komputer dan sibuk ini itu. Dia bahkan pernah bilang "mami, Drew juga mau belajar komputer supaya nanti Drew bisa bantu mami, jadi mami cepat selesai, jadi bisa main-main sama Drew". Pekerjaan saya sebagi guru les menuntut saya untuk banyak kali duduk didepan komputer saat saya sedang tidak ada jadwal les untuk membuat soal, mencari bahan dan 'source' dari pelajaran yang anak2 les sedang pelajari di sekolah masing2. Hal inilah yang membuat Drew sering 'kecele'...bila dia lihat ruangan saya sudah kosong oleh anak2 dia sering bertanya "mami, masih ada yang les?" dan setelah saya jawab "sudah nggak ada nak, tapi mami masih harus kerja" kalo sudah begitu, dia naik lagi dengan wajah kecewa... Akhirnya sejak minggu lalu saya pindahkan komputer ke kamar saya, karena tadinya saya pikir saya bisa temani Drew sambil kerja.... tapi ternyata hal ini tetap saja nggak membuat anak puas.. setelah saya renungkan... bukan kehadiran kita saja yang anak mau, tapi keterlibatan kita dengan segala imajinasi dan permainannya. ... Disamping kualitas, bagaimanapun kuantitas itu tetap dibutuhkan anak.... Mungkin sebagai orang dewasa kita berpikir yang penting kualitas pertemuannya, tapi anak2 tetaplah anak2...yang membutuhkan kuantitas. Mari kita bersama-sama belajar mengatur lebih bijak dalam mengatur waktu antara pekerjaan dan anak. Saya dan mom2 lain yang bekerja dirumah adalah moms yang sangat beruntung karena kitalah bos di pekerjaan kita...jadi kita bisa lebih fleksibel lagi mengatur waktu.. sekarang tinggal menentukan PRIORITAS kita. regards.. Lidia ________________________________ From: melly savitri <melly_daswan@ yahoo.co. id> To: ibubeke...@yahoogro ups.com; bundain...@yahoogro ups.com; Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com; parentsguide@ yahoogroups. com; hanyawanita@ yahoogroups. com; Nye <mara46_gadd@ yahoo.com>; rismaperdani_ sal...@yahoo. com; Dewi Apriani <fin_tod...@yahoo. co.id>; dasril...@yahoo. com Sent: Wednesday, June 10, 2009 6:06:38 PM Subject: [parentsguide] setianya anakku... [1 Attachment] maafkan mama, sayang... siang ini saya dapat pelajaran berharga seperti biasa meski gak ngapa2in kakak dan adek selaku meminta saya menemani mereka di kamar. meski tidak ada yang harus saya lakukan. hanya menemani saja. padahal perkerjaan saya menumpuk menunggu untuk dikerjakan di ruang kerja saya. siang tadi, seperti biasa karena repot harus menjawab email2 yang masuk, saya selalu mengatakan 'iya,,,, sebentar ya...' 'tunggu, adek ke kamar, sbentar lagi, mama' dan alasan2 lainnya. adek memaksa saya untuk memebawa laptop ke kamar. mungkin karena adek dah nagtuk berat... batin saya 'okeh deh, kenapa enggak saya jawabin email dari kamar aja, sambil ngadem- seringnya kalo kerja dari kamar suka digangguin adek sih nah, sambil serius jawabin email orderan kaos, adek dengan setia menunggu persis di depan laptop saya sambil bolak balik tanya 'mama, ngetik apa seh?' saking seriusnya saya, saya tidak tau kalo so adek dah tertidur telungkup di depan laptop saya (mungkin karena terlalu lelah nunggu saya-yang katanya cuma sbentar tapi kok gak selesai-selesai) setelah tau si adek yang tertidur telungkup, langsung aja saya peluk, saya ciumin sambil saya katakan permohonan maaf saya karena terlalu lama menunggunya. saya angkat dia untuk bobok dengan posisi yang benar dengan bantal dan guling kusukaannya. .. maafkan mama sayang, maafkan mama ya sayang mamanya shania dan rania yang mau kaos bagus, klik di http://www.shasarar a.blogspot. com ________________________________ Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

