HAI MOM,
SEMOGA ARTIKEL INI MEMBANTU YA DALAM PILIHAN METODE PERSALINAN,

Metode persalinan pengaruhi kekebalan tubuh anakseminar
11/07/2008 - nita-medicastore. com 
Metode persalinan mana yang akan anda pilih? Normal atau melalui bedah Caesar? 
Mungkin di antara anda belum banyak yang mengetahui, bahwa metode persalinan 
yang dipilih ternyata berpengaruh terhadap kekebalan tubuh buah hati anda 
nantinya. Mengapa demikian?

Professor Patricia Conway dari University of New South Wales, Australia, 
memaparkan bahwa bayi yang dilahirkan dengan metode Caesar, membutuhkan waktu 
kira-kira enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan bayi 
lahir normal, sehingga bayi Caesar memiliki risiko lebih tinggi terhadap 
berbagai jenis penyakit.

"Metode persalinan mempengaruhi perkembangan mikrobiota usus, yang selanjutnya 
akan berdampak pada daya tahan tubuh anak," papar Prof. Conway dalam diskusi 
bertema Metode Persalinan Berpengaruh pada Pembentukan Mikrobiota Saluran 
Pencernaan dan Kekebalan Tubuh Buah Hati di Hotel Gran Melia, Jakarta, 3 Juli 
2008 yang lalu.

Saat baru lahir, saluran cerna bayi lahir normal nyaris steril, bebas kuman. 
Pada proses persalinan normal, bakteri dari ibu dan lingkungan sekitar 
membentuk kolonisasi pada saluran cerna anak. Pada persalinan normal, bayi 
berpindah dari rahim yang nyaris steril ke lingkungan luar melalui proses yang 
lama yang melibatkan kontraksi berjam-jam. Sebagai imbasnya bayi kontak secara 
alami dengan mikroflora normal ibu dan kemudian mikrobiota itu berkoloni di 
ususnya. Mikrobiota pada saluran cerna bayi yang baru lahir yang memegang peran 
utama mengaktifkan sistem kekebalan adalah kelompok Bifidobacteria dan 
Lactobacilli. 

Sebaliknya pada bayi yang lahir Caesar, proses persalinan dilakukan di ruangan 
steril. Bayi diambil langsung dari rahim ibu tanpa kontak dengan area rektum 
dan vagina ibu, jadi tidak ada kesempatan kontak dengan mikrobiota normal di 
jalan lahir. Selain itu, untuk menghindari infeksi pascaoperasi, ibu biasanya 
diberi antibiotik yang disalurkan ke bayinya melalui plasenta. Akibatnya 
kolonisasi bakteri menguntungkan (probiotik) di
saluran cerna terhambat. Padahal inisiasi koloni bakteri yang diperoleh bayi 
saat persalinan normal berpengaruh kuat pada perkembangan dan pematangan sistem 
kekebalannya.

Karena tidak terjadi kontak dengan jalan lahir ibu, yang sebenarnya merupakan 
modal awal sebagai senjata ketahanan tubuh, bayi yang terlahir melalui bedah 
Caesar memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi dan penyakit alergi.

Terdapat konsep bahwa selama proses persalinan normal akan terjadi transfer 
bakteri dari vagina dan usus ibu ke dalam usus bayi yang akan menyebabkan 
peningkatan koloni bakteri di dalam usus bayi dan bermanfaat untuk meningkatkan 
sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir. 

Manfaat lainnya adalah melindungi bayi baru lahir dari infeksi bakteri yang 
berbahaya, membantu proses pencernaan bayi baru lahir dan juga membantu untuk 
menghasilkan vitamin yang sangat diperlukan bagi bayi baru lahir tersebut. 
Proses ini merupakan proses perlindungan alamiah bagi bayi baru lahir. Proses 
transfer bakteri bermanfaat dari ibu ke bayi tidak akan terjadi jika persalinan 
dilakukan dengan cara bedah Caesar.

