*Wah Sharing yang bagus nih buat kita - kita terutama para moms yang suka nyetir sendiri ato cuma ditemenin anak.....*
** Thanks /lexa 2009/8/6 Linda Pickwick <[email protected]> > > > Bom Paku di Tj Duren > > Ini pengalaman pribadi, Sabtu 22 September 2007, jam 16:30 saya keluar > dari Citra Land menuju perumahan Taman Kedoya Baru melalui Tanjung > Duren. Rute yang saya lalui: Jl. Tanjung Duren Utara melewati Jl. Patra > Raya menuju Jl. Kebon Raya untuk tembus ke Jl. Arjuna Utara. Keadaan > padat merayap, tidak bisa lebih dari 25km/jam, karena cukup padat. Itu > hampir jam buka, sehingga banyak anak2 dan orang2 di tepi jalan. > > Saya tidak ingat pasti mulai mana, tetapi saya sempat merasa mobil jadi > agak berat. Yang pertama terlintas adalah mungkin ada masalah dengan > mesin. Tiba2, di Jl. Kebon Raya ada seorang pengendara motor [bapak2, > tdk rapih] menunjuk2 arah ban. Saya tidak mempedulikan, karena khawatir > ada maksud jahat. Yang mencurigakan adalah selama kira2 1 menit, > pengendara tersebut mengikuti disamping mobil saya sambil terus coba > menunjuk2 ban. > > Disana feeling sudah tidak enak, tapi saya tetap jalan sampai ke jalan > Arjuna Utara. Dari Jl. Kebon Raya 1, saya belok kanan dan masuk ke > Gedung Arjuna Elektro / GAE [Klinik Mata Nusantara] dan memutuskan > memeriksa keadaanban. Dari sejak belokan setelah Jl. Kebon Raya 1, saya > sudah terasa bahwa ban saya yang kena, bukan mesin, karena sampai > kempes habis. Disini pula pengendara motor tadi berhenti mengikuti saya. > > Bom paku tersebut, bukan dari paku, melainkan buatan tangan. Seperti > paku, tapi bagian tengahnya bolong, persis seperti konsep jarum suntik. > Ini digunakan supaya membuat ban tubeless anda kempes seketika. Kalau > sekedar paku, ban tubeless masih tahan paling tidak sehari baru kempes. > Untuk membuat pakunya berdiri, mereka bisa menancapkan di gabus/kardus. > Sederhana tetapi sangat efektif. > > Memang ternyata ban saya kempes habis dan saya telat 15 menit dari > janji saat itu. Ini adalah kejadian ke-2 atau ke-3 selama ini dan ini > yang paling parah. Tahun lalu kejadian serupa menimpa 2 orang kawan di > Jl. Panjang antara jembatan Kedoya menuju Perempatan Relasi, Kb Jeruk. > Yang satu kehilangan tas kerja, yang satu lagi tidak apa2. Beberapa > waktu silam, mobil yang dikemudikan keluarga saya (KIA Carnival) juga > kena bom paku di Jl. Sudirman (Bunderan Semanggi) pada tengah hari. > Waktu itu tidak terjadi apa-apa karena di mobil kami ada 5 orang, jadi > mereka tidak berani bertindak. > > Masih ada beberapa kejadian lagi yang dialami langsung oleh orang2 yang > kami kenal yang terlalu banyak untuk saya sampaikan sekarang. Di bulan > puasa, tempat ramai, bahkan siang hari pun mereka berani bertindak. > Jangan terintimidasi - jangan terlihat takut. Kalau mereka nekat, > tabrak aja. > > TIPS: > 1 Hati-hati kalau ada pengendara motor yang melemparkan sesuatu kebawah > mobil anda. Itu yang terjadi dengan KIA Carnival kami. > > 2 Kalau ada yang menunjukkan ban anda kempes atau berasap, jangan > pedulikan - jalan saja, cari tempat yang agak terang / ramai, baru > periksa keadaan anda. > > 3 Pastikan tidak ada orang yang mengikuti anda dan/atau orang yang > memberi tahukan bahwa ban anda bermasalah sudah tidak ada lagi. > > 4 Kalau ada tempat parkir, kalau perlu yang bayar - parkir di sana saja. > Paling tidak mereka belum berani beraksi dalam gedung/tempat parkir. > > 5 Pastikan ban serep, dongkrak dan lain2 dalam keadaan baik. Kalau kena > bom paku, segera perbaiki/ganti ban hari berikutnya. Kalau kena lagi > paling tidak sudah prepared. > 6 Last but not least, berdoa :) > > Demikian sharing saya, semoga berguna. > > -- > Andry Lie > >

