Dear All, Ada artikel bagus niy, semoga bermanfaat. -- -K.K- http://www.ghoibruqyah.com
---------- Forwarded message ---------- From: segaintil <[email protected]> Date: 2009/7/27 Subject: [anakberbakat] Slahkan FW. Kelas Akselerasi dimata saya: TIDAK TEPAT To: [email protected] Kelas Akselerasi dimata saya: TIDAK TEPAT Terus terang, saya adalah orang yang secara resmi mengusulkan kepada pemerintah untuk merombak sistem pendidikan anak cerdas istimewa dan bakat istimewa (gifted & talented) Indonesia. Usulan ini lahir setelah sekian lama, selama hampir 10 tahun turut mengamati, bahkan turut merasa getir terhadap nasib anak-anak cerdas istimewa Indonesia yang selama ini tidak di kenal di Indonesia. Anak-anak itu adalah anak cerdas istimewa yang mengalami disinkronitas perkembangan, dengan segala akibatnya. Disinkronitas perkembangan itu dapat dalam bentuk perkembangan bahasa dan bicara yang tertinggal sebagai akibat perkembangan observasi visual yang luar biasa. Perkembangan emosional yang luar biasa serta tingkat aktivitas yang tinggi. Atau anak-anak itu mengalami ketertinggalan kematangan sosial, bahkan ada yang mengalami ketertinggalan motorik halus. Begitu juga dalam perkembangan kognitif, ada yang lebih dahulu berkembang dalam kemampuan kognitif tinggi ketimbang kogitif rendahnya. Atau ia berkemampuan gestalt yang luar biasa kurang diimbangi dengan kemampuan berpikir sekuensialnya. Akibatnya anak-anak ini dalam tes-tes psikologi untuk melihat struktur inteligensinya, menunjukkan profil yang kurang harmonis, terdapat deskrepansi dimana-mana yang menyebabkan untuk sementara waktu IQ nya belum mencukupi bila harus memenuhi IQ kelas akselerasi, yaitu dia tas 125. Bahkan jika ditotalkan (yang sebenarnya tidak bisa karena profilnya mempunyai deskrepansi yang besar) banyak dari mereka mendapatkan anjuran ke SLB. Setengah populasi anak cerdas istimewa potensinya tidak teraktualisai disebabkan berbagai macam hal, ia mengalami prestasi rendah di sekolah. http://gifted-disinkroni.blogspot.com/2007/12/artikel-permasalahan-tumbuh-kembang-dan.html Gaya berpikir anak-anak gifted (cerdas istimewa) juga mempunyai gaya berpikir yang berbeda-beda. Ada anak gifted yang lebih ke arah berpikir sekuensial dan ada yang lebih berpikir ke arah gestalt. Bahkan gaya berpikir gestaltnya sangat kuat yang tidak dapat mengikuti pendidikan dalam kelas-kelas dengan metoda pendidikan konvensional dan klasikal sebagaimana kelas akselerasi. Ada juga kelompok anak gifted yang mempunyai kombinasi kedua gaya berpikir itu secara harmonis. Bagaimana perbedaan gaya berpikir itu dapat dilihat disini: http://gifted-disinkroni.blogspot.com/2009/03/gaya-berpikir.html Berbagai tipe anak gifted (cerdas istimewa) dapat dilihat disini: http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=127563601718&h=Ha0bs&u=aoDsS Mengapa kelas akselerasi tidak tepat? 1. Anak cerdas istimewa adalah anak yang mempunyai pola perkembangan khusus, yang polanya berbeda dari anak-anak dengan inteligensia normal. Karena itu dunia pendidikan anak cerdas istimewa di negara-negara maju lebih menekankan pendidikan anak ke arah keharmonisan tumbuh kembang. Bukan lebih mempertajam jurang perkembangan. Terutama saat ia masih di sekolah dasar. 2. Anak cerdas istimewa mempunyai kekuatan dalam area inteligensi yang beragam. Tidak semua anak cerdas istimewa bisa menyabet angka luar biasa di semua bidang. Dengan begitu bagi anak-anak ini juga dibutuhkan materi yang berdiferensiasi. 3. Bentuk klasikal dengan metoda pendidikan konvensional (kelas akselerasi) seperti yang di Indonesia justru bertentangan dengan gaya berpikir serta bisa menghambat kreativitas yang seharusnya dipupuk. Pemecahannya adalah, pendidikan anak-anak gifted tetap di dalam kelas reguler tetapi mendapatkan layanan khusus, dengan memperhatikan faktor kuat dan faktor lemah anak. Bentuk sekolah seperti ini disebut sekolah yang mengetengahkan pendekatan pendidikan yang adaptif, atau bentuk sekolah yang memperhatikan keunikan anak, yang kemudian sering disebut sekolah inklusi. Layanan pendidikan anak cerdas istimewa di kelas reguler/inklusi dengan diferensiasi kurikulum bagi anak gifted dapat dibagi dalam 4 bentuk (Mooij dkk, 2007): 1. Pengkayaan (enrichment): yaitu berupa tawaran ekstra materi pelajaran yang dimaksudkan untuk pendalaman dan perluasan. 2. Pemadatan atau pemampatan (compacting): yaitu berupa pemampatan materi pelajaran reguler. Atau dengan kata lain bahwa pelajaran yang diberikan tidak perlu dilakukan pengulangan-pengulangan yang memang diperlukan sebagai latihan bagi anak-anak normal. 3. Paruh waktu (part-time) dalam kelompok-plus atau kelas-plus (pull-out): dimana dalam kelompok/kelas itu diadakan ekstra aktivitas atau program yang menantang khusus untuk anak-anak gifted. Kegiatan dalam kelompok/kelas plus ini dilakukan beberapa jam dalam satu minggu. Bila anak-anak gifted tersebut membutuhkan kegiatan yang menantang guna memenuhi kebutuhan keberbakatannya, ia dapat sementara waktu keluar dari kelasnya (pull-out), masuk ke dalam kelompok-plus atau kelas-plus tersebut, bersama-sama dengan anakanak gifted lainnya dalam berbagai usia mengerjakan berbagai proyek yang diminatinya. Kelas-kelas seperti ini sering juga disebut Kangaroo-class. 4. Percepatan (acceleration): yaitu berupa lompat kelas (Class skipping). Namun percepatan ini membutuhkan beberapa pertimbangan berupa: - kematangan sosial emosional - kapasitas intelektual - prestasi - adanya lompatan perkembangan didaktik - persetujuan orang tua - penerimaan guru Julia Maria van Tiel Pembina kelompok diskusi Mailinglist [email protected]<anakberbakat%40yahoogroups.com> 27 Juli 2009