Persalinan Caesar Bukannya Tanpa Risiko

Metode persalinan merupakan hal yang sangat penting, karena sangat terkait 
dengan angka kematian dan angka kesakitan baik bagi ibu maupun bagi bayi yang 
baru dilahirkan. Metode persalinan yang umum dilakukan ada dua, yakni 
persalinan normal (melalui jalan lahir ibu) dan bedah Caesar (proses kelahiran 
yang bukan dari jalan lahir normal, yaitu dengan cara menyayat bagian bawah 
perut hingga rahim). 

Persalinan dengan bedah Caesar terkait dengan kematian ibu, 3 kali lebih besar 
dibandingkan dengan persalinan normal. Angka kematian langsung akibat 
persalinan Caesar adalah sekitar 5,8 per 100.000 persalinan. Persalinan dengan 
bedah Caesar memiliki angka kesakitan lebih tinggi yaitu sekitar 27.3 permil 
(per 1000) dibandingkan dengan persalinan normal yang hanya sekitar 9 permil 
saja. 

Peningkatan risiko kesakitan bagi ibu hamil akibat persalinan Caesar yang 
dibandingkan dengan persalinan normal adalah sebagai berikut:
•       5 kali lebih besar untuk mengalami henti jantung.
•       3 kali lebih besar untuk dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi) .
•       3 kali lebih besar untuk mengalami infeksi masa nifas.
•       2,3 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi anestesi.
•       2,2 kali lebih besar untuk mengalami sumbatan pembuluh darah.
•       2,1 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan banyak yang seringkali 
berakhir dengan pengangkatan rahim.
•       1,5 kali lebih besar untuk lebih lama dirawat di rumah sakit.
Peningkatan risiko tidak hanya terjadi pada ibu, namun juga terjadi peningkatan 
risiko bagi bayi yang baru lahir terkait dengan cara persalinan Caesar. Adapun 
risiko yang dialami oleh bayi baru lahir akibat persalinan Caesar adalah risiko 
kematian bayi, risiko gangguan pernafasan bayi, risiko trauma bayi, dan risiko 
gangguan otak bayi. Risiko yang dialami bayi baru lahir terkait persalinan 
Caesar adalah 3,5 kali lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal. 

Dr. Andon Hestiantoro SpOG(K) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM 
menjelaskan bahwa persalinan Caesar di rumah sakit pemerintah saat ini sekitar 
11-15 persen sementara di rumah sakit swasta dapat mencapai 30-40 persen. 

Melakukan bedah Caesar untuk persalinan merupakan fenomena yang saat ini meluas 
di kota-kota besar di Indonesia. Beragam alasan melatarbelakangi semakin 
banyaknya ibu yang memilih persalinan dengan bedah Caesar. 

Menurut Dr. Andon, seharusnya persalinan Caesar dilakukan atas dasar indikasi 
medis. Namun saat ini terjadi kecenderungan lain untuk indikasi persalinan 
dengan bedah Caesar. Indikasi tersebut seringkali tidak sesuai dengan indikasi 
medis.

Berikut beberapa indikasi medis persalinan Caesar:
•       Indikasi ibu
Eklampsia (kejang dalam kehamilan); panggul sempit; plasenta menutupi jalan 
lahir; kelainan jantung pada ibu; persalinan macet; perdarahan banyak selama 
kehamilan; infeksi dalam rahim; dinding rahim yang menipis akibat bedah Caesar 
atau operasi rahim sebelumnya; tumor dirahim, di indung telur atau di vagina 
yang menghalangi jalan lahir.
•       Indikasi janin
Gawat janin; bayi besar; bayi letak lintang; kehamilan triplet atau lebih; 
kembar siam; janin hidrosepalus.
Beberapa indikasi bedah Caesar yang tidak sesuai dengan indikasi medis:
•       Faktor sosial
Suami terlampau cemas dan menganggap istrinya tidak sanggup melahirkan normal; 
suami kuatir vagina istri menjadi longgar; riwayat infertilitas; memilih waktu 
dan tanggal kelahiran.
•       Faktor pemahaman ibu hamil yang salah
Lebih nyaman melahirkan dengan bedah Caesar karena tidak sakit; melahirkan 
Caesar lebih aman dibandingkan dengan persalinan normal; melahirkan Caesar bayi 
lebih pintar; kKuatir untuk dilakukan vakum atau forseps pada persalinan 
normal; kuatir kepala bayi terjepit saat persalinan normal.

