Assalamu'alaikum wrwb
salam sejahtera

Dear Moms,

Perkenalkan nama saya Priyanto Hidayatullah dari blog parenting islami.

Menindaklanjuti perbincangan di milis parentsguide, kiranya ini sebagai
informasi yang relevan.
Insyaallah akan dilaksanakan pelatihan Miracles at Home dalam waktu dekat
(31 oktober 09).
Untuk info selengkapanya, silakan kunjungi link di bawah.
http://parentingislami.wordpress.com/2009/10/03/pelatihan-parenting-%e2%80%9cmiracles-at-home%e2%80%9d-31-oktober-2009/

Karena respon dari pembaca di berbagai milis terhadap pengalaman-pengalaman
tersebut cukup baik,
akhirnya pengalaman tersebut dibukukan dan diterbitkan.
Ibu dan Bapak bisa memesannya melalui

*Mas Aji : 022 9229 2244  /   0818 0208 1994 *

Bukunya ringkas, padat dan praktis untuk dilakukan langsung di rumah
masing-masing. BUku ini juga sudah dikaji oleh psikolog sehingga valid
secara keilmuan psikologi.

NB: Bukunya ada CDnya lho. CD bisa dibeli terpisah.

Mudah-mudahan kehadiran buku dan pelatihan itu membawa manfaat. Amin.



<http://parentingislami.wordpress.com/2009/10/03/pelatihan-parenting-%e2%80%9cmiracles-at-home%e2%80%9d-31-oktober-2009/>Terima
kasih
Wassalamu'alaikum wrwb
Priyanto Hidayatullah

Pada 23 Januari 2009 02:33, Silvi Yeni <[email protected]> menulis:

