menantang buat tujuan wisata 

Salam,
Lisa -bunda Danish 9m-


--- On Thu, 8/6/09, annisa mayu reksi <[email protected]> wrote:

From: annisa mayu reksi <[email protected]>
Subject: [WM_55] Fw: [Manager-Indonesia] Hati-hati jika datang ke kota-kota ini 
di dunia...
To: [email protected]
Date: Thursday, August 6, 2009, 12:03 PM






 




    
                  



----- Forwarded Message ----
From: Annisa Mayu R <annisa.mayu82@ yahoo.com>
To: annisa.reksi@ tvsmotor. co.in; wambot_nicee@ yahoo.com
Sent: Thursday, August 6, 2009 10:51:46 AM
Subject: Fw: [Manager-Indonesia] Hati-hati jika datang ke kota-kota ini di 
dunia...







----- Forwarded Message ----
From: Djodi Ismanto <adindagolid@ yahoo.com>
To: apps angkatan pertama <app...@yahoogroups. com>; Manager Indonesia 
<manager-indonesia@ yahoogroups. com>; kisunda <kisu...@yahoogroups .com>; 
urang sunda <urangsu...@yahoogro ups.com>; Sonny Sayangbati <ssayangbati@ 
yahoo.com>
Sent: Monday, August 3, 2009 9:41:40 AM
Subject: [Manager-Indonesia] Hati-hati jika datang ke kota-kota ini di dunia...

 







--- On Sun, 8/2/09, Ratmilia Bani <bani.ratmilia@ gmail.com> wrote:


From: Ratmilia Bani <bani.ratmilia@ gmail.com>
Subject: Hati-hati jika datang ke kota-kota ini di dunia...
To: "enam82" <ena...@yahoogroups. com>, "prasetijo" <praset...@bappenas. 
go.id>, "ashar suryobroto" <ashar...@yahoo. com>, "Louis de Thouars" 
<okkied...@hotmail. com>, "adindagolid" <adindagolid@ yahoo.com>
Date: Sunday, August 2, 2009, 6:59 AM



Jangan Singahi Kota-kota ini di Dunia

Di dunia ini ada banyak tempat-tempat yang terlalu riskan jika Anda singgahi 
atau menjadikannya tempat tinggal. Tingginya polusi udara, buruknya fasilitas 
seperti persediaan air bersih, saluran air, sampai kekacauan-kekacauan akibat 
pertarungan antar genk obat-obat terlarang dan juga perang bersaudara yang 
berkepanjangan. Catat saja, jangan sampai Anda kesasar sampai ke kota-kota ini. 


Dharavi, Mumbai-India 





Terbentang lebih dari 175 hektar antara Mahim dan Sion, Dharavi muncul sebagai 
perkampungan kumuh terbesar di Asia dan dihuni oleh lebih dari 600.000 
penduduk. Dharavi punya saingan di Orangi Town di Karachi, Pakistan yang sangat 
luas dan penuh samapah. Dharavi menggambarkan dengan jelas sebagai sebuah saku 
murah di tengah-tengah kota Mumbai yang mahal, dimana Anda bisa tinggal di sini 
dengan murah, cukup 4 US dollar per-bulan.

Anehnya, Dharavi ternyata juga menjadi tempat bagi berbagai industri skala 
kecil seperti tembikar, garmen bordir, kerajinan kulit, dan peralatan plastik. 
Bahkan yang tidak bisa dipercaya, total net income dari penduduk Dharavi
 hampir mencapai 650 juta dollar. Tapi Dharavi sama sekali bukan surga - 
persedian air bersih dan failitas MCK-nya sangat buruk terutama saat air pasang 
dan lingkungan yang tidak sehat ini mengancam kesehatan penduduknya. 





Rocinha - Rio de Janeiro, Brazil

Berlokasi di antara distrik São Conrado dan Gávea di Rio de Janeiro, Rocinha 
dalam bahasa Portugis berarti lahan pertanian kecil merupakan perkampungan 
kumuh terbesar atau "favela" di Amerika Selatan. Posisinya di atas pinggir 
bukit dalam jarak satu kilometer dari pantai, Rocinha dulunya adalah 
perkampungan kecil yang berkembang cepat menjadi lingkungan kumuh yang padat. 
Tapi Anda akan menjumpainya agak sedikit lebih baik dari yang lainnya karena 
bangunan-bangunan di sini terbuat dari bata dan dilengkapi dengan persedian 
air, sanitasi, dan fasilitas umum lainnya.

Yang membuat Rocinha berpotensi sebagai lokasi berbahaya untuk tinggal adalah 
karena maraknya perdagangan obat-obatan terlarang di sini. Hal ini sering 
memicu terjadinya pertarungan antar
 genk belum lagi pengejaran-pengejar an oleh polisi yang membuat singgah dan 
tinggal di tempat ini sangat beresiko. Populasi di sini mencapai 100.000 kepala 
yang merupakan kelompok ekonomi bawah dengan tingkat kematian yang tinggi. 
Lebih lagi, Rocinha dibangun di atas lereng bukit yang curam yang rawan longsor 
dan juga banjir

.






Kibera in Nairobi, Kenya




Kibera, berarti 'hutan' dalam bahasa Nubian, merupakan tempat tinggal bagi satu 
juta orang, dan merupakan perkampungan kumuh terbesar di seluruh Afrika. 
Kebanyakan yang tinggal di sini adalah penyewa yang tidak punya hak tinggal di 
gubuk-gubuk yang terbuat dari tanah liat dan dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang 
mengambil alih Kibera. Masing-masing gubuk itu bahkan dihuni hingga 8 orang.