ASI Mengandung Probiotik

Saluran cerna yang sehat banyak didominasi oleh koloni bakteri baik yang lazim 
disebut probiotik. Agar probiotik di saluran cerna mampu tumbuh dan berkembang 
dengan baik dan mengenyahkan dominasi bakteri jahat, maka dibutuhkan prebiotik 
yang berfungsi sebagai makanannya.
Pada bayi lahir normal yang diberi ASI (air susu ibu), bakteri probiotik 
mendominasi 99% mikrobiota usus. Pada bayi Caesar yang juga mendapat ASI, 
bakteri baik ini kurang dominan, dan biasanya digantikan oleh bakteri jenis 
lain yang kurang diinginkan, yaitu Clostridium atau Enterobacter.

Kekurangan bakteri probiotik berarti juga kurangnya 'latihan yang cukup' dari 
sistem kekebalan tubuh adaptif dan biasanya berpengaruh pada sistem imun 
terkait penyakit seperti alergi dan infeksi. Tidak heran, bayi yang kekurangan 
bakteri probiotik di ususnya lebih mudah sakit.

Bayi lahir Caesar butuh waktu beberapa lama, kira-kira enam bulan, untuk 
mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan bayi yang lahir normal. 
“Hasil-hasil penelitian menunjukkan bayi-bayi yang dilahirkan secara Caesar 
memiliki waktu pembentukan mikrobiota saluran cerna yang tertunda serta 
memiliki risiko terhadap berbagai jenis penyakit yang lebih tinggi,” tambah 
Prof. Conway

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan dominasi bakteri baik di 
saluran cerna bayi, yakni dengan memberikan suplemen bakteri baik secara 
langsung dan mendukung pertumbuhan bakteri baik yang sudah ada di usus dengan 
pemberian makanan yang tepat.

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Saat ini telah diketahui bahwa air 
susu ibu juga mengandung bakteri-bakteri yang menguntungkan (probiotik) di 
samping karbohidrat tertentu yang mendukung pertumbuhan Bifidobacteria. "Ini 
berarti bahwa ASI tidak hanya mendukung pertumbuhan bakteri yang menguntungkan 
tetapi juga mensuplai bakteri-bakteri menguntungkan tersebut secara langsung ke 
bayi," tegas Prof. Conway.

ASI terbukti mengandung komposisi zat gizi yang mendukung pertumbuhan bakteri 
baik (rendah protein, tinggi rasio whey/casein, tinggi kadar laktosa, rendah 
fosfat, dimana kondisi ini lazim disebut 'bifidogenik' ). Selain itu pada 
sejumlah penelitian terakhir terlihat bahwa ASI juga mengandung probiotik 
tertentu.

Tidaklah berlebihan jika ada pendapat yang menyatakan bahwa hadiah pertama 
lahirnya bayi ke dunia adalah bakteri dari sang ibu (baik dari rahim, jalan 
lahir dengan persalinan normal), dan ASI. Sayangnya, banyak bayi kurang 
mendapatkan ASI yang kaya probiotik dan mengandung prebiotik untuk menunjang 
kehidupan bakteri baik di saluran cerna, misalnya bayi prematur dan bayi yang 
tidak mendapat ASI karena alasan tertentu (misalnya ibu menderita HIV/AIDS dan 
tidak boleh menyusui bayinya).


