Halo Moms, Maaf nih OOT, ceritanya saya lagi super kesel, dan pengennya curhat supaya kejadian yang sama ga menimpa moms lain..
Saya dan suami saya kan tinggal berbeda kota, sehingga tiap weekend suami saya melakukan penerbangan untuk menjenguk saya dan anak saya tentunya. Sy pilih pesawat tentunya agar maksimal ketemuannya, dia dateng hari Jumat malam langsung sepulang kantor, dan pulangnya hari Senin pagi sekalian ngantor. Karena jadwal yang rutin ini, saya pesen tiket jauh2 hari supaya dapat harga murah, bahkan saya sudah memesan tiket dengan jadwal dan rute yang sama hingga Januari 2010. Permasalahannya adalah, tiket Mandala utk suami saya (Yulianto Naserudin) yg sudah dibeli utk tanggal 12 Oktober 2009 rute dari Semarang ke Jakarta pukul 06.00 WIB,16 Oktober 2009 rute dari Jakarta ke Semarang pukul 19.20 WIB, 19 Oktober rute dari Semarang ke Jakarta pukul 06.00 WIB dan 26 Oktober 2009 rute dari Semarang ke Jakarta pukul 06.00 WIB, dibatalkan yg kesemuanya berdalih "dg alasan operasional". Kesimpulannya: sudah 4x penerbangan dibatalkan berturut2. Saya menduga ini terjadi krn jumlah penumpang minimal tdk tercapai, sehingga Mandala tdk mau rugi, namun melimpahkan kerugiannya ke konsumen. Saya udah komplain ke call centre-nya, dan solusinya cuman ganti jam penerbangan atau refund. Kenapa saya mencibir solusinya itu?Pertama, kalau ganti jam penerbangan, ga bisa.Suami saya kan harus masuk kantor dan pulang kantor pada jam yg sudah ditentukan, dan kita tahu dong, atasan mana yang kompromi kalau anak buahnya telat ngantor? Sy selalu membelikan tiket hari Jumat pukul 19.20 WIB karena masih memungkinkan untuk ngejar ke bandara after office hours, begitu juga tiket hari Senin pukul 6.00 WIB saya beli karena masih memungkinkan suami saya untuk masuk kantor tanpa telat. Bayangkan kalau jam 19.20 diubah menjadi 16.25? Masak suami saya harus ijin ke bosnya setiap Jumat jam 13.00 untuk ke bandara? Begitu juga kalau jadwal jam 6.00 diubah menjadi 7.25, masak suami saya tiap hari Senin harus telat dateng di kantor paling cepet jam 10.00? Kedua,kalau refund, Mandala kan cuman menjanjikan refund 100%. Saya kan pesen tiket jauh2 hari supaya dapat harga murah, kalau sekarang saya harus cari lagi tiket pengganti dg maskapai lain secara mendadak, harganya sudah mahal, jadi refund 100%-nya Mandala tuh terasa basi banget. Mengapa dia tidak membuat prosedur solusi penggantian tiket dengan airlines lain pada jam yang sama? Kalau alasannya rugi, ya itu kan harusnya malah bisa mereka jadikan control bagi mereka sendiri supaya ga seenaknya membatalkan penerbangan. Selain itu, saya diberitahu caranya refund adalah sbb: datang ke kantor Mandala, mengisi form dengan berbagai kolom yang harus diisi. Huh, lagi2 kok jadi konsumennya yang repot bukan kepalang? Datang ke kantornya Mandala kan berarti harus office hours, berarti kan saya harus mengorbankan jam kerja saya, mengapa bukan dia yang datang ke tempat saya, meminta maaf, dan mengantarkan uangnya? Saya aja selama ini bayar tiket pesawat selalu lwat ATM, dan ga pernah ke kantornya Mandala, karena saya ga mau korupsi jam kerja saya. Bayangkan, saya sudah pesan tiket on weekly basis sampai Januari 2010. Ga tertutup kemungkinan kan penerbangan-penerbangan saya yang lain akan dibatalkan juga secara sepihak? Wah pokoknya saya sih udh look down banget sama Mandala, emangnya konsumen bayar ke Mandala pakai daun? Kok kalau komplain2, cuman dikasi permintaan maaf. Coba dibalik, kalau kita telat dateng ke bandara, ditinggal kan? Dan tiket kita hangus kan?? Atau kasus lain, kalau kita ingin mengubah jadwal, kita dikenai penalti, untuk Mandala adalah sebesar Rp 130.000,00 plus harus bayar selisih kalau tiket barunya ternyata lebih mahal. Tapi kenapa Mandala ga melakukan hal yang sama ke konsumen? Saat ini, kesan saya tentang Mandala adalah kekanak-kanakan dan kacangan. Saya berharap semoga moms lain ga mengalami hal ini. Tadinya saya ragu2 mau nulis ini ke publik, tapi saya pikir saya perlu menshare hal ini agar kualitas layanan Mandala berubah menjadi baik karena mereka merasa dikontrol oleh konsumennya. Lagian saya rasa kalaupun Mandala berani2nya menuntut saya dengan alasan pencemaran nama baik, kok bodoh banget ya, Mandala kan sudah bisa belajar dari kasus yang menimpa RS Omni yang menuntut Prita, karena dimana2 masyarakat pasti akan membela hak konsumen, sejauh yang dibela adalah benar. Saya sih pede aja, soalnya saya punya bukti2 yang cukup dan kasat mata bahwa mereka melakukan pembatalan secara sepihak (baca: semena-mena), ada SMS pemberitahuan dari Mandala, ada struk pembayaran tiket yang menunjukkan jadwal penerbangan yang seharusnya, dan saya sudah melakukan prosedur komplain terlebih dahulu ke call-centernya. Selain itu, karena jawaban petugas call centernya tidak berujung pada solusi yang bijak, saya sudah sampaikan ke petugasnya bahwa konsekuensinya saya akan tulis di surat pembaca. Ehm, maaf ya moms kalau kurang berkenan.. Yusi

