Dear mbak sally,
Perasaanku campur aduk sewaktu membaca kisah mbak ini. Memang benar Allah SWT 
tdk akan memberi cobaan di luar kemampuan umatnya. Tp 1 yg pasti bahwa semua 
ini pasti akan berakhir dg kebahagiaan baik di dunia ataupun di akhirat. Sy 
doakan mbak dan suami selalu diberi berlipat2 kesabaran shg semua hal yang 
terjd akan terasa indah walaupun byk hal yg mengagetkan menyertainya. Ini semua 
jd pelajaran berharga bt sy. Maaf kalo hanya bs berkomentar sedikit semoga bs 
membantu. 

Salam
Mama nayyara

[email protected] wrote: 
> Dear all, Mau info, cerita tersebut aku dapatkan dr seorang ibu bernama 
> Silly, aku copy dr blognya, so its not really my story. Namun, we share the 
> same situation karena anakku yg pertama juga Authistic, bedanya anaknya 
> perempuan, anakku laki2. The next one I'm gonna be posting my stories. Sedih 
> rasanya kalo kata2 "Autis" dibuat jadi becandaan sama orang2, mungkin karena 
> mereka tidak mengerti perjuangan, kesabaran serta ketabahan belom lagi biaya 
> yg harus kami hadapi. Terima kasih smua atas simpatinya, saya personally 
> mohon bantuannya untuk mem.forward email tersebut. Buat kami, mendapatkan 
> anak Autis adalah cobaan namun Anugrah terbesar yang diberikan Tuhan kepada 
> kami. Terima kasih, -Sally- Sent from SaLLy's BoldBerry® Mamanya 
> DaffaKeyndraKayra Prastowo....! From :  [email protected] Date : 
> Wed, 15 Jul 2009 02:55:21 +0000 To : Parent Guide 
> Group<[email protected]> Subject : Re: [parentsguide] Stop Using 
> The Word "AUTISM" On our
 daily Jokes (BACA YAH Guyss!!)                                He eh, thx utk 
sharingnya ya mba Sil. Kita jadi diingatkan. Kadang klo seru bercanda mang suka 
kebablasan. Dua jempol utk mba! Putri mba sangat beruntung punya ibu spt mba. 
God bless u both. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From 
:  lusycl...@yahoo. co.id Date : Wed, 15 Jul 2009 02:33:45 +0000 To : 
<parentsguide@ yahoogroups. com> Subject : Re: [parentsguide] Stop Using The 
Word "AUTISM" On our daily Jokes (BACA YAH Guyss!!)                           
     Mbak, aku terharu sekali sampe meneteskan air mata. Tuhan memang arsitek 
Agung, aku hrs bnyk belajar dr kesabaran mbak dlm hal merawat en mengasihi anak 
yg sdh dititipkan DIA ke kita. Terima kasih atas sharingnya. Powered by 
Telkomsel BlackBerry® From :  Silvi Yeni Date : Tue, 14 Jul 2009 14:16:26 +0000 
(GMT) To : <parentsguide@ yahoogroups. com> Subject : Re: [parentsguide] Stop 
Using The Word "AUTISM" On our daily
 Jokes (BACA YAH Guyss!!)                           Salut buat mbak Sally, 
tabah sekali. Saya blm tentu bisa seluar biasa mbak Sally dalam menghadapi 
masalahnya. Mbak hebat, makanya Tuhan percaya utk menitipkan si kecil kepada 
mbak :-) --- On Tue, 14/7/09, mamaprastowo@ yahoo.com <mamaprastowo@ yahoo.com> 
wrote: From: mamaprastowo@ yahoo.com <mamaprastowo@ yahoo.com> Subject: 
[parentsguide] Stop Using The Word "AUTISM" On our daily Jokes (BACA YAH 
Guyss!!) To: "Bazar mailist email" <bazaar_hunter_ jaka...@yahoogro ups.com>, 
"Mailist Parenting Indonesia" <Parenting_Indonesia @yahoogroups. com>, "Mailist 
Femina Femina" <femina-friends@ yahoogroups. com>, "Mailist hanya wanita" 
<hanyawanita@ yahoogroups. com>, "Mailist mother n baby"  <motherandbabyclub@ 
yahoogroups. com>, "Mailist parents guide" <parentsguide@ yahoogroups. com> 
Date: Tuesday, 14 July, 2009, 6:08 PM                         Sent from SaLLy's 
BoldBerry® Mamanya DaffaKeyndraKayra Prastowo...!
 From :  Sally Elias Date : Tue, 14 Jul 2009 01:25:13 -0700 (PDT) To : 
<salma...@xl. blackberry. com>; <mamaprastowo@ yahoo.com> Subject : Stop Using 
The Word "AUTISM" On our daily Jokes (BACA YAH Guyss!!)   KENAPA SIH  GAK BOLEH 
BECANDA PAKE KATA "AUTIS LO!!"?? (PLEASE READ & FORWARD, this is very IMPORTANT 
for those of you who has few knowledge about Autism)   Siang itu aku sibuk 
membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak 
bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti 
gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh  
anakku.   Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis 
sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang 
dia cocok untuk tubuhnya,…  reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak 
cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?…   Diusia 4 bulan 
misalnya, kuberikan jeruk bayi
 pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti 
dipenuhi… ULAT BULU… hiiii… Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, 
berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku 
malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia 
berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti 
bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.   Ahhh, sudahlah… 
life must go on anyway.   Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku 
harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg 
lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini. Baru saja 
hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya… Kucari anakku, tapi tidak kutemukan. 
  Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas 
lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena 
kupanggil untuk membantuku
 memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!! Oh… 
My… God!!!  *panik*   Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging 
panggang begitu segar menempel dihidungku. Kuangkat setrika itu dari tangannya… 
dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya.  Sebagian dagingnya menempel 
dibalik gosokan p anas itu…  :(( :(( :(( AAAAAARRRRGGGHHHH… Sumpah kalau saja 
ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan…  Melihat 
daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah 
berubah menjadi putih kekuningan…   Dan luka di tangannya… juga sudah berubah 
menjadi putih seperti daging ayam matang :(( Aku menjerit sekencang-kencangny 
a… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu 
dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara 
intensif.   Begitu anakku segera tertangani…  tiba2 aku kehilangan seluruh 
tenagaku. AKU
 PINGSAN!!!   * * * Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. 
Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena 
hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter…  porsi makanan yang masih bisa 
ditoleransi oleh tubuh anakku. Sedang membersihkan kompor yang kecipratan 
makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…   
Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku… Damn. Oh 
Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya 
terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah. Dia masih 
berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk 
luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, 
tepat di belakang otak kecilnya.   Tangannya  berlumuran darah… Punggung 
bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak 
menangis… Dia hanya berjalan sambil
 menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya. Aku menjeritttt 
sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.   Tapi 
itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi 
merah kehitaman. Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk… 
CEPATTTT!!!” Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. 
Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan 
segera menjahit kepala anakku.   Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang 
bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… 
Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan 
tanpa sadar…Lagi-lagi aku… PINGSAN. * *  * Terlalu banyak cerita haru dan 
berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 
100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari 
mencelakai diri mereka sendiri.   Tapi ini
 bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. 
Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang 
merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki 
kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini. So, 
buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu 
mereka untuk menemukan kelebihan mareka. Anakku memang Autistik, tapi aku 
bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali 
menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah 
menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa. Selalu ada haru yang 
menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan 
lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… 
seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku. 
  Namun, dibalik itu… Walaupun
 bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang 
tersinggung … manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata 
“Autis”.   Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah 
resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang 
lain menegur begini… “ Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK 
LOE khan?… Loe marahin deh sil… marahin sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… 
biar sembuh kayak anak loe” Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak… Saya??? 
hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang 
Tahun sahabat saya… * doh*   Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar 
bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan  tahu betul sulitnya membesarkan  anak 
autistik.   Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang 
sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism
 on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.   =Written by A mother of an 
Authistic Child= SiLLy                                                          
                                                                                
                
>   



      &quot;Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com&quot;

Kirim email ke