--- Pada Ming, 9/8/09, [email protected] <[email protected]> menulis:

> Dari: [email protected] <[email protected]>
> Judul: Re: [parentsguide] Caesar atau Normal?
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Minggu, 9 Agustus, 2009, 10:34 PM
> Hai mbak...
> 
> Klo aku sih lebih baik normal...memang dulu aku melahirkan
> secara normal.
> 
> Memang kalau normal pada saat kontraksi sakitnya luar biasa
> tp setelah itu udah plong. Setelah itu bisa langsung pakai
> gurita spy perut kembali normal.
> 
> Dan dengan normal, kita jadi tau perjuangan seorang ibu
> gmn...
> 
> Sori ya Mom...gak banyak bantu..
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
> Nyambung Teruuusss...!
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> 
> Date: Sun, 9 Aug 2009 03:26:56 
> To: <[email protected]>
> Subject: [parentsguide] Caesar atau Normal?
> 
> 
> Dear Moms....
> 
> Bisa sharing opini nya sebagai wanita?
> Apakah lebih baik melahirkan dengan metode Caesar ataukah
> Normal?
> Yang mana yang menurut Moms, lebih baik untuk wanita?
> Karena sebagian teman wanita ku,bersumpah lebih baik
> melahirkan dengan metode Caesar..alasan nya antara lain :
> menjaga kelenturan otot mrs.V..dan juga rasa sakit yang
> berkurang.
> Sementara,sejak awal kehamilan,saya merencanakan dengan
> metode water birth.
> Need your opinion Moms..
> 
> Cheers,
> Maria, a mommy gonna be
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
> Nyambung Teruuusss...!
> 
> ------------------------------------
> 
> Telah Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi AGUSTUS 2009.
> 
> KUASAI 9 MAGICS WORDS: Jadikan Si Kecil Master Kesopanan
> 
> Setiap orang tua mendambakan anak yang sopan, hangat dan
> tulus. Harapan ini bisa diwujudkan dengan membiasakan anak
> menggunakan kata-kata yang mampu memberi energi positif
> dalam hubungan antar sesama manusia. Apa sajakah 9 Magic
> Words itu? Bagaimana kiat untuk menerapkannya? Temukan
> selengkapnya di majalah Parents Guide edisi Agustus 2009.
> 
> Simak juga bahasan menarik lain :
> 
> - BONUS: BOOKLET BREASTFEEDING STORY
> 
> - Liputan 4 Metode Cepat Langsing Pasca Melahirkan Plus
> Daftar Biayanya.
> 
> - Memilih Jenis Kelamin Bayi: Cewek atau Cowok?
> 
> - 10 Tips Pasca Perawatan Luka Pasca Sunat
> 
> Beli juga Majalah HIPOO untuk Balita kesayangan Anda. HIPOO
> edisi Agustus 2009 ini mengangkat tema "BINATANG
> PIARAANKU".
> 
> Info berlangganan hubungi: Emma di (021) 70408785, 527
> 7302Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> Telah Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi AGUSTUS 2009.
> 
> KUASAI 9 MAGICS WORDS: Jadikan Si Kecil Master Kesopanan
> 
> Setiap orang tua mendambakan anak yang sopan, hangat dan
> tulus. Harapan ini bisa diwujudkan dengan membiasakan anak
> menggunakan kata-kata yang mampu memberi energi positif
> dalam hubungan antar sesama manusia. Apa sajakah 9 Magic
> Words itu? Bagaimana kiat untuk menerapkannya? Temukan
> selengkapnya di majalah Parents Guide edisi Agustus 2009.
> 
> Simak juga bahasan menarik lain :
> 
> - BONUS: BOOKLET BREASTFEEDING STORY
> 
> - Liputan 4 Metode Cepat Langsing Pasca Melahirkan Plus
> Daftar Biayanya.
> 
> - Memilih Jenis Kelamin Bayi: Cewek atau Cowok?
> 
> - 10 Tips Pasca Perawatan Luka Pasca Sunat
> 
> Beli juga Majalah HIPOO untuk Balita kesayangan Anda. HIPOO
> edisi Agustus 2009 ini mengangkat tema "BINATANG
> PIARAANKU".
> 
> Info berlangganan hubungi: Emma di (021) 70408785, 527
> 7302Yahoo! Groups Links
> 
> 
>     mailto:[email protected]
> 
> 
> 


      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke