Living Values
Keadaan masyarakat kita dewasa ini amat mencemaskan. Hidup penuh stress, Kepribadian terpecah, tingkat kekerasan meningkat, bunuh diri terus meningkat, orang tidak saling menghargai, tawuran dimana-mana, dll. Banyak anak mengalami sendiri pelecehan dan kekerasan. Sebagian anak remaja lainnya, terseret dalam penggunaan narkoba, seks bebas dan obat-obat terlarang lainnya Kemungkinan penyebab : 1. Konsumerisme dan kekerasan di media hiburan dewasa ini terus meningkat. Iklan terus membakar nafsu dan konsumerisme dalam diri setiap orang. Hal ini sangat mempengaruhi keluarga-keluarga kita. Banyak anak menghabiskan waktu di depan TV dan Video Game. Menonton TV lebih dari 4 jam sehari menghambat perkembangan keterampilan psikomotorik, bahasa dan sosial anak. 2. Makin sedikit waktu orang tua berinteraksi dengan anak-anaknya, karena sibuknya bekerja. Keterampilan sosial anak-anak sekarang ini merosot tajam. 3. Terjadinya perubahan nilai-nilai budaya dan spiritual. Masyarakat kita mengalami kekosongan nilai. Banyak orang mencari keamanan dalam dunia materi, berakhir dengan stress. Kekerasan dalam dunia hiburan berpengaruh besar pada kaum muda. Pada gaya hidup, pola pikir dan pola rasa mereka. 4. Masyarakat melegitimasi ekspresi agresivitas dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya. Ekspresi dalam film bernuansa kekerasan mengabaikan nilai kemanusiaan dan penghargaan. Kata-kata, sikap dan ekspresi yang tidak sopan diperlihatkan sangat sering dalam film sehingga ini menjadi seolah-olah sikap umum (sikap yang biasa) Model umum yang tersedia dalam masyarakat kita, sering kurang bisa dijadikan model yang baik. Sinetron penuh umpatan, acara TV cenderung merusak, bahasa kasar pada pemirsa, tayangan TV memprihatinkan. Hidup kita dilanda oleh arus informasi yang terus membanjir, yang tidak jelas mutunya, namun mempunyai daya kekuatan manipulatif Arus informasi, yang bibungkus dalam film, media, hiburan, menyerang kehidupan pribadi, keluarga dan mempengaruhi kehidupan seluruh komunitas masyarakat. Televisi dan program-programnya membentuk opini masyarakat, gaya hidup, yang seolah-olah benar dan baik, tapi sebenarnya kehilangan akarnya, karena bertentangan dengan nilai-nilai. Perasaan terluka, kesepian, keterasingan dan kemarahan menjadi umum dialami anak-anak, remaja dan orang dewasa. Berbagai masalah disikapi dengan kurang bijaksana, sehingga semakin besar dan memusingkan. Hidup yang seharusnya bisa nyaman dan berkah menjadi sangat tidak nyaman dan menyiksa. Mengapa semua hal ini terjadi? Bagaimana caranya untuk memperbaiki hal tersebut? Kita perlu pengembangan nilai-nilai universal. Kita butuh cahaya, nilai-nilai untuk menerangi hidup kita. Pada dasarnya nilai-nilai itu ada dalam diri setiap orang, tak peduli: suku apa, agama apa, jenis kelamin apa, dll. Institut Brahma Kumaris pada Ulang tahun PBB yang ke-50 memulai sebuah proyek internasional dengan nama Sharing Our Values for a Better World (Berbagi Nilai-Nilai demi sebuah Dunia yang lebih baik) Proyek ini berfokus pada 12 nilai-nilai universal, yaitu : - kesatuan - kesederhanaan - tanggung jawab - kerjasama - toleransi - kerendahan hati - kejujuran - kebebasan - kebahagiaan - cinta - penghargaan - kedamaian Tema ini, diambil dari pembukaan Perjanjian PBB: "To confirm faith in fundamental human rights, in the dignity and worth of the human person " (untuk meneguhkan kepercayaan pada hak-hak azasi manusia, harga diri dan martabat seorang manusia ) Dua puluh orang guru dari seluruh dunia berkumpul di kantor pusat UNICEF di New York, mendiskusikan kebutuhan para peserta-didik, pengalaman mereka mengajarkan nilai-nilai, dan bagaimana mereka mengintegrasikan penanaman nilai dalam pengajaran mereka di kelas. Diskusi tersebut melahirkan buku, program, dan Living Values Educator's Kit. Maksud Untuk memberikan bimbingan prinsip dan sarana untuk pengembangan manusia utuh,menyadari bahwa seorang manusia terdiri dari dimensi fisik,intelektual, emosional,dan spiritual Tujuan (1)Membantu individu merefleksikan nilai-nilai dan menerapkan nilai tersebut dalam kehidupannya (2)Memperdalam pemahaman, motivasi dan tanggungjawab sosial sehari-hari (3)Mengilhami individu memilih dan memperdalam nilai-nilai pribadi, sosial, moral dan spiritual (4)Mendorong para pendidik melihat pendidikan sebagai sarana memberi siswa "filosofi hidup" sehingga mereka berkembang menjadi pribadi utuh penuh nilai Program ini demikian lengkap dan praktis dan tersedia materi (kurikulum nilai) untuk segala segmen umur/usia: - anak usia 3-7 tahun - anak usia 8-14 tahun - orang tua - guru - para pelatih (trainer) - para pengungsi, korban perang Lebih jauh tentang Living Values, apa tips-tips praktis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dalam diri kita, akan dijelaskan oleh Diena Heryana, yang sudah belajar langsung dari sumbernya. Pelatihan "Living Values" untuk ibu & anak (usia 7-15 tahun). Senin, 29 Juni 2009 jam 09.00-12.00 Tempat : Jl. Puri Mutiara no 72 Jeruk Purut, Cipete Jaksel Biaya : Ibu Rp. 60.000 Anak Rp. 60.000 Paket (ibu & 1 anak) : Rp. 100.000 Pendaftaran : Liesta 08179102974 Ria 087881391351 Tempat terbatas ! Pendaftaran untuk ibu ditutup Jumat, 26 Juni 2009 * Living Values untuk anak diundur, tanggal belum ditentukan. Bagi yang berminat silahkan daftar dulu.

