Dear Moms and Dads, sharing informasi nih...

BUKU MIRACLES AT HOME [versi lengkap]

*dr. Zulaehah Hidayati*

http://parentingislami.wordpress.com/2009/08/19/buku-pengalaman-parenting-miracles-at-home-versi-lengkap

Rumahku syurgaku. Rasanya selama beberapa tahun saya tak mengerti bagaimana
sebuah rumah merupakan syurga yang tenang, damai, dan menyenangkan.
Hari-hari saya  dihiasi oleh rengekan, tangisan, teriakan, dan amukan
anak-anak. Ditambah lagi teriakan pembantu yang panik melihat anak kedua
saya (2,5 tahun) dipukul, dicubit atau dibenturkan oleh anak pertama (5,5
tahun).

Inilah kondisi saya sampai akhir tahun 2008. Saya adalah seorang Ibu dari
dua orang anak, wanita karir, dan seorang dokter. Saya banyak menghabiskan
waktu saya di luar rumah. Hal ini saya lakukan karena alasan keuangan.

Selama bertahun-tahun saya berada dalam kondisi seperti ini. Semakin hari,
kondisi anak saya semakin mengkhawatirkan. Anak pertama saya suka memukul,
mengamuk, membangkang dan berbagai perilaku buruk lainnya. Selain perilaku
yang buruk, anakku juga mengalami susah makan, susah mandi, tidak mau
belajar, dan sering terlambat sekolah. Dan satu hal yang membuatku khawatir
lagi yaitu dia sangat pemalu dan tidak percaya diri dalam bergaul. Saya
takut sekali mengingat keadaan anakku seperti ini karena sebentar lagi dia
harus masuk SD. Bagaimana dia bisa menjalani hari-harinya di sekolah nanti?

Saya benar-benar tertekan oleh kondisi ini. Selama ini saya mengasuh anak
dengan agak keras. Saya sulit untuk menahan emosi sehingga sering memarahi
anak-anak. Kadang-kadang saya membentak dan mencubit mereka. Saya berusaha
sabar, tapi susah sekali. Saya berusaha mendidik dan mengarahkan mereka akan
tetapi semakin hari kondisi anak-anak saya tak berubah, malah semakin
memburuk.

Saya benar-benar merasa tertekan dan ingin menyelesaikan masalah ini. Dan
saya bersyukur karena pada akhir tahun ini saya dipertemukan dengan
 pelatihan parenting  dan buku-buku tentang pengasuhan anak yang memberikan
motivasi untuk mengubah teknik pengasuhan yang saya pakai selama ini. Saya
juga diberi tips-tips untuk mengatasi masalah pengasuhan yang saya hadapi.
Alhamdulillah anak saya mengalami banyak perubahan.

Dalam penerapan teknik pengasuhan yang baru yang pelajari ini, saya
mengalami banyak kesulitan yang saya coba atasi dengan terus membaca
buku-buku parenting dan menerapkannya. Hasilnya adalah setiap hari saya
mendapatkan Miracles at Home dan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang
parenting ini.

Dari pengalaman dan buku-buku yang saya baca, saya berusaha memformulasikan
suatu teknik singkat yang praktis dan mudah diingat untuk mengubah kondisi
keluarga yang penuh kekacauan karena perilaku buruk anak dalam waktu yang
singkat. Kita bisa mengubah satu persatu perilaku buruk anak dalam hitungan
hari dan dapat memotivasi anak melakukan hal-hal yang kita inginkan.

Teknik singkat ini sudah mendapat kajian oleh seorang psikolog yaitu
Fitriani F. Syahrul S.Psi sehingga isinya benar-benar sesuai dengan sudut
pandang psikologi. Teknik yang saya pakai adalah teknik PARENTING.

Teknik PARENTING

P = Pengasuhan anak

Tinggalkan teknik pengasuhan konvensional yang bersifat turun temurun,
otoriter, membolehkan kekerasan, terlalu memanjakan, dll.

Beralihlah ke PARENTING untuk mendapatkan anak yang sholeh.

A = Anak adalah anugrah

Anak adalah anugrah terindah yang Allah berikan. Semua perilaku buruk anak
adalah latihan mereka dalam menyikapi sesuatu yang harus kita bimbing.

Semua perilaku baik, kitalah yanag bertanggung jawab untuk mengarahkan.

Karena anak adalah anugrah maka kita mencintainya dan harus mendidiknya
dengan penuh kasih sayang, kelembutan dan kebijakan.

R = Redam amarah

Rasa tertekan pada anak karena dimarahi, dibentak, dipelototi, dipukul, dan
berbagai kekerasan mental dan fisik lain yang bersumber dari penanganan anak
secara emosional adalah awal dari kesulitan kita membuat anak patuh pada
arahan kita.

Kekerasan juga berpengaruh buruk pada perkembangan jiwa anak.

Untuk bisa mengarahkan perilaku anak, kita harus menghindari rasa tertekan
anak dengan meredam emosi kita dan meninggalkan kekerasan fisik maupun
mental.

E = Empati mendengarkan

Kedekatan akan muncul dari keterbukaan. Setelah kita belajar meredam amarah,
kita harus belajar mendengarkan anak di setiap kasus/masalah pengasuhan yang
terjadi (misalnya : anak menangis, rewel, mengamuk, mogok makan, dll).
Mendengarkan akan membentuk kedekatan dan mengarahkan anak untuk patuh pada
arahan-arahan kita.

N = Notifikasi pembicaraan dan tindakan

Setelah meredam amarah dan empati mendengarkan, maka mulailah mencatat
pembicaraan dan tindakan kita agar merupakan kombinasi dari :

Kata-kata ungkapan kasih sayang, arahan untuk berperilaku baik dan
menghindari perilaku buruk, pujian untuk mengarahkan perilaku baik, dan
punishment bijak untuk menghentikan perilaku buruk.

Notifikasi ini merupakan inti dari pendidikan kita terhadap anak.

T = Tanamkan energi positif

Berikan predikat positif sesuai harapan kita (anak sholeh, anak rajin, anak
baik hati, dll.) dan hilangkan semua predikat negatif (anak nakal, anak
pemalas, anak pemalu, dll.). Ulang predikat positif sesering mungkin.

I = Istiqomah

Pastikan semua langkah PARENTING dilaksanakan secara istiqomah/konsisten.

NG = meNGadakan time out

Gunakan time out bila :

-         emosi anak tak dapat dikendalikan. Time out berguna untuk melatih
anak meredakan emosi.

-         Menghentikan perilaku buruk yang sulit dihentikan dengan
kata-kata.

Itulah teknik dasar  PARENTING.  Untuk lebih memahami teknik ini dan
bagaimana aplikasinya, maka disarankan untuk memiliki BUKU MIRACLES AT HOME
yang berisi teknik dasar parenting, tahapan pelaksanaannya, cara
menganalisis masalah yang akan ditangani, dan beberapa kisah nyata
penggunaan PARENTING dalam menangani beberapa masalah pada anak yang dapat
memberikan inspirasi bagi para orang tua. Selamat mendapat Miracles at Home.

Bagi yang memerlukan info tentang buku, training, maupun konsultasi bisa
mengirim email ke zule.parenting [at] gmail.com <[email protected]>

Kirim email ke