Hanya 20% dari Kibera yang memiliki listrik dan persediaan air bersih yang 
tidak teratur. Sumber air yang digunakan di sini juga mengandung kuman kolera 
dan tipus gara-gara kondisi saluran air yang buruk. Belum lagi ancaman AIDS 
serta absennya pemerintah dalam menangani fasilitas medis. Keadaan bertambah 
buruk dengan kebiasaan masyarakat di sini menenggak minuman keras yang disebut 
'changaa'.

Dengan angka pengangguran yang tinggi dan kebiasaan mabuk membuat kriminalitas 
di sini tinggi. Obat-obatan terlarang yang murah pun mudah didapatkan, bahkan 
ada pula kebiasaan menghirup uap lem (glue) untuk mabuk. Kehamilan yang tidak 
diharapkan pun sering terjadi dan membuat angka aborsi yang tinggi pula. Jadi, 
jangan pernah mampir ke sini!


Linfen, China




Berlokasi tepat di jantung kota Shanxi, provinsi di China yang merupakan pusat 
pertambangan batu bara dan merupakan salah satu kota yang tingkat polusinya 
paling tinggi di dunia. Udara di kota ini dipenuhi dengan debu dan asap yang 
sudah menghalangi pandangan. Sekitar 3 juta orang yang tinggal di sini tiap 
hari mengkonsumsi air yang mengandung arsenik, belum lagi dari udara yang 
mereka hirup yang terpolusi akibat akibat kendaraan bermotor dan gas-gas 
beracun lainnya. Anda akan langsung mencium aroma yang tidak sedap saat 
memasuki kota ini akibat banyaknya saluran air yang luber dimana-mana.



Sungai yang mengalir di sisi kotapun dicemari oleh minyak. Tidak heran penduduk 
di sini yang banyak memanfaatkannya beresiko tinggi terserang kanker. Pepohonan 
di kota inipun seperti menggambarkan suramnya kota ini.
 Sepertinya kota ini adalah pilihan kota terakhir di bumi jika Anda hendak 
mengirim orang atau bahkan pasukan perang ke sini... 


Kabwe, Zambia



Akumulasi timah dan cadmium di bekas koloni Inggris ini sudah tinggi sejak 
ditemukannya tahun 1902 saat Zambia dikenal sabagai negeri yang kaya timah. 
Meskipun pertambangan di sini sudah ditutup dan tidak ada lagi operator yang 
beroperasi, penduduk Kabwe menghadapai ancaman racun timah selama bebeapa 
dekade. Test darah pada anak-anak menunjukkan konsentrasi yang 5 hingga 10 kali 
lipat dari ambang batas normal. Baru-baru ini saja Bank Dunia menggelontorkan 
dananya untuk mengatasi ini. 




Chernobyl, Ukraine




Bicara ancaman polusi dan racun tidak ada yang lebih mengerikan dari kecelakaan 
reaktor nuklir di Chernobyl yang menyebabkan 5,5 juta orang menghadapi ancaman 
kanker tiroid. Kecelakaan pada tanggal 26 April 1986 itu mengakibatkan radiasi 
yang volume dan efeknya 100 kali lebih besar dari bom atom di Horshima dan 
Nagasaki. Horor terus berlanjut saat ribuan anak Rusia, Ukrania, dan Belarusia 
yang tinggal di dekatnya tidak bisa menghindar dari radiasi.






Dzerzhinsk, Russia


Berlokasi di sisi sungai Oka di Nizhny Novgorod Oblast, Russia, Dzerzhinsk 
dinamakan demikian dari pemimpin Rusia Feliks Edmundovich Dzerzhinsky. Dari 
awalnya Dzerzhinsk adalah kota industri kimia dan kemudian dijadikan basis 
produksi senjata-senjata kimia Rusia. Di sinilah kemduian kota ini menjadi 
salah satu kota paling tercemar di dunia dengan tingkat kematian yang tinggi.



Di Dzerzhinsk, rata-rata usia hidup laki-laki adalah 42 tahun dan wanita 47 
tahun. Angka kematian yang tinggi dibarengi dengan produksi bahan kimia yang 
tidak pernah berhenti seperti racun dioxins, hydrogen cyanide, mostar timah dan 
sulfur. Kandungan phenol dan dioxin di perairan Dzerzhinsk melebihi ambang 
batas normal hingga 17 juta kali lipat. 




Mogadishu, Somalia



Mogadishu, menjadi saksi ata peperangan selama 17 tahun sejak jatuhnya 
pemerintahan tahun 1991. Kota ini kemudian menjadi kota paling kacau dan 
anarkis di dunia. Selama itu pula di kota ini banyak terjadi kerusuhan antar 
suku yang banyak memakan korban dan juga banyaknya terjadi pemberontakan pada 
pemerintah menyebabkan kekacauan ini seperti tidak pernah berakhir. Kekacauan 
ini membuat banyak penduduknya hengkang dan membiarkan faksi militer menguasai 
pemerintahan. Belakangan ini pemerintah federal yang baru mencoba untuk 
mengatasinya dan mencoba menerapkan kembali tatanan hukum yang telah lama 
diinjak-injak. Tapi tetap saja, jangan coba-coba melancong ke
 sini...


 




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke