----- Pesan Diteruskan ----
Dari: kingoforchid2005 <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 26 Agustus, 2009 12:35:56
Judul: [sman2_jkt] Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , 
USA

  
Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA . Seorang ibu 
muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya 
para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi 
kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia 
menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia 
pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya 
Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi 
komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. 
Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter 
yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu 
yang tidak kita inginkan terjadi.

Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah 
kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat 
putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, 
sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!

Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.

Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan 
kekuatirannya.

Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta

Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael 
rengekan anak kecil.

Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.

Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, 
setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung 
adiknya masih hidup! Ia d ice gat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak 
kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini 
peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, 
lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa 
pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster 
terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.

Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk 
ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul 
maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil 
keluarlah suara nyanyian yang nyaring "… You are my sunshine, my only sunshine, 
you make me happy when skies are grey …" Ajaib! si Adik langsung memberi 
respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.

You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away. 
Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya 
dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya … The 
other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan 
sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu 
menjadi teratur … I'll always love you and make you happy, if you will only 
stay the same … Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.

Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus 
bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu 
tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan 
apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia 
saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. 
Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu 
ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga 
suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat 
luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.

Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa 
memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan 
mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you".

Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil 
"Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang 
mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.

Note:
Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain …
Datang dari seseorang yang kita anggap lemah …
Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan …
cheers,

http://www.youtube. com/user/ Jamesrudybali





      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang.
http://id.toolbar.yahoo.com

Kirim email ke