Hi moms, boleh nggak share cerita? Habisnya saya nggak tau musti gimana...
Sebetulnya saya juga bingung mau ceritanya pakai gaya bahasa yang bagaimana... 
Yang pasti ini kisah nyata dan terjadi di lingkungan dekat saya.

Begini ceritanya,

Sepasang suami istri muda (sebut saja "ayah-ibu") punya 3 anak, masing2 berumur 
8th-laki2, 7th-prp, 5th-prp. Mereka tiinggal di rumah milik ortu ayah 
(selanjutnya kita sebut saja "oma/opa"). Opa-oma ini tinggal dirumah tersendiri 
terpisah dari mereka. Keluarga ayah punya bisnis keluarga yang cukup besar, 
sehingga bisa dikatakan mereka keluarga kaya. Tetapi si ayah ini tidak pernah 
mau membantu bekerja, dan memutuskan menjadi PENGANGGURAN kelas elit! Alias 
tidak bekerja sama sekali tapi selalu mendapat uang dari ortunya. Sementara ibu 
juga tidak bekerja dan menjadi ibu RT dan Mall. Tugas ibu memasak dan 
antar-jemput anak sekolah. Tetapi tugas antar jemput anakpun sebenarnya juga 
tidak dilakukan dengan sungguh2. Anak2 dan baby sitternya seringkali dititip ke 
orang lain sementara ibu jalan2-ngumpul dengan teman2nya ke mall.
Ayah? Sering pergi tanpa tahu kemana. Bahkan terkadang tidak pulang ke rumah.
Pokok'nya untuk urusan foya2 mereka KOMPAK sekali!! Bahkan bila mereka tahu 
opa-oma sedang pergi keluar kota, si ayah pergi ke kantor dan mengambil 
sejumlah uang untuk dihamburkan dengan menginap di hotel dan bersenang-senang. 
Alasannya untuk membuat anak2 senang. 
Tetapi kekompakan itu seringkali juga tidak tercium aroma-nya sama sekali!! 
Ayah dan ibu seringkali bertengkar. Mereka tidak peduli bahwa ada anak2 yang 
melihatnya. Tak peduli sedang di mall sekalipun, atau ditempat umum lainnya. 
Saling berteriak, melempar barang, banting pintu.. Dst. Bahkan tangisan 
histeris ke-3 anaknyapun tidak mereka indahkan!! Pertengkaran sengit mereka 
biasanya berhenti dengan si ayah pergi keluar rumah, lalu disusul ibu pergi 
pulang kerumah ortunya yang berada diluar pulau! Anak2? Ditinggal begitu saja 
tanpa pesan dan uang se-senpun bersama 2 babysitter mereka. Bahkan pernah 
sampai anaknya tidak pergi sekolah karena tidak ada yang mengantar sementara BS 
tidak punya uang untuk transport. 
Biasanya ibu akan pergi selama 3hari, setelah ditelpon ayah, ibu akan pulang 
kembali dengan cuek seakan tidak pernah terjadi apa2. Begitu biasanya... (saya 
bilang biasanya karena sepanjang pengetahuan saya saja selama 1 bulan ibu bisa 
minggat sampe 2x! Bahkan pernah lebih!!)
Apakah opa-oma mengetahui pertikaian mereka? Tentu saja tahu, dan mereka sudah 
menyerah untuk menasehati anak dan menantunya.

Kejadian ini sudah terjadi dan menetap sepanjang tahun2 pernikahan mereka. 
Sampai terakhir opa-oma memberikan ultimatum apabila sekali lagi saja mereka 
meninggalkan rumah itu (baca:minggat) maka mereka seterusnya tidak diijinkan 
masuk kembali dan anak2 dibawa ke pengasuhan opa-oma. 
Opa-oma bahkan sudah berkonsultasi pada kerabat yang dipercaya mengerti hukum 
mengenai hak asuh ini. Selama ini memang SEMUA keperluan RT dipenuhi oleh 
opa-oma. Tidak se-sen'pun dari hasil keringat ayah apalagi ibu!!!

Psikologis anak2 mereka tentu saja terpengaruh!! Perilaku merekapun sering 
menjadi masalah di sekolah. Sementara ayah-ibu masih tidak juga sadar bahwa itu 
akibat dari ulah mereka!! 

Saya bersyukur bahwa ini tidak terjadi dalam keluarga saya, tetapi disisi lain 
saya sedikit ter'beban' untuk bagaimana bisa mambantu anak2 tak berdosa ini.. 
Hanya saya tidak bisa dan sama sekali tidak berhak karena mereka bukan siapa2 
saya. Saya hanya saksi atas akibat yang mereka timbulkan.
Sebetulnya saya sudah berusaha menutup mata dan telinga, tetapi... Sangat 
kasihan bila melihat anak2 ini...

Kira2 ada saran nggak ya??
Saya lempar kasus ini ke milis karena saya tahu ada banyak profesional dan 
praktisi yang mungkin bisa memberi masukan untuk saya musti bagaimana.. 
Hehehe...
Thanks sebelumnya.

Sent from my iPhone
Lidia Sindoro


      

Kirim email ke