>   Benar2 kisah yang inspiratif,
> Mom, saya juga berminat untuk mengikuti pelatihannya karena saya benar2
> kewalahan dengan anak2 saya. Tiada hari tanpa teriakan dan tangisan, lelah
> sekali rasanya......
> Please mom, kemana saya harus mencari infonya.
>
> Trims, trims, trims...
>
>
> Mama Rakha & Radhi
>
> --- On *Wed, 21/1/09, INDAH LESTARI <[email protected]>* wrote:
>
> From: INDAH LESTARI <[email protected]>
> Subject: [parentsguide] Re:MIRACLES AT HOME (part 2 - tamat)
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, 21 January, 2009, 11:07 AM
>
>  saya jadi tertarik tentang info pelatihan miracles at home, tempatnya dan
> kontak kemana
> terima kasih
>
> Indah fashion
>
> Online&offline shop
>
> info detail
>
> Web, *http://indahfashion .blogspot. com<http://indahfashion.blogspot.com/>
> *
>
> e-mail, sweetye_indah@ yahoo.com <[email protected]>
>
> Kunjungi info kesehatan & gaya hidup, http://indahlifesty le-healthy.
> blogspot. com <http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com>
>
>  Info tentang  keuangan,  http://indahmoney. blogspot. 
> com<http://indahmoney.blogspot.com/>
>
> info pengobatan tradisional, http://indaherbal. blogspot. 
> com<http://indaherbal.blogspot.com>
>
>
>
> MIRACLES AT HOME (part 2 - tamat)
> Posted by: "Parenting Islami" parentingislami@ gmail.com
> <http://us.mc559.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&Subject=%20Re%3AMIRACLES%20AT%20HOME%20%28part%202%20-%20tamat%29>
>   p_tonx
> <http://profiles.yahoo..com/p_tonx> Akhirnya aku mengikuti undangan
> trainer itu untuk mengikuti pelatihannya
> selama dua hari penuh di akhir tahun 2008 ini. Subhaanallah. Aku jadi
> sangat
> termotivasi dan terinspirasi untuk melakukan pengasuhan anak dengan teknik
> yang benar. Tips nya pun begitu lengkap. Tips untuk memahami bahwa anak itu
> anugerah yang paling indah. Anugrah yang seharusnya kita syukuri dan selalu
> kita ingat. Yang membuat kita berpikir untuk mendidiknya dengan benar dan
> tak akan menyakitinya dengan kata-kata apalagi fisik. Aku jadi tak ingin
> lagi marah, membentak , apalagi mencubit.
>
> Selain itu, aku jadi tahu tentang betapa cerdasnya anak-anak. Mereka
> dianugrahi keinginan belajar yang sangat besar. Aku harus bisa sabar
> menemani mereka mengacak-acak rumahku sebagai media belajar. Aku harus bisa
> mengarahkan mereka untuk belajar dengan menyenangkan agar mereka menjadi
> anak-anak yang cerdas. Persepsi positif mereka harus selalu diulang-ulang
> terus untuk membuat mereka semakin melejitkan potensi positif mereka. Di
> sisi lain, kebiasaanku terbiasa dengan cara pengasuhan lama harus kupendam
> dalam-dalam. Aku tak boleh mengatakan jangan nakal, jangan malas, jangan
> suka menyakiti adik, jangan galak, jangan suka mencubit. Benar-benar perlu
> keteguhan hati.
>
> Hal yang sering kita lupakan juga, ternyata aku harus belajar mendengarkan
> anak. Jika menangis, marah, atau menginginkan sesuatu, kita harus
> mendengarkan dulu apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka inginkan.
> Setelah itu barulah kita kita berikan persepsi positif kita pada mereka.
> Jika kita tidak suka mendengarkan anak, maka anak akan merasa tidak
> berharga. Rasa tidak berharga akan membuat anak mencari harga diri mereka
> di
> luar rumah. Di lingkungan yang tidak kita inginkan. Akan tetapi, jika
> mereka
> merasa berharga di rumah, aku yakin, mereka akan nyaman bersama aku dan
> suamiku, dan tak akan tergoda pada lingkungan yang buruk di masa depan
> nanti.
>
> Ternyata, untuk mempunyai suasana rumah yang menyenangkan, kita juga harus
> memiliki aturan. Aturan-aturan yang baik itu harus tetap konsisten kita
> tetapkan. Jika kita melarang jajan, maka larangan itu harus tetap kita
> patuhi walaupun anak akan meraung-raung dan bergulingan di pinggir jalan.
> Karena jika tidak konsisten, maka anak akan belajar tentang berbohong,
> tidak
> menepati kata-kata, dan mengulang hal yang sama di kemudian hari. Anak-anak
> yang dengan bijak kita dengarkan keinginannya kemudian kita arahkan dengan
> persepsi positif ternyata bisa kita jauhkan dari kebiasaan-kebiasaan yang
> buruk, misalnya jajan, memukul adik, memukul teman, pelit, dan banyak hal
> yang lain.
>
> Aku pulang dan mulai mempraktekkan tips-tips dalam pelatihan. Aku melihat
> bagaimana mata anakku berbinar ketika aku mendengarkan curhatnya setelah
> marah dan memukul adiknya. Aku kemudian menceritakan sakitnya bila dipukul.
> Dan akhirnya dia memutuskan untuk meminta maaf karena telah menyakiti
> adiknya. Sebelumnya, anakku tidak pernah mau meminta maaf.
>
> Selain itu, sekarang aku membiasakan shalat berjamaah. Setelah shalat
> berjamaah, aku dudukkan anakku di pangkuanku dan aku berdoa dekat
> telinganya. Kukatakan dengan jelas dekat bahwa aku bersyukur mendapat
> seorang anak yang sholeh, yang sayang sama adik, pintar makan, suka
> belajar,
> dan hal lain yang kuinginkan darinya.
>
> Setiap ada kesulitan anak-anakku tidak mau melakukan rutinitas, aku tidak
> marah-marah. Aku sudah punya banyak cara di kepalaku yang akan membuatnya
> melakukan apa yang seharusnya dengan senang, tanpa perasaan terpaksa. Aku
> sekarang sudah menjadi Nanny untuk keluargaku.
>
> Hanya dalam dua hari, suasana rumahku berubah. Pembantuku senang karena dia
> tidak kerepotan lagi oleh kedua anak. Aku bahagia, karena sekarang aku
> benar
> punya syurga tempat aku melepaskan lelahku dan mendapatkan kebahagian. Aku
> selalu ingin pulang dan menyempatkan untuk bermain sambil memberikan
> persepsi-persepsi positif. Aku merasakan kebahagiaan karena mempunyai
> anak-anak yang sholeh. Dan ternyata anak sholeh itu akan dimiliki oleh
> orang
> tua yang sholeh, yang memahami cara pengasuhan anak.
>
> Ini adalah kisah nyata yang aku alami. Semoga semua orang tua di dunia
> dapat
> mengambil hikmahnya dengan meluruskan cara pengasuhan anaknya.
>
> Zulaehah Hidayati,
>
> dokter dan ibu dari dua orang anak
>
>
>  
>



-- 
Blog Parenting Islami
http://ParentingIslami.Wordpress.com

Kirim